Monday, June 1, 2020

Jalan-Jalan ke Perkebunan Lengkeng Matanaga Farm Kampar



Annafimuja.com - Sudah lama sekali rasanya tidak berjalan-jalan di area perkebunan, kalau di kampung halaman kebun memang ada di mana-mana, tapi kalau di kota jarang sekali ada kebun.

Perkebunan lengkeng Matanaga Farm akhirnya menjadi tujuanku. Meskipun sempat kelewatan, tapi syukur Alhamdulillah akhirnya aku dan Sofi berhasil sampai dengan selamat di sebuah perkebunan yang berada di Desa Pematangkulim, Kelurahan Birandang, Kecamatan Kampar ini. Jika dihitung-hitung, memerlukan waktu sekitar 21 menit dari Panam, Pekanbaru juka ditempuh dengan sepeda motor.

Sebelumnya, aku sudah bertemu dengan Pak Sumarju, pemilik kebun lengkeng, setelah bertanya-tanya akhirnya aku memutuskan untuk berkunjung ke perkebunan lengkeng.

Jika masih awam, dengan daerah yang kusebut tadi, mungkin pembaca akan lebih paham jika kutuliskan arah menuju rumah terbalik, Nadin. Yah, sepertinya itu yang dikatakan oleh Pak Sumarju.

"Wah kok bisa tersesat, padahal Nadin itu lumayan terkenal lo, pasti nggak punya pacar ya?" kelakar Pak Sumarju.

Aku tergelak, dan bertanya bagaimana tersesat dan tidak punya pacar bisa saling berhubungan, ya meskipun memang benar apa yang dikatakan Pak Sumarju.

"Ya kalau punya pacar pasti pernah jalan-jalan ke Nadin lah, cuma orang yang jomblo yang nggak ke sini," jawabannya semakin membuatku dan Sofi tertohok.


Hari itu kami berkunjung ke perkebunan, ditemani Pak Sumarju dan istrinya Bu Iva. Sebuah kebun seluas 2 hektare dengan ratusan pohon lengkeng. Beberapa di antaranya sedang berbuah lebat, buahnya yang bulat ranum sedang menunggu waktu untuk mendapatkan bentuk sempurna yang manis dan legit di tahap panen ketiga.

Pak Sumarju dan Bu Iva
Bu Iva dan Pak Sumarju


Sambil duduk-duduk di pendopo sederhana kami mengobrol ribgan sebelum berkeliling kebun. Pak Sumarju bercerita, telah merintis kebun lengkeng bernama Matanaga Farm sejak sepuluh tahun lalu. Ia menjadikan kebun tersebut sebagai laboratorium percobaan untuk mendapatkan lengkeng dengan hasil buah yang berkualitas yang memiliki daging tebal, dan rasa yang manis, dan bisa bersaing setara buah di supermarket.

Bukan hal mudah, tak sekali dua kali Pak Sumarju gagal mendapatkan hasil yang diinginkan. Pak Sumarju mengatakan, untuk mendapatkan hasil buah yang diinginkan diperlukan perangsang agar lengkeng mau berbuah di waktu yang ditentukan. Mungkin ini bisa menjadi catatan teman-teman yang kerap gagal dalam menanam lengkeng.

"Saya buat perangsang lengkeng ini karena keadaan kebun, dulu pakai perangsang dari Thailand. Itu mahal, di Indoneaia belum ada. Karena lengkeng saya tidak bisa berbuah tanpa perangsang, saya mencoba-coba hingga ketemu formulasi itu sendiri," ungkapnya.

Selama perjalanan mengelola kebun lengkeng, Pak Sumarju menemukan berbagai teknik dalam mengelola lengkeng, mulai dari varietas yang unggul, cara berbudi daya, cara pemupukan pertumbuhan, dan yang terpenting cara merangsang agar muncul bunga, hingga dosis dan lainnya. Terlebih, daerah perkebunannya termasuk dataran rendah, sehingga belum banyak informasi terkait  pengelolaan lengkeng di daerah panas seperti di Provinsi Riau.

"Biasanya lengkeng itu banyak yang nanam di dataran tinggi, tentu saja beda dengan dataran rendah seperti di sini, terlebih tempat kita kan panas, tentu harus ada caranya," tutur Pak Sumarju.


Pak Sumarju mengungkapkam formulasi perangsang lengkeng temuannya memiliki berbagai kelebihan. Biasanya perangsang yang dijual secara luas komposisinya hanya terdiri dari precursor yang tidak diimbangi dengan komposisi lainnya, sehingga tanaman memungkinkan stres, dan bakal buah mudah rontok. "Kalau precursor aja nanti bisa stres tanaman, tidak mau tunas juga tidak mau mati," tuturnya.

Pupuk Perangsang Lengkeng Matanaga Vit
Pupuk Perangsang Matanaga Vit


Perangsang lengkeng yang dibuat Pak Sumarju memiliki takaran sesuai antara precursor, phospat murni, dan kalium murni, dengan perbandingan tertentu. Dengan memberikan perangsan lengkeng, maka petani dapat menentukan kapan waktu terbaik untuk memanen, sehingga tidak lagi bergantung dengan musim. "Misalkan mau panen lebaran, maka enam bulan sebelum lebaran itu dikasih perangsang, begitu juga kalau mau di waktu tertentu," katanya.

Untuk satu batang pohon lengkeng yang menghasilkan 100 kg, minimal menggunakan 1 kg perangsang. Sebelu menemukan formulasi tersebut, Pak Sumarju mangatakan ia merasa kesulitan mendapatkan perangsang karena harganya yang mahal. "1 botol itu Rp75 ribu, sebatang perlu 10 botol, kalau 100 batang sudah berapa itu," ujarnya.


Perawatan Buah Lengkeng


Biasanya, buah lengkeng bisa mulai diberikan perangsang mulau umur 2,5 tahun atau setidak-tidaknya 1,5 tahun. Pemberian perangsang menurut Pal Sumarju akan sangat baik dilakukan ketika tunas baru mulai muncul. Berdasarkan percobaan yang dilakukan beberapa kali di kebunnya, Pak Sumarju mendapati pemberian pupuk paling efektif adalah saat muncul tunas daun baru.

"Perangsangannya masih uji coba, antara daun muda, tua, dan baru, hasil paling efektif itu saat sudah muncul tunas daun baru," jelas Pak Sumarju.

Pak Sumarju menjelaskan, dalam satu tahun lengkeng bisa berbuah sekali. Ia menegaskan dua kali berbuah bagi lengkeng dalam tahun yang sama adalah hal yang mustahil, kecuali untuk lengkeng berdaging tipis. Dari masa perangsangan sampai munculnya bunga diperlukan waktu 5 bulan, kemudian waktu berbunga sampai panen adalah 7 bulan. "Setelah panen dan dipangkas, tunggu tunas tiga kali biasanya itu 5 bulan, jadi semuanya sekitar 12 bulan atau satu tahun," paparnya.

Secara garis besar, Pak Sumarju memaparkan misalkan untuk lengkeng yang berumur 2,5 tahun, untuk merangsang perlu 50 gram perangsang dan 5 liter air, kemudian disiram di piringan sekitar batang tanaman. 

"Waktu perangsangan ini jangan di musim hujan biar tidak hilang kena air, dan dapar panas penuh biar bunga muncul dengan serempak," jelasnya.

Ditambahkan Pak Sumarju, perangsang lengkeng ini tidak memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. "Ini aman buat lingkungan. Daun yang gugur ke tanah juga akan sangat baik untuk kondisi tanah, karena bisa menjadi humus," tambahnya.

Bermanfaat bagi orang, itu lah yang diinginkan oleh Pak Sumarju. Selain menanam lengkeng, ia juga menjual perangsang lengkeng bernama Matanaga Vit, dan bibit lengkeng. Selain itu, ia juga memberikan konsultasi bagi masyarakat yang ingin menanam lengkeng.

Ribuan bibit telah Sumarju jual untuk orang lain. Ia merasa bangga, dari kebunnya yang hanya 2 hektar bisa memberikan bibit untuk orang lain yang dapar menanam di tanah ribuan hektar lainnya. "Saya juga kasih arahan buat yang mau nanam, komunikasi terus sampai berbuah," terangnya.

Bibit-bibit lengkeng
Bibit-bibit lengkeng


Menurut Pak Sumarju beberapa masyarakat yang membeli bibit lengkeng untuk menanam di lahan yang dulunya dipergunakan untuk menanam sawit. "Banyak yang beralih dari sawit ke lengkeng. Untungnya juga besar, dan ramah lingkungan," tukasnya.

Untuk harga bibit Pak Sumarju menjual sekitar Rp50 ribu per batang, untuk perangsang Matanagavit 100 gr Rp25 ribu, 250 gr Rp50 ribu. "Kalau untuk yang berkebun beda, kita kasih sekilo Rp150 ribu - Rp200 ribu agar terjangkau. Kalau 1 kg itu sama dengan 10 botol perangsang dari luar," tukasnya.

Lebih lanjut, Pak Sumarju mengungkapkan, perkebunan lengkeng di Pekanbaru sangat potensial, karena memiliki banyak peminat. Terlebih, tanah yang subur akan sangat mendukung perkebunan lengkeng jika mengetahui caranya.

"Saya merasa berhasil jika sudah tidak ada lagi impor lengkeng dari luar negeri. Kita tahu tanah kita sangat potensial, hanya saja masih banyak orang belum paham budidayanya. Semoga dinas terkait bisa men-support berkebun lengkeng," tegasnya. 

Selain itu, Pak Sumarju mengatakan lengkeng adalah salah satu tanaman yang cukup bandel dalam bertahan hidup, bahkan memiliki usia lebih dari 50 tahun. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah hama spesifik seperti monyet, kelelawar, dan musang. 

"Semua itu bisa diatasi, kalau monyet biasanya ditakutin pakai tembak, kalau musang di batangnya dikasih seng, kalau kelelawar tinggal pakai jaring dan asap belerang, kelelawar kalau sudah ada yang tertangkap satu yang lain nggak mau mendekat," ucapnya.

Di perkebunan Matanaga Farm ini, terdapat berbagai varietas lengkeng, yaitu, itoh, new crystal, ped long, caisar 1, caisar 2, bagqiu, queen, aroma durian, dan lain-lain. Saat ini, Sumarju juga mengembangkan varietas baru dari lengkeng. Ia juga mengujicobakan berbagai varietas lengkeng dalam satu batang, untuk mendapatkan varietas baru. Ia juga fokus dengan pembibitan.

Memetik Lengkeng

Usai bercerita dan makan siang dengan lauk ikan lele dan sayur yang sangat enak buatan Bu Iva, setelah salat zuhur kami kembali ke perkebunan untuk memetik lengkeng. Saat kami berkunjung ke sana sayangnya bukan saat panen lengkeng. Sehingga hanya beberapa pohon yang memiliki buah yang masak dengan sempurna, itu pun harus jeli dalam memilih.

Di mataku yang masih awam ini, semua lengkeng adalah sama, lengkeng-lengkeng yang menderembel itu menurutku sudah masak semua. Tapi berbeda jika dilihat dari sudut pandang Bu Iva.

Lengkeng yang menderembel
Lengkeng yang menderembel


Di mata Bu Iva, lengkeng yang masak sempurna adalah lengkeng dengan ukuran besar, kira-kira sebesar setengah dari bola ping pong. Awalnya aku mengira sama saja, tetapi setelah mencoba buah petikan Bu Iva, akhirnya aku mengetahui perbedaannya.

Buah yang masak selain berukuran besar, juga memiliki daging yang tebal, dan rasa  yang mak nyus. Berbeda dengan buah yang aku petik. Aku melihat buah lengkeng semua berwarna sama, coklat keemasan, buah yang belum masak ukurannya kecil, sebesar kelereng agak lebih besar dikit, meskipun rasanya manis tapi tak semanis buah yang sudah masak, dan dagingnya tidak terlalu tebal.

Untuk memetiknya memakai alat biar tangannya tak capek, alatnya seperti tang, tapi fungsinya untuk memotong tangkai lengkeng. Sedangkan untuk dapat menggapai lengkeng di dahan yang tinggi, bisa memanjat sambil membawa bambu yang diatasnya telah dipasang alat pemotong tangkai, bentuknya seperti di animasi Upin dan Ipin saat memetik rambutan bersama Tuk Dalang.

Ada trik khusus untuk menjaga lengkeng agar tidak cepat membusuk setelah lepas dari pohonnya. Yaitu, dengan memotong sedikit lebih jauh dari buahnya. Maksudnya jangan sampai tangkai benar-benar terlepas dari buah, biarkan saja buahnya sedikit memiliki ekor. Itu akan menjaga buah tetap segar dan tidak membusuk.

Usai memetik lengkeng dan mendapatkan satu kantung besar, kami kembali ke pondok dan bersiap-siap untuk pulang ke Pekanbaru. Pak Sumarju dan Bu Iva juga bersiap pulang ke Pekanbaru.

Pengalaman hari itu sangat berharga, banyak ilmu yang bisa aku dapatkan secara langsung, bahkan sempat membuatku berpikir untuk membuka perkebunan juga. Terimakasih untuk Pak Sumarju dan Bu Iva, serta terimakasih untuk Sofi yang udah menemani perjalananku di kebun lengkeng.

Sofi dan Aku
Sofi dan Aku (yang cakep)


Previous Post
Next Post

10 comments:

  1. Good, tulisan ringan, detil dan mudah dipahami. Teruslah mengasah kemampuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks bg. Semoga kedepannya bisa smkin baik hehe

      Delete
  2. Informative sekali tulisannya. Dan baru tau ternyata dengan berkebun kelengkeng bisa menghasilkan uang yang banyak namun juga sangat ramah lingkungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kk. Apalagi lengkeng hidupnya lama bnget. Tingginya ttp sgitu2 aja klo dirawar dg bnar. Jdi ga perlu replanting

      Delete
  3. Aku gak nyangka, rupanya di kampar ada farm begini. Kalau tau, bakalan mampir pastinya. Wah.. Enak banget y, dateng saat kondisi sedang berbuah lebat gitu.

    Sepertinya, kalau ke kampar lagi, bisalah mampir.

    Btw, ada typo sikit ni. Teksnya : ribgan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mkasih infonya bg. Nnti diperbaiki. Itu cma bberapa phon aja yg berbuah bg. Kerna blum msa panen

      Delete
  4. Ondeee.... lain kali tu kalau panen buah lengkeng, bagi-bagilah sikit. Jan makan surang-surang. Enak kali kali nyantai sambil makan buah lengkeng.

    ReplyDelete
  5. Waahh destinasi baru ni. Semoga cepat selesai pandemi udah kerasa manisnya di tengorokan makasih infonya kk

    ReplyDelete