Monday, April 30, 2018

Gathering ke-13 Komik Riau. Komik Riau X DAP

Komik Riau X DAP


Sebagai agenda bulanan komunitas Komik Riau, gathering menjadi wadah bagi anggota Komik Riau untuk mengenal lebih dekat rekan sehobi dan seperjuangan di bidang ngomik. Menggali ilmu-ilmu baru dari para mastah yang sudah bercokol lama di dunia perkomikan.

Gathering kali ini, Komik Riau menggandeng komunitas Doodle Art Pekanbaru (DAP) untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan. Nah dari Komik Riau sendiri Farhan Ammar, komikus Sikacamatagila mengisi materi tentang komik, sedangkan dari DAP, Fadhil author Karya Receh turut berbagi ilmu terkait doodling.

Acara yang digelar di One Refinery ini dimulai pukul 14.00 lewat sedikit, sembari menunggu kawan-kawan yang lain datang kami duduk di bawah pohon mangga yang cukup rindang. Memesan minuman yang ditulis diplakat kaca yang membuat kami berpose ala-ala pemateri setelah menerima penghargaan. Setelah peserta baik dari Komik Riau dan DAP datang kami pindah di dalam ruangan agar mendapat posisi wenak alias PW.

Tak kenal maka tak sayang, masih pepatah lama yang mengatakannya. Kalau pepatah baru pasti ditambahi kalau sudah kenal kapan sayang-sayangan? Dibuka oleh Bang Dhan dari Komik Riau kemudian memperkenalkan semua anggota Komik Riau, kemudian disusul oleh Fadhil dari DAP untuk memperkenalkan rekan sejawatnya. Tak lupa saling menuliskan akun Instagram di secarik kertas lalu saling mem follow agar follower bertambah.

Layar proyektor berwarna putih telah diturunkan, Farhan pun siap dengan laptop miliknya untuk menyampaikan materi. Memperkenalkan apa itu komik strip, jenis-jenis komik, merancang ide dan karakter hingga proses pembuatannya.
Farhan Ammar a.k.a Sikacamatagila

Komik strip sendiri adalah komik pendek yang umunya terdiri dari dua hingga enam panel. Tujuannya tentu saja untuk menghibur. Jika dulu komik strip banyak dimuat di surat kabar, seiring perkembangan teknologi dan sosial media yang kian menjamur maka sedikit demi sedikit komikus-komikusnya menggunakan sosial media tersebut sebagai base karya-karyanya seperti Intagram, Facebook, Twitter dan lainnya.

Teknik pembuatan komik strip bisa manual alias tradisional atau bisa dikatakan digambar secara langsung dengan alat gambar yang digambar dengan tangan. Selain itu komikus saat ini juga banyak menggunakan media digital dalam prosesnya, banyak aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan dalam dunia komik strip. Kalau aku pribadi menggunakan Macromedia Freehand, sedangkan Farhan pakai Corel Draw, kalau yang lain banyak pakai aplikasi yang susah aku mengingat namanya.

Menurut Farhan langkah-langkah membuat komik strip dimulai dengan menyusun cerita dilanjutkan dengan melakukan riset, lalu deskripsi panel. Kemudian mulai membuat sketsa dan scan lalu digambar ulang di Komputer. Nah finishing nya dipublikasikan di sosial media.

Ada banyak genre atau jenis-jenis komikstrip. Jika kamu sering membaca komik di webtoon atau aplikasi lainnya kamu pasti akan familiar dengan genre seperti Slice of Life, Horror, Romance, Old School hingga yang Absurd sekalipun.

Nah itu dia seputar komik strip yang dijelaskan sama Farhan. Tentang doodle dijelaskan oleh Fadhil. Doodle sendiri artinya adalah coretan bebas. Kalau menurutku doodle itu bentuk sebuah gambar yang memuat banyak karakter di dalamnya, serta tidak meninggalkan celah. Itu sih menurutku.

Fadhil Ansanov a.k.a Karyareceh

Fadhil menjelaskan kalau menurut Lei Melendres, Doodle art terbagi menjadi tiga, yaitu Unplanned Doodle yaitu teknik menggambar doodle dengan cara spontan tanpa sketsa. Yang  ke-dua Semi Unplanned Doodle adalah menggambar doodle dengan spontan/langsung tanpa menggunakan sketsa. Terakhir Planned Doodle yaitu teknik menggambar doodle dengan membuat sketsa agar hasilnya lebih terkonsep dan rapi.

Bagian-bagian doodle terdiri dari gambar utama, aku lupa nama yang Fadhil sebutkan jadi sebut saja gambar utama, kemudian ikon-ikon atau karakter, lalu figuran. Gambar utama sendiri merupakan fokus dari doodle, sesuatu yang ingin ditonjolkan dari sebuah gambar. Karakter biasanya berupa bentuk-bentuk yang mewakili suatu ekspresi “Kalau yang sederhana bisa buar bulat-bulat kasih ekspresi senyum atau yang lain,” jelas Fadhil. Sedangkan Figuran untuk mengisi ruang-ruang kosong antara karakter dan gambar utama, jadi kesannya biar penuh seperti awan-awan, polkadot, daun-daun, dan coretan-coretan lainnya.

Fadhil juga banyak menjelaskan terkait Lettering, font-font yang digunakan serta perbedaannya dengan doodle. Aku kurang paham sehingga tak bisa menuliskannya lebih jauh lagi. Sapurane yo.

Seperti biasa, usai materi diberikan, disusul dengan tanya jawab, lalu menggambar bareng. Ini bagian yang paling seru. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok DAP dan kelompok Komik Riau, tentu saja kan memang hanya itu pesertanya. Kemudian tiap peserta menggambarkan sketsa awal lalu dilanjutkan dengan pasangannya masing-masing, contohnya di Komik Riau aku mendapat nomor 3 maka aku menggambar sketsa, nantinya sketsa itu akan dilanjutkan dengan peserta nomor 3 dari DAP (nomornya harus sama, karena pasangan). Aku menggambar sketsa berbentuk tanda tanya sedangkan pasanganku membuat sketsa berbentuk huruf V yang di atasnya ada gamar U terbalik. Kami saling melanjutkan hingga terbentuk gambar yang sempurna.


Di penghujung pertemuan, hal yang tak bisa ditinggalkan tentu saja berfoto dan mengabadikan momen dengan kamera, boomerang sebagai tanda bahwa kita pernah berada di tempat yang sama, berbagi cerita dan membuat kenangan. Cekrek…
Satu lagi, gathering ini aku membawa banyak stiker-stiker lucu dari teman-teman DAP dan tentu saja laptop ku langsung penuh  dengan stiker-stiker. Nyesel deh yang gak datang.

bagi-bagi stiker


Previous Post
Next Post

0 komentar: