Tuesday, February 23, 2021

Resensi Orang-Orang Biasa (OOB): Perampokan di Kota yang Naif

 

Cover novel Orang-Orang Biasa - Andrea Hirata

Judul Buku : Orang-Orang Biasa
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal Buku: xii + 300 halaman; 20,5 cm.
Cetakan: Pertama, Maret 2019
ISBN: 978-602-291-524-9


Karya Andrea Hirata menurutku adalah karya yang tak pernah mengecewakan. Kali ini Andrea kembali menelurkan karyanya yaitu Orang-Orang Biasa (OOB) alias Ordinary People, yaitu sebuah novel tentang perampokan di kota yang naif, ialah Kota Belantik.

Novel ini mengisahkan persahabatan sepuluh orang biasa yang bisa dikatakan bukan siapa-siapa. Mereka adalah Handai, Tohirin, Honorun, Sobri, Rusip, Salud, Debut, Nihe, Dinah, dan Junilah.

Bukan main banyaknya tokoh dalam novel Orang-Orang Biasa ini, Andrea Hirata benar-benar membuat pusing pembaca tentang banyaknya nama dan karakter yang harus diingat. Tak ketinggalan aparat kepolisian Inspektur Abdul Rojali dan polisi muda yang setia Sersan P Arbi.

Orang-Orang Biasa, cerita bermula dengan kisah kantor polisi di Kota Belantik yang minim kasus kejahatan. Kemudian dijelaskan tentang persahabatan sepuluh orang penghuni bangku belakang sekolah yang suram masa depannya, namun langgeng bahkan sampai di antara mereka beranak-pinak.

Perampokan di kota naif menjadi inti novel OOB ini, dimana anak dari Dinah, lulus Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Indonesia yaitu Aini. Namun, akibat tekanan ekonomi dan kemelaratan, Aini terancam tidak bisa mendaftar sebab memerlukan uang yang tidak bisa dikatakan sedikit.

Kuatnya persahabatan, sepuluh orang ini pun memutuskan untuk melakukan perampokan guna mendapatkan dana agar Aini bisa kuliah. Rencana pun dimulai.

Lalu apakah bisa mereka melakukan perampokan di kota yang sangat minim kejahatan? Bisakah Aini melanjutkan ke perguruan tinggi dan menjadi dokter? Cara apa yang dilakukan sepuluh orang yang sulit sepakat akan mufakat tersebut? Apakah rencana perampokan ini hanya mengantarkan mereka ke jeruji penjara?

Dibungkus dengan gaya penulisan khas Andrea Hirata, membuat pembaca merasa sedang menonton adegan film melalui tulisan.

Andrea sangat detail dalam membuat deskripsi, (tak bisa dibayangkan kalau Andrea julid di kehidupan nyata, pasti ia akan dibenci orang-orang).

Tulisan Andre bisa membuat pembaca merasa ada suara musik yang membuat hati jedag-jedug, dan mengontrol laju dalam membaca tulisan.

Selain itu, dalam OOB ini Andrea seperti membuat cerita yang tak berkesinambungan pada awal-awal bab. Namun,  cerita tersebut mengerucut dan bertemu di sebuah titik yang membuat OOB semakin menarik. Amboy, tak bisa berhenti aku membuka lembaran demi lembaran untuk mengetahui cerita selanjutnya.

Komedi, action, semua diramu sedemikian rupa, belum lagi plot twist yang dihadirkan oleh penulis novel Laskar Pelangi ini. Menurut saya, OOB benar-benar tidak bisa ditebak. Andrea berhasil membuat pembaca pesimis dengan tujuan para tokoh dalam cerita.

Tak hanya itu, Andre selalu memasukkan nilai-nilai budaya melayu di dalamnya, nilai edukasi, bahkan kritik halus yang membuat pembaca menyunggingkan bibirnya.

OOB tak hanya terfokus pada perampokan sepuluh orang ini, ada cerita lain yang membuat novel ke-10 Andrea tersebut semakin kompleks, seperti kembalinya empat kawanan kriminal yang terkenal di Belantik, kisah guru seni Akhirudin, hingga kisah Boron dan Bandar, serta Trio Bastardin yang terlibat konspirasi pencucian duit rakyat alias korupsi, bahkan kisah seorang kriminal yang jujur Dragonudin.

Tak ketinggalan kisah tentang tokoh bank bernama Bu Atikah. Karakter ini sempat membuatku bertanya-tanya, apa yang ingin disampaikan Andrea melalui petinggi bank ini.

Namun semua kisah tersebut bertemu di satu titik dan membuat semuanya berkaitan. Cerita lengkap tentu saja di novel Orang-Orang Biasa, menurutku novel ini sangat cocok dijadikan film. Silahkan baca untuk tertawa dan terharu akan tingkah orang-orang udik yang tak disangka-sangka.

Jika Kawan ingin mencari kisah romansa, kisah pria-pria tampan nan rupawan, atau kisah utama orang-orang kaya yang berkuasa, saya jamin tidak akan menemukannya dalam novel ini. Namun, pembaca akan menemukan kisah mengharukan yang terjadi pada orang-orang biasa dan membuat mereka luar biasa.

Persahabatan, idealisme, mimpi-mimpi, ada di tengah Kota Belantik yang naif tersebut.

Saya sangat merekomendasikan novel bersampul kuning ini. Hanya saja, aku termasuk orang yang suka membaca sinopsis di-cover belakang sebelum memutuskan membeli buku, tapi di novel OOB sinopsis ini tidak ada. Tak apa lah, nama Andrea Hirata sudah bisa menjadi alasan kuat untuk membeli novelnya.

O iya, saya lupa ingin menyampaikan kata-kata ajaib dari Andrea Hirata
Fiksi, bukan sekadar mengadakan yang tidak ada, fiksi adalah cara berpikir.
Mereka yang ingin belajar, tak bisa diusir.




Monday, February 15, 2021

Kampung Hobbit Taman Wisata Love Refi Pekanbaru

 

Taman Wisata Love Refi Pekanbaru

Jalan-jalan lagi, jika bercerita tentang Pekanbaru, mungkin bisa dibilang sangat sedikit sekali wisata alam yang tersedia, lebih banyak wisata buatan. Namun, meskipun wisata buatan, tetap bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di Pekanbaru. Kali ini, aku akan membahas tentang Taman Wisata Live Refi Pekanbaru.

Taman Wisata Love Refi Pekanbaru ini beralamat di Jalan Seroja, Kelurahan Sialangrampai, Kota Pekanbaru, Riau. Kalau dari Panam, sekitar 37 menit mengendarai sepeda motor.

Ya meskipun sempat nyasar, tapi untungnya aku dan temanku masih bisa menemukan lokasi. Kalau dibilang jauh, ya lumayan jauh juga. Tapi kembali lagi, jauh dekat itu relatif, tergantung dimana posisi kamu.

Ada banyak yang bisa dinikmati di taman ini, tapi yang paling menjadi ikonnya adalah rumah hobbit. Buat Kamu yang belum tahu, rumah hobbit ini sangat terkenal, bagi yang pernah menonton film Lord of The Ring pasti tahu rumah milik Frodo ini.

Salah satu rumah hobbit di Taman Wisata Love Refi

Kalau di Indonesia, rumah hobbit terkenal di daerah Lembang, Bandung. Di Pekanbaru, selain di Taman Wisata Love Refi, aku pernah melihatnya di Asia Farm Pekanbaru, dan Taman Agrowisata Tenayan Raya.

Bedanya, di Taman Wisata Love Refi, rumah hobbitnya sangat banyak, dan bisa dijumpai di berbagai sudut. Pengunjung juga bisa masuk ke dalam rumahnya juga, dam berfoto dari dalam.

Kompleks hobbit

Selain itu, di samping rumah hobbit diberi tangga menuju ke atas, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan dari atas rumah hobbit. Juga terdapat jalan setapak yang menghubungkan rumah satu dengan yang lainnya.

Tak hanya rumah hobbit, salah satu fasilitas yang menjadi favoritku adalah naik bebek-bebekan di danau sambil memberi makan ikan. Ikannya sangat banyak, dan memberi rasa menyenangkan saat mengayuh bebek sambil menabur makanan ikan.

Saat berkeliling, pengunjung akan menjumpai banyak hal yang bisa dilakukan di Taman Wisata Love Refi, mulai dari memancing, mewarnai, flying fox, bebek air,  mobil remot, motor trail, ATV, dan goa lancang.

Untuk fasilitas sendiri juga sudah lengkap, musala, gazebo, parkir, kantin, dan lain-lain. Di dalam lokasi sendiri juga sangat banyak pedagang yang menjajakan jualannya, jadi tak perlu khawatir kehausan atau kelaparan, terlebih harga makanan dan minuman yang ditawarkan tidak begitu berbeda dengan di luar tempat wisata ini.

Saat siang, cuaca di Taman Wisata Love Refi sangat panas, jadi disarankan agar pengunjung membawa topi, atau payung. Namun jika tidak ada, juga banyak yang menawarkan payung untuk disewa, dan topi-topi cantik yang dijual.

Karena aku datangnya sekitar jam 10.30 WIB matahari sudah lumayan tinggi, dan membuat cepat dehidrasi. Jangan lupa bawa air minum jika ingin menghemat.

Harga masuk ke wisata yang ada di Kecamatan Tenayan Raya ini adalah Rp10 ribu per orang, dan biaya parkir sepeda motor Rp3 ribu per motor.

Saat aku ke sini spot foto favoritku tentu saja rumah hobbit, dan wahana yang seru adalah naik bebek air. Fyi, untuk bisa memberi makan ikan, cukup membeli pakan seharga Rp5 ribu dan akan mendapatkan satu kantong plastik. Btw, harga naik bebek airnya Rp15 ribu per bebek ya.
Aku berharap, nanti bisa naik bebek air sama doi, biar ada romantis-romantisnya gitu. Amiin.

Bagaimana? Tertarik ke Taman Wisata Love Refi? Silahkan datang dan nikmati wisata di Bumi Lancang Kuning ini... see you.
Gazebo


Its me

Pemandangam dari atas rumah hobbit

Banyak bunga-bunga

Wednesday, February 10, 2021

Cara Buat Paspor di Pekanbaru

 

Paspor

Wah, udah lama banget nih nggak kemana-mana, apalagi semenjak pandemi Covid-19 berlangsung. Udah mau anniversary 1st aja si corona. Nggak kasihan apa sama kita-kita. Nah bagi teman-teman yang berencana bepergian keluar negeri, tentu saja harus buat paspor ya. Aku mau berbagi pengalaman, terkait cara buat paspor di Pekanbaru.

Kamu belum pernah keluar negeri, ya ampun hari gini belum pernah. Kemana aja selama ini? Sama aku juga. Beberapa waktu lalu aku iseng buat paspor, mana tau kalau ada rezeki lebih nanti bisa langsung cus tanpa pusing mikirin persyaratan.

Btw, aku bukan orang Pekanbaru asli ya, kartu tanda penduduk (KTP) ku dari Indragiri Hilir (Inhil), so buat teman-teman yang dari luar daerah tetap bisa ya buat paspor di kota lain tentu saja dengan syarat-syarat yang lengkap.

Persyaratan Buat Paspor di Pekanbaru

- KTP asli dan fotocopy
- Kartu keluarga (KK) asli dan fotocopy
- Akta kelahiran / ijazah (diutamakan ijazah sekolah) asli dan fotocopy.
- Id Card kerja (jika profesi pekerjaan sekarang berbeda dengan yang tertera di KK) asli dan fotocopy.

Jadi yang asli harus tetap dibawa untuk ditunjukkan ke petugas. Dari pada bolak-balik, kan mending disiapkan semuanya. Di Kantor Imigrasi Pekanbaru Jalan KH Ahmad Dahlan emang disediakan mesin fotocopy, tapi kalau aku lebih suka menyiapkannya sebelum berangkat ke Kantor Imigrasi.

Next Step Cara Buat Paspor di Pekanbaru

Pertama, unduh terlebih dahulu aplikasi Layanan Paspor Online di Play Store atau lainnnya. Isi semua data-data yang diperlukan. Hampir mirip-mirip kayak mau bikin sosial media, cuma ya harus lengkap.

Setelah itu, daftar antrean online untuk mendapatkan kode booking. Kemudian pergi ke Kantor Imigrasi, dan tunjukkan ke petugas. Jangan lupa bawa persyaratannya tadi. Kalau sudah lengkap, petugas akan memberikan folmulir pendaftaran dan nomor tunggu. Kalau Kamu pernah daftar jadi nasabah bank, ya kira-kira seperti itu.

Selanjutnya adalah sesi wawancara, foto, dan pengambilan sidik jari. Sesi wawancara berisi pertanyaan seputar data-data Kamu, nama ayah, nama ibu, pekerjaan, juga tujuan Kamu membuat paspor.

Pastiin Kamu sudah cakep alias berdandan kece sebelum difoto. Kalau pengalaman aku, disuruh sama petugas lepas kacamata, lepas softlens (padahal aku nggak pakai), mundurin jilbab ke belakang sedikit, dan tidak boleh tersenyum. Kata petugasnya, nanti matanya tidak kelihatan kalau senyum. Ya jadilah foto jelek, nggak beda jauh sama foto KTP.

Jika urusan sama petugas wawancara sudah selesai, petugas akan memberikan selembar kertas berisi kode billing untuk pembayaran. Jadi bayarnya tidak cash, bisa melalui ATM, bank, atau kantor pos.

Aku pakai Bank Mandiri, ketika membayar di ATM selalu gagal dan aku tidak tahu alasannya. Karena malas antre di bank hanya untuk bayar, jadi aku memutuskan untuk bayar di Kantor Pos. Cukup cepat prosesnya.

Di kertas itu dituliskan kalau pembayaran paling lambat 7 hari kerja pada bank atau pos persepsi, pengamban paspor 3 hari kerja setelah melakukan pembayaran. Apabila pemohon tidak datang kembali dalam 30 hari sejak tanggal permohonan, dinyatakan batal. Tanda terima (kertas billing) harus dibawa bersama dengan tanda bukti pembayaran untuk mendapatkan paspor.

Terkait harga, aku bikinnya paspor biasa 48 halaman Rp350 ribu. Kalau yang elektronik Rp650 ribu.

Tahap akhirnya, silahkan datang beberapa hari kemudian dan membawa KTP, kemudian ambil paspor Kamu di loket pengambilan kantor imigrasi.

Sekian dari saya, semoga segera ke luar negeri dan mendapatkan perjalanan yang menyenangkan.

Thursday, October 29, 2020

Review Drama Korea Zombie Detective (2020)

 

Zombie Detective

    Drama: Zombie Detective (literal title)

    Revised romanization: Zombietamjung

    Hangul: 좀비탐정

    Director: Shim Jae-Hyun

    Writer: Baek Eun-Jin

    Network: KBS2

    Release Date: September 21, 2020 --

    Runtime: Mon & Tue 21:30

    Language: Korean

    Country: South Korea 


Cast:  Kim Moo-Young   (Choi Jin-Hyuk), Gong Sun-Ji (Park Joo-Hyun)


Hai gais, kali ini aku mau bahas suatu hal yang nggak ada kaitannya dengan jalan-jalan. Semenjak dua menjak ini, nggak ding. Sejak corona menyerang semuanya sudah berubah. Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan rebahan, malas-malasan, dan mantengin drama korea (drakor) yang kaya kan Oppa-Oppa. 

Salah satu drama yang baru aja selesai ni, yaitu Zombie Detective. Aku pengen ngebahas ini, karena drama ini adalah drama pertama yang aku tonton secara on going sampai habis. Biasanya aku nonton drama maraton (menonton semua episode sekaligus).

Zombie Detective bercerita tentang seseorang oppa, maksud saya pria yang tiba-tiba terbangun dari kematiannya. Ia mendapati diri hidup kembali sebagai zombie. Perbedaannya dari zombie-zombie lain, Zombie Oppa ini masih menguasai alam pikirannya, sehingga ia bertekad untuk menjadi seperti manusia.

Kita tahu zombie ini mayat hidup yang jalannya selow banget, nah Zombie Oppa ini belajar berjalan dengan tredmill, belajar berbicara, dan belajar makan dengan menggunakan sumpit. Ngebayangin nggak sih gais, mayat hidup alias zombie belajar seperti itu.

Zombie Oppa ini karnivora gais, dia nggak bisa makam sayuran dan makanannya daging mentah, karen ingin menjadi manusia ia menghindari memakan manusia. 

Awalnya Zombie Oppa ini sangat frustasi menjadi zombie, bahkan ia sempat mencoba bunuh diri karena ia merasa sangat menjijikkan ketika makan daging hewan mentah. Namun ia tidak berhasi mati, semua upaya bunuh dirinya gagal, karena sebenarnya dia memang sudah mati.

Zombie Oppa yang kehilangan ingatannya ini bertemu dengan seorang detektif yang sekarat karena diserang oleh seseorang di sebuah gunung. Sebelum menemui ajalnya, detektif tersebut memberikan beberapa barang miliknya dan kunci ke Zombie Oppa.

Dengan menggunakan identitas milik Detektif Kim Moo Young, Zombie Oppa berkelana mencari jati dirinya, siapa dia di masa lalunya, apa sebab ia mati, dan kenapa ia hidup kembali sebagai Zombie, serta bagaimana ia bisa kembali menjadi manusia.

Perjalanan drama ini penuh dengan komedi, belum lagi tingkah detektif yang kantorny berhadap-hadapan dengan kantor Detektif Kim Moo Young, yaitu Detektif Raja Dunia. Cerita semakin seru, setelah bergabungnya mantan reporter yang menjadi asisten Kim Moo Young Zombie, Gong Sun Ji.

Selama Zombie Oppa ini tinggal berdampingan dengan manusia, ia selalu memakan ayam mentah. Untuk menutupi tubuhnya yang penuh dengan bekas luka dan berwarna pucat seperti mayat, Zombie Oppa pakai BB cream lo, jadinya ganteng banget.

Di akhir cerita Kim Moo Young berjumpa dengan orang yang telah merubahnya menjadi zombie, yaitu seorang dokter hewan yang ditinggal mati oleh istrinya. Ia tak rela dan melakukan eksperimen keji terhadap hewan dan manusia untuk menghidupkan kembali istrinya.

Pokoknya, drama ini bukan drama berat yang ngajak penontonnya mikir, tapi drama yang benar-benar menghibur. Cerita selanjutnya silahkan nonton sendiri ya, di Telegram kalau aku. Endingnya tidak mengecewakan, atau bisa dikatakan Happy Ending.


Wednesday, October 28, 2020

Menyusuri Sungai Siak di Atas Restoran Kapal Quantung Cruise Pekanbaru

 

Restoran Kapal Quantung Cruise Pekanbaru

Hallo semuanya, rasanya sudah lama tidak  corat-coret di blog tercinta ini. Beberapa waktu lalu aku menyempatkan diri untuk mencoba Restoran Kapal Quantung Cruise di Pekanbaru. Sesuai namanya, kita dapat menikmati aneka hidangan khas melayu, tentu saja di atas kapal, dan menariknya, sambil berlayar menyusuri Sungai Siak Pekanbaru.

Sore itu, nahkoda kapal angkat sauh sekitar pukul 17.00 WIB. Agak ke setengah enam sih. Sebelum masuk pengunjung dicek suhu tubuh dengan thermo gun terlebih dahulu, lalu diharuskan memakai hand sanitizer.

Aku duduk di dek bawah, di bagian paling depan, sehingga saat kapal mulai berjalan pemandangan tepi sungai bisa dilihat dari berbagai sisi, nahkoda yang menjalankan kapal juga berada di sini lo.

Menikmati Restoran Kapal memang sangat dianjurkn ketika sore hari, bagaimana tidak, semua orang pasti tahu kalau matahari tenggelam akan semakin sempurna jika cahaya dipantulkan oleh air. Terlebih jika dagang ke sini bersama pasangan, romantisnya senja diiringi lagu sahdu akan menjadikan suasana lebih uwu. Sayangnya, aku tidak datang bersama pasangan. 

Restoran kapal ini memiliki tiga tempat yang dapat dipilih oleh pengunjung, yaitu dek bawah, dek atas, dan tempat VIP yang berada di dek bawah. 

Dek bawah

Dek atas


Aku saat itu bersama rekanku, ditemani juga dengan pengelola restoran, Dio Praji Anugrah. Restoran ini mulai berlayar pukul 13.00 - 17.00 WIB di masa pandemi ini, padahal jika situasi normal rencananya restoran bisa buka pukul 09.00 - 23.00 WIB.

Pengelola Restoran Dio Praji Anugrah menyampaikam, di hari biasa pihaknya membuka restoran mulai pukul 09.00 - 23.00 WIB. "Karena Covid-19 ini kita bukanya hanya sampai jam 5 sore," ujarnya, Senin (19/10).

Bagi pecint foto, restoran ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena banyak sisi-sisi yang bisa dijadikan spot, seperti pemandangan sungai, Jembatan Siak, sunset, dan lain-lain untuk memperindah feed Instagram, atau hanya sekadar kenang-kenangan.

Pemandangan sore dari atas kapal


Fasilitas yang diberikan juga lumayan lo, meskipun berlayar di kala senja jangan khawatir tidak sempat salat, pasalnya Quantung Cruise juga menyediakam musala, dan toilet. Namun, selama pandemi ini disarakankan pengunjung membawa alat salat masing-masing ya.

Untuk menikmati santapan dan pemandangan, kapal akan berlayar selama 1,5 jam. Ada dua rute yaitu dari Dermaga Rumah Singgah Tuan Kadi kemudian menuju ke Jembatan Leighton 2. Kemudian rute kedua adalah dari Dermaga Rumah Singgah Tuan Kadi ke Kelenteng Dewi Samudra.

Di sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan dihibur dengan live music, serta penjelasan terkait sejarah Senapelan.

Sementara untuk harga, pengunjung dapat memilih harga sesuai dengan keinginan, untuk dek bawah per orang seharga Rp145 ribu, dek atas Rp175 ribu, dan VIP Rp195 ribu. Harga tersebut sudah termasuk menu makanan khas melayu berupa asam pedas patin, ayam, daging, udang sungai, kalio jengkol, buah segar, sambalado tanak, dan sambal lado terasi. 

Menu yang dihadirkan


Bagi yang hanya ingin berfoto-foto saja, juga dapat menikmati paket wisata seharga Rp65 ribu per orang. Pengunjung bisa menikmati fasilitas yang ada, serta mendapatkan coffe break.

Info lebih lanjut, dapat dilihat di Instagram @quantung.cruise. Pemesanan sementara ini, dilakukan melalui WhatsApp di nomor 08116900755 atau dapat megunjungi laman quantungcruise.com, pastikan reservasi dilakukan satu hari sebelum keberangkatan yaaaa....

Ayo majukan wisata lokal kita... Siapa bilang Pekanbaru cuma itu-itu aja

Sebagai tambahan, saat ini kapal beroperasi di Jumat, Sabtu, dan Ahad yaaaa




Wednesday, September 23, 2020

Wisata Pekanbaru: Bukit Kapur Air Hitam

Bukit Kapur Pekanbaru

Siapa tidak kenal dengan Grand Canyon, sebuah ngarai tebing terjal, yang diukir secara alami oleh Sungai Colorado, dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tidak perlu jauh-jauh ke Amerika Serikat untuk bisa menikmati keindahan Grand Canyon, karena Indonesia sendiri memiliki tempat wisata yang digadang-gadang seperti Grand Canyon Amerika punya, yaitu Bukit Kapur Air Hitam.

Bukit Kapur, berada di Jalan Syamsul Bahri, Air Hitam, Pekanbaru, Riau menjadi salah satu wisata alam instagramable yang wajib dikunjungi. Bukit Kapur ini begitu spesial, selain bentuknya yang mirip Grand Canyon, bukit ini adalah wisata alam, dimana tidak ada orang yang berkata tidak jika ada yang menyebut Pekanbaru cukup minim wisata alam.

Berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota, kalau Kamu masuk dari Jalan Garuda Sakti, belok ke Jalan Air Hitam, kemudian melewati jalur dua, lihat-lihat ke kiri, Kamu akan menemukan Jalan Syamsul Bahri. Bukit Kapur bisa menjadi tempat berwisata untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang-orang tercinta di kala senggang. Suasana sore hari dapat menjadi pilihan terbaik untuk berburu foto, temaram senja akan membuat foto yang dihasilkan memiliki nilai estetika tersendiri.

Memiliki luas sekitar 1,2 hektar, membuat siapa saja pasti puas berjalan-jalan mengeliling Bukit Kapur. Bukit Kapur ini adalah sebuah perbukitan yang terbentuk dari tanah merah, tinggi dan menjulang menyerupai tebing. Wisatawan yang berkunjung bisa masuk di sela-selanya, memiliki lebar kurang lebih 2 m, cukup aman untuk berjalan berama-ramai.

Saat awal masuk mungkin pengunjung tidak menyadari, akan keindahan dari Bukit Kapur ini. Perlu berjalan beberapa puluh meter untuk sampai di lokasi. Bak labirin, Bukit Kapur menawarkan sela-sela yang bisa dimasuki oleh banyak orang. Dari sela tersebut, pengunjung dapat berbelok, dan menemukan jalan tersendiri untuk menyusuri Bukit Kapur.

Bukit Kapur Air Hitam Pekanbaru


Bukit Kapur ini memiliki warna kemerah-merahan berpadu dengan putih, di beberapa tempat lainnya warna krim lebih mendominasi. Paduan warna-warna tersebut akan memanjakan pengunjung yang datang di Bukit Kapur.

Meskipun demikian, pengunjug tidak perlu khawatir tersesat, karena jalan keluar sangat mudah untuk ditemukan. Pastikan membawa teman, karena mengunjungi tempat instagramable tidak sah jika tidak mengabadikan gambar.

Biaya masuk sendiri, pengelola menarifkan Rp10 ribu untuk orang dewasa dan remaja, Rp5 ribu untuk anak-anak. Tempat ini juga bisa dijadikan lokasi epic untuk melakukan prewedding. Sangat disarankan, bagi pengunjung yang datang untuk membawa minuman secara mandiri, karena lokasi wisata Bukit Kapur masih terbilang baru sehingga belum ada masyarakat yang berjualan di area tersebut. Apalagi menyusuri Bukit Kapur yang sangat luas juga akan menguras tenaga.

Kendati masih baru, akses ke lokasi bisa dijangkau dengan menggunakan sepeda motor atau mobil, jangan khawatirkan tempat parkir, karena pengelola telah menyediakan tempat yang cukup untuk memarkirkan kendaraan. Harga tiket juga sudah termasuk biaya parkir, sehingga pengunjung tidak perlu membayar dua kali.

Untuk pengunjung yang suka menggunakan angkutan umum, pergi ke Bukit Kapur lebih baik menggunakan armda online atau ojek online dan sejenisnya. Karena halte terdekat memiliki jarak yang cukup jauh jika harus ditempug dengan berjalan kaki.

Pengelola sendiri menyarankan kepada pengunjung untuk tidak datang saat sedang hujan, atau setelah hujan, pasalnya bukit yang terbentuk dari tanah merah bisa saja menyebabkan longsor sewaktu-waktu, atau jalan becek sehingga menyulitkan untuk berjalan.

Bukit Kapur Air Hitam Pekanbaru

 

Selain berjalan-jalan di sela-sela tebing, pengunjung juga dapat mendaki hingga ke puncak tebing. Dari sini pengunjung dapat melihat pemandangan dari berbagai sisi.

Sebagai pertimbangan, Pekanbaru memiliki cuaca yang cukup panas di siang hari, pakailah outfit yang nyaman, lengkap dengan aksesoris yang kece, agar sinar matahari tidak menghalangi aktivitasmu ketika menjelajahi Bukit Kapur, terlebih tidak ada pepohonan yang bisa melindungimu dari sengatan sinar matahari. Membawa payung, dan kacamata mungkin dapat menjadi pilihan yang dapat dipertimbangkan.

Sebagai wisatawan yang bijak, sudah sepantasnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tong sampah, masukkan sampahmu ke dalam tas, dan buang ke tempatnya jika sudah menemukan tong sampah.

Jadi, jangan bilang lagi jika Pekanbaru tidak ada wisata alam ya.





 

Sunday, July 26, 2020

Rekomendasi Tempat untuk Malam Minggu Romantis di Pekanbaru

Hai teman-teman, kalian kalau malam mingguan sama orang-orang terkasih, tersayang di mana aja sih? Mungkin sebagian masyarakat yang tinggal di Pekanbaru akan menjawab di mal, di stadion, atau jalan-jalan berboncengan melewati jalanan kota sambil mengobrol ringan.

Sebagian lagi mungkin sudah tahu tempat-tempat lain yang lebih romantis, atau lebih seru untuk menikmati malam minggu. Berikut aku akan memberikan rekomendasi tempat untuk malam minggu romantis di Pekanbaru. Jadi rekomendasi ini bukan hanya untuk pasangan saja ya, tali juga bisa datang bersama sahabat sekadar makan dan foto-foto.

1. Pasar Malam The Zuri Hotel

Pasar Malam The Zuri Hotel Pekanbaru

Konsep yang diusung adalah all you can eat. Jadi Kamu bisa makan sepuasnya mau tambah berapa aja, asal hidangannya masih ada dibolehkan lo. Ya namanya juga all you can eat.

Untuk menu-menu sendiri, jangan khawatir. Karena The Zuri Hotel juga menyajikan menu-menu lokal, seperti bakso, pempek, sate, dan lain-lain. Selain itu juga ada berbagai makanan manis yang dijamin bakalan menggagalkan dietmu, seperti donat, piza coklat, berbagai jenis cake, es krim, dan minuman-minuman lain.

Pasar Malam The Zuri Hotel Pekanbaru

Untuk dapat menikmati itu semua harganya hanya Rp98 ribu per orang. Buka mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB. Jangan lupa reservasi terlebih dahulu.

2. Foxycoustic Skydining di lantai 15 Hotel Fox

Pemandangan dari Lantai 15 Hotel Fox

Siapa bilang di Pekanbaru tidak bisa menikmati malam romantis sambil melihat kota di atas ketinggian. Fox Hotel bisa mewujudkan keinginan kalian lo. Ditemani semilir angin malam, serta live music yang dihadirkan tentu saja akan membuat malam Minggu semakin menyenangkan.

Lantai 15 Hotel Fox ini juga sangan estetik untuk memberi makan akun instagram kalian. Terdapat sebuah kolam yang menghadap langsung dengan pemandangan Kota Pekanbaru. Duduk berlama-lama di sini juga sangat nyaman, salah-salah bisa ketiduran akibat buaian angin malam.


Untuk menu-menunya cukup terjangkau, mulai dari Rp25 ribuan. Bisa dicek di katalog Whatsapp bisnis Fox Hotel. Silahkan simpan nomor +62 761 7415999, dan lihat di data profil Whatsapp. Di situ akan ada katalog tentang harga-harga setiap makanan dan minuman. Jadi bisa menyiapkan budget yang cukup.

3. Barbeque Night di Hotel Dafam

Barbeque Night di Hotel Dafam Pekanbaru

Nah buat Kami yang lebih menyukai makanan yang dibakar-bakar. Bisa deh coba BBQ Night-nya Hotel Dafam. Mulai dari daging, jagung, hingga seafood dan lainnya. Sama seperti Pasar Malam The Zuri, di sini konsepnya juga all you can eat alias bisa makan sepuasnya.

Kalau di Hotel Dafam BBQ-annya di halaman, jadi bisa sambil melihat orang-orang yang lewat di jalan. Syukur-syukur bisa lihat mantan, jadi bisa sekalian pamer.

Pilih-pilih makanan manis

Tak hanya menu bakaran, juga ada menu lain, seperti sup, dan nasi goreng. Makanan manis juga banyak disediakan, buahnya juga pasti tak ketinggalan. Chef Hotel Dafam juga ada aksi masak-memasaknya lo. Selain itu untuk menambah romantis malam Sabtu atau malam Minggu, juga disediakan live music. Barangkali Kamu ingin menyumbangkan lagu spesial buat yang tersayang, juga bisa. Hahaha.

Untuk harga sendiri Barbeque Night ini hanya Rp75 ribu per orang. Bisa reservasi terlebih dahulu atau datang secara langsung. Buka mulai 19.00 - 22.00 WIB.

Nah itu dia beberapa rekomendasi tempat untuk malam Minggu romantis di Pekanbaru. Sebagai catatan, setiap hotel biasanya punya program berbeda-beda dan bisa berubah kapan saja, jadi jangan lupa cek Instagram sebelum reservasi ya.

Terkait protokol kesehatan jangan khawatir, hotel-hotel biasanya selalu memerhatikan hal-hal untuk mencegah penyebatan Covid-19 di areanya.