Sunday, October 10, 2021

Manfaatkan Lain dari Kulit Jengkol

Kulit jengkol kering

Kulit jengkol biasanya dibuat apa ya? Bagi orang-orang yang kreatif dan inovatif, kulit jengkol bisa dimanfaatkan untuk apa saja. Banyak artikel yang memuat pemanfaatan kulit jengkol di bidang kesehatan. Namun, ada manfaat lain lagi dari kulit jengkol. 

Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengan empat mahasiswi Universitas Islam Riau (UIR). Mereka ini adalah Cut Aida Rosa, Putri Selaras, Haliza Nurdilla, dan Ghina Salsabila Fajri. 

Berawal dari kegemaran makan jengkol, mereka berinovasi membuat kulit jengkol menjadi lebih berharga. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Melihat kandungan-kandungan yang dimiliki kulit jengkol, mereka pun mencoba membuat handsanitizer yang diberi nama Jengkizerr. 

Mereka bercerita, jika bijinya dibuat untuk masakan, maka kulitnya diambil untuk diolah. Terkadang mereka juga membeli kulit jengkol dari pasar terdekat, katanya selain mengurangi sampah kulit jengkol, juga dapat membantu perekonomian. 

Berbicara tentang jengkol, pasti yang pertama kali terpikir adalah baunya yang menyengat, apalagi jika diaplikasikan ke tangan sebagai handsanitizer. Tenang saja, mereka juga memikirkan masalah ini dan sudah menemukan solusinya. 

Kenapa kulit jengkol bisa dijadikan handsanitizer? Ternyata kulit jengkol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, steroid atau triterpenoid, saponin, protein, fosfor, vitamin A, vitamin B, dan kalsium. Selain itu kulit jengkol juga  bersifat antioksidan. 

Inovasi ini juga berhasil lolos pendanaan pada kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UIR. Tim ini berada dibawah bimbingan luar biasa dari Dosen Dr Prima Wahyu Titisari SSi MSi. Hebat banget mereka ya, aku kuliah dulu ngapain aja ya. 

Bagaimana cara pembuatannya? Wanita-wanita keren ini mengatakan, meskipun mereka membuatnya di laboratorium UIR, tapi tak menutup kemungkinan untuk membuat handsanitizer dari kulit jengkol ini di rumah. Asalkan alatnya ada. 

Hal yang harus dilakukan pertama, tentu saja mencari kulit jengkol, lalu dibersihkan. Setelah itu dipotong kecil-kecil, lalu diblender kasar, alias tidak perlu terlalu halus. 

Sesudah didapatkan hasil blenderan, letakkan di atas nampan, tutup di atasnya menggunakan kertas atau koran, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. 

Jika sudah kering, diblender lagi. Nah pemblenderan kali ini dilakukan hingga menjadi bubuk. 

Proses selanjutnya adalah maserasi. Maserasi yaitu metode ekstraksi dengan proses perendaman bahan dengan pelarut. Pelarut yang digunakan bukan etanol. Mereka menggunakan Aquades (air yang dimurnikan). Rendam bubuk dalam wadah bersama Aquades. Pastikan bubuknya benar-benar tenggelam, lalu biarkan beberapa hari.

Proses pembuatan Jengkizerr

Setelah ini, jangan direndam saja. Sesekali harus tetap diaduk. Jika dirasa sudah cukup, lakukan penyaringan menggunakan kain flanel. Penyaringan dilakukan dua kali, di penyaringan kedua gunakan kertas saring. Filtrat yang telah didapatkan kemudian dimasukkan dalam wadah dan diberi essential oil untuk menghilangkan aroma jengkol. 

Masukkan ke dalam botol spray, dan handsanitizer siap untuk digunakan. 

Memasukkan ke dalam botol spray

Berikut takaran yang digunakan untuk tiga botol (100 ml) handsanitizer.

- 3 kg kulit jengkol = 500 gr bubuk kulit jengkol

- Aquades = Selain menenggelamkan bubuk di wadah, banyaknya Aquades harus dua kali lipat dari tinggi bubuk dalam wadah.

- 30 hingga 40 tetes essential oil. 

Handsanitizer ini diklaim lebih sehat daripada handsanitizer beralkohol. Penggunaan handsanitizer beralkohol yang digunakan secara terus menerus dan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kandungan pada kulit jengkol dapat menggatikan alkohol pada handsanitizer sehingga lebih sehat untuk digunakan, dan tidak membuat kukut kering. 

Produk ini bisa dilihat dan dipesan melalui Facebook, Instagram, Shopee, dan lain-lain, dengan nama Jengkizerr.

Handsanitizer dari jengkol: Jengkizerr

Jadi bagaimana? berniat mencoba Jengkizerr karya mahasiswa UIR ini?

Monday, September 27, 2021

Review Natural Skincare: The Twin Cream dari eBright

 

The Twin Cream eBright Skin

Membahas masalah dunia per-skincare-an memang tidak ada habisnya. Di tulisan kali ini aku akan me-review tentang natural skincare dari eBright Skin yaitu The Twin Cream.

Sebelum itu, aku mau cerita terkait kondisi wajahku sebelum memakai The Twin Cream dari eBright Skin Wajahku sedikit berjerawat, dan banyak bekas-bekas jerawat, tidak terlalu berminyak, dan tidak terlalu sensitif. Jerawat kerap datang terlebih saat datang tamu bulanan.

Aku memang berencana beralih skincare, karena skincare yang pernah aku pakai sebelumnya memunculkan tanda-tanda breakout. Sebelum bertambah parah, aku menghentikan pemakaian salah satu produk skincare selama beberapa pekan, sebelum aku mencoba beralih ke natural skincare dari eBright.

Setelah aku searching dan membaca artikel-artikel terkait skincare, ternyata natural skincare memiliki banyak manfaat, seperti salah satunya mengurangi kerusakan kulit, dan turut menjaga kelestarian lingkungan, bisa digunakan di semua jenis kulit, menutrisi dan bekerja lebih optimal, dan aman digunakan jangka panjang.

eBrigh mengklaim natural skincare The Twin Cream dipastikan tanpa alkohol, tanpa parfum, tanpa paraben, tidak diujicobakan pada hewan, aman untuk ibu hamil dan menyusui, tidak mengandung bahan berbahaya, berbahan alami, dan merupakan probiotik skincare.

Berbicara tentang probiotik, probiotik adalah mikroorganisme hidup/bakteri baik yang memberikan manfaat kesehtan bagi tubuh. Penelitian menunjukkan, beberapa probiotik memberikan bakteri sehat untuk menyeimbangkan pH kulit dan melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, probiotik utnuk kulit juga bisa melawan radikal bebas, membantu peremajaan kulit, membantu mengurangi jerawat, membantu menenangkan kemerahan pada wajah, meningkatkan dan melindungi penghalang kulit, mempertahankan tingkat hidrasi dan kelembaban, mencegah penuaan dini, dan meminimalkan pori-pori dan kontrol minyak.

The Twin Cream

Akhirnya aku memutuskan untuk memakai natural skincare The Twin Cream. Krim ini memiliki bahan natural dan kaya akan kandungan probiotik. Sesuai denan namanya, The Twin Cream tentunya ada dua produk yaitu Matcha O’cica Soothing Cream dan Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advance Luminous Cream.

Matcha O’Cica Soothing Cream

Matcha O’Cica Soothing Cream

Krim ini diklaim cocok untuk kulit berjerawat, kulit berminyak, kulit kering, dan kulit peradangan. Kandungan-kandungan di dalamnya dikatakan bisa menenangkan dan mengobati jerawat, mengontrol produksi minyak, membuah wajah terlihat lebih halus karena pori-pori yang semakin  mengecil, dan menjaga hidrasi wajah, serta cocok untuk semua jenis kulit.

eBright juga memastikan natural skincare Matcha O’Cica Soothing Cream bisa digunakan oleh ibu hamil, menyusui, hingga remaja di atas 14 tahun.

Komposisi: matcha (mengecilkan proi-pori, mengurangi jerawat & mengontrol minyak berlebih, centela asiatica (menenangkan kulit, merangsang regenerasi sel kulit dan menghilangkan jerawat), niacinamide (memperkuat skin barrier dan mencerahkan kulit, aloe vera (mengurangi peradangan dan menghidrasi kulit), madu (antimikroba dan anti inflamasi).

Hydrolyzed hyaluronic acid (melindungi kadar air di setiap lapisan kulit dan mengunci kelembaban kulit, vitamin E (membantu pembentukan kolagen untuk meningkatkan elastisitas kulit), dan kefir (probiotik yang membantu meremajakan kulit dan melawan radikal bebas).

Matcha O’Cica Soothing Cream

Full Ingredients: water, disodium EDTA, allantoin, polyacrylate-13, polyisobutene, polysorbate-20, glycerine, catearyl alcohol, glyceryl stearate, PEG-40, stearate, ceteareth-20, cetyl alcohol, dimethicone, stearic acid.

Etylhexylglycerin, phenoxyethanol, centella asiatica (leaf) extract, elaeis guineensis oil, honey, camelia sinensis leaf extract, lactobacillus/ milk ferment filtrate (kefir), hydrolyzed hyaluronic acid, niacinamide, PEG-40 hydrogenated castrol oil, aloe barbadensis leaf extract, propylene glycol, potassium sorbate, sodium benzoate, citric acid, sodium metabisulfite.

Tocopheryl acetae, E102, C.I. 19140, FD&C yellow 5, acid yellow 23, food yellow 4, trisodium 1-(4-sulfonatophenyl)-4-4(4- sulfonatophenylazo)-5-pyrazonlone-3-carboxylate), brilliant blue FCF, acid blue 9, erioglaucine, black PN/black C/black VI.

Kemasan

Kemasan Matcha O’cica Sooting Cream ini travel size dengan wadah berwarna putih dipadu dengan tutup berwarna hijau, enak dipegang, dan isinya lumayan penuh. Wadah yang dipakai juga tidak terlalu besar. Biasanya, beberapa produk menggunakan wadah besar meskipun isinya sedikit.

Untuk ukuran ada dua yaitu 10 gram dan 5 gram dengan harga Rp75 ribu (10 gram) dan Rp42 ribu (5 gram).

Produk natural skincare dan produk skincare yang baik adalah yang terdaftar di BPOM. Matcha O’cica Soothing Cream sudah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18210106340, dan memiliki nomor halal 00150095890519.

Matcha O’Cica Soothing Cream

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream 

Kembarannya Matcha O’Cica. Jika kembarannya tadi cocok untuk kulit berjerawat, Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream ini mampu menangani masalah kulit, seperti kulit kusam, flek hitam, kulit kering, dan tanda-tanda penuaan dini.

Krim ini didampingi oleh lactobacillus/milk ferment filtrate debagai probiotik, yang sangat menghidrasi tanpa minyak berlebih. Produk ini bisa menjadi jawaban jika menginginkan produk hydrating, brightening, dan anti aging dalam satu krim wajah saja.

Produk ini, juga cocok untuk semua  jenis kulit, bisa dipakai oleh ibu hamil, menyusui, hingga remaja di atas usia 14 tahun.

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream

Komposisi: daily cream ini mengandung niacinamide 4% (memperkuat skin barrier dan mencerahkan kulit), turmeric (sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV), propolis (antimikroba dan anti-inflamasi), hyaluronic acid (melindungi kadar air di setiap lapisan kulit dan mengunci kelembapan kulit).

Vitamin E (membantu pembentukan kolagen untuk meningkatkan elastisitas  kulit), vitamin C (mengurangi keruput dan tanda-tanda penuaan), arbutin (mengatasi hiperpigmetasi dan kulit kusam), dan kefir (probiotik yang membantu meremajakan kulit dan melawan radikal bebas).

Full ingredients: water, disodum EDTA, allantoin, polyacrylate-13, polyisobutene, polysorbate-20, glycerine, cetearyl alcohol, dimethicone, stearic acid, ethylhexylglycerin, phenoxyethanol, niacinamide, propylene glycol, curucuma longa (root) extract, citric acid.

Sodium benzoate, potassium sorbate, butylene glycol, glycyrrhiza glabra root extract, 3-O-ethyl ascorbic acid, alpha arbutin, hydrolyzed  hyaluroic acid, propolis extract, polysorbate-60, lactobacillus /milk ferment filtrate (kefir), epilobium angustifolium flower/leaf/stem extract, sodium metabisulfite, tocopheryl acetate (vitamin E).

Seperti kembarannya, produk ini juga telah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18210105760, dan mengantongi label halal dengan nomor 00150095890519.

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream 

Untuk ukuran juga tidak berbeda dengan Matcha O’Cica, ada yang 10 gram (Rp85 ribu), dan kemasan 5 gram (Rp47 ribu). Untuk warna kemasan adalah putih dipadu dengan tutup wadah berwarna peach.

Review Natural Skincare: The Twin Cream

Jujur, aku cukup puas denan krim kembar ini. Dari awal pemakaian tidak ada masalah berarti yang muncul. Karena aku berjerawat, aku memakai Matcha O’Cica Soothing Cream, terlebih saat jerawat masih merona.

Aku juga memakai Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream, agar wajahku yang berjerawat bisa kembali mulus.

By the way, aku memakainya bergantian, kadang pakai Matcha O’Cica, dan setelah merasa jerawat tidak meradang, aku memakai krim kembarannya. Tentu saja, pemakaiannya tidak bersamaan ya.

Setelah pemakaian dua minggu, memang bekas jerawat tidak serta merta hilang, namun jerawat mulai berkurang, dan sudah tidak ada yang merah merona. Bekas-bekas jerawat juga perlahan mulai menghilang.

Tentu saja, pemakaian skincare harus rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Aku cukup puas dengan hadirnya The Twin Cream ini.

O ya, aku mengingatkan, setiap kulit wajah itu berbeda-beda, ada yang cocok dengan produk tertentu dan ada yang tidak. Tapi, berdasarkan pengalaman aku sendiri, kulit wajahku tidak terlalu rewel selama pemakaian natural skincare: The Twin Cream.

Apakah ini recomended, aku jawab Ya.

Cara Penggunaan

Jangan salah-salah ya, urutan siang: facial wash + toner + serum + Matcha O’cica Soothing Cream/ Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream + sunscreen.

Urutan malam: facial wash + toner + serum + Matcha O’cica Soothing Cream/ Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream.

Penggunaannya, tinggal dioles secara merata.

Pembelian bisa dilakukan di marketplace berikut:

Shopee: @egyptianbeautyskin

Tokopedia: eBright Skin Official

Halalpedia: eBright Skin Official


 

Thursday, September 16, 2021

Cara Praktis Manfaatkan Minyak Jelantah

 


Biasanya minyak jelantah alias minyak bekas pakai yang sudah tidak bisa digunakan lagi itu dibuang sia-sia. Ternyata ada cara prakris manfaatkan minyak jelantah lo, tak hanya menjadi lebih berguna, tapi juga bisa menghasilkan cuan. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah yaitu dengan menjualnya kembali. Eits, bukan jual ke sembarang orang ya, tapi ke orang yang tepat agar bisa digunakan dengan baik, bukan untuk hal yang bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup. 

Kita harus tahu, membuang sembarangan minyak jelantah memiliki dampak buruk untuk lingkungan. Sebagai informasi limbah minyak goreng alias minyak jelantah ini termasuk limbah non B3, yang juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat menyumbat drainase. Saluran air akan menjadi kotor dan tersumbat, sehingga dapat menjadi tempat bagi bakteri berkembang biak, dan tentu saja menimbulkan penyakit. 

Membuang di tanah, juga bukan solusi yang baik. Bagaimana tidak, minyak jelantah yang terserap ke tanah akan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Kalau sudah menggumpal tanah akan menjadi lebih keras, dan bsisa menyebabkan banjir. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah, tak hanya memberikan keuntungan di sisi ekonomi, tapi juga akan berdampak baik untuk lingkungan. 

Beberapa waktu yang lalu, aku berjumpa dengan pengusaha yang bergerak di bidang minyak jelantah ini, yaitu Pimpinan CV Arah Baru Sejahtera M Rizky Ramadhan. 

Ia bercerita banyak hal tentang pemanfaatan minyak jelantah, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah, karena minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Bang Rizky saat menunjukkan proses filtrasi minyak jelantah

Selain melihat minyak jelantah dari sisi ekonomi, sisi lingkungan juga menjadi perhatin khusus. Selama ini, banyak pelaku usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menggunakan minyak sebagai bahan utama dalam membuat makanan, terlebih yang goreng-menggoreng. 

Pihaknya bersedia membeli minyak jelantah dari masyarakat atau pun UMKM. Untuk apa sih minyak jelantah tersebut? Tentu saja bukan untuk dikonsumsi tubuh ya... 

Rizky menuturkan, minyak jelantah, khususnya jelantah sawit memang sengaja dikumpulkan untuk diekspor ke luar negeri, nantinya minyak jelantah ini akan menjadi bahan baku dalam pembuatan biodiesel. 

Biodiesel adalah bahan bakar untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan biosolar. Namun, biodiesel ini lebih banyak dipakai untuk kendaraan di luar negeri seperti dari negara-negara di Eropa sana. 

CV Arah Baru Sejahtera memiliki program Bank Jelantah Pekanbaru, sebuah program untum masyarakat, lingkungan, kesehehatan, dan ekonomi. Inovasi ini membantu masyarakat dan pelaku usaha, baik itu UMKM, kafe, hingga restoran. Program ini juga bekerja sama dengan Yayasan Cinta Umat, dalam program sedekah jelantah. 

Dari minyak jelantah ini, bisa membantu hanyak pihak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. 

Caranya menjualnya bagaimana, gampang kok. Bisa melalui Bank Jelantah yang ada di berbagai kabupaten atau kota di Riau. Bank Jelantah Bengkalis, Bank Jelantah Duri, Bank Jelantah Tembilahan, dan lain-lain. Bagi masyarakat Pekanbaru juga bisa langsung datang ke Pergudangan Golden City Nomor B10, Jalan Air Hitam Pekanbaru. 

Berapa Harganya?

Nah ngomongin masalah duit, harga yang ditawarkan adalah Rp7 ribu per kilogram minyam jelantah. Harga ini harga standar, terkadang bisa lebih dari itu. Jadi daripada dibuang sia-sia lebih baik dijual bukan? 

Setiap bulannya, Rizky mengekspor sekitar tiga kontainer, dk mana setiap kontainer menampung sekitar 21 ton minyak jelantah. 

Proses sebelum diekspor, minyak jelantah terlebih dahulu harus disaring atau di-filter. Selain itu, juga dilaksanakan uji lab untuk menentukan spesifikasi sesuai dengan yang diminta oleh negara tujuan ekspor minyak jelantah ini. 

menurunkan minyak jelantah dari pick up untuk ditimbang dan di-filter

Tentu saja, diharapkan dengan hadirnya Bank Jelantah, dapat menjadi cara praktis manfaatkan minyak jelantah, sehingga alih-alih minyak jelantah menjadi limbah tak berguna, namun menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Tertarik?

Sunday, September 12, 2021

Liburan Dadakan dan Low Budget ke Sumatera Barat (Sumbar)

Pantai Puruih

Setelah sekian lama terkungkung di Pekanbaru dan hampir tidak pernah liburan akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 lalu, akhirnya aku diberikan kesempatan untuk menjejakkan kaki ke Ranah Minag lagi. Hingga akhirnya bisa menulis Liburan Dadakan dan Low Budget ke Sumatera Barat (Sumbar).

Di suatu hari yang cerah, masuk sebuah pesan di Group Teknokra Jejama, grup pelatihan jurnalis mahasiswa yang dibentuk sekitar tahun 2016 lalu. Pesan tersebut adalah undangan resepsi pernikahan salah satu anggota grup, yang berasal dari Padang, Sumbar.

Kemudian masuk pesan pribadi dari Ade, anggota dari Riau, sedikit nostalgia ya, peserta dari Riau dalam pelatihan itu ada Aku, Ade, Sofi, Azizah, dan Marta. Ade mengajak untuk datang ke pesta Uda Revo di Padang sekalian melepas letih dari pekerjaan. Aku hanya membalas akan mengabari jika waktu sudah dekat, pasalnya jam kerja yang tidak menentu sedikit menyulitkanku untuk menjanjikan hari.

Awalnya kami berencana untuk naik bus atau travel ke Sumbar, memerlukan waktu sekitar 6-8 jam perjalanan. Karena resepsi pernikahan hari Sabtu, kami merencanakan berangkat pada Jumat malam, dan pulang Ahad malam. Aku sempat ingin membatalkan rencana berangkat, terlebih sudah beberapa kali izin dari kantor, segan pula jika mengajukan izin lagi.

Namun, iseng-iseng aku meminta izin ke atasan, dan ternyata ia memberikan izin asal tugas dan kewajiban terselesaikan dengan baik.

Sebelumnya, teman-teman satu grup main, pernah mengajak untuk berlibur, namun tak kunjung terlaksana dan masih menjadi wacana. Aku pun berencana mengajak mereka, siapa tahu mereka ingin ikut. Akan sangat menyenangkan jika berbagi momen liburan bersama.

Gayung bersambut, anggota grup menyetujui, bahkan Bang Ridho siap menyediakan mobil dan tempat menginap selama di Sumbar, kata dia sekalian jumpa istri. Akmal juga menyambut baik, dan bersemangat dengan usulan pergi ke Sumbar. Kak Kiki meskipun ragu-ragu, akhirnya ia mendapatkan izin dari orang tua untuk pergi bersama kami. Hanya Laras dan Sofi yang berhalangan untuk menyertai.

Pergi ke Sumbar

Jumat malam kami berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB lewat sedikit. Aku sudah makan malam dengan kenyang plus minum antimo agar tidak mabuk. Karena perjalanan ke Sumbar cukup jauh, aku harus mempersiapkan diri dengan baik.

Benar saja dugaanku, baru sampai Bangkinang, Kampar, aku sudah muntah-muntah mengeluarkan semua isi perut. Untung saja aku sudah menyediakan 15 kantong muntah untuk berjaga-jaga. Dari jumlah tersebut, aku menghabiskan 5 kantong saat mencapai Kelok Sembilan.

Di sana kami istirahat sejenak, menikmati dinginnya malam, dan semilir angin sejuk di Kelok Sembilan. Tak lupa memesan teh ditemani semangkuk mi rebus untuk menghangatkan diri. Aku yang sudah puyeng dan lemas hanya bisa makan sekadarnya. Untung saja aku pemabuk profesional, di mana selain menyiapkan kantong aku juga mengusahakan untuk makan setiap kali muntah, agar muntah ke depannya tidak terasa sakit.

Perjalanan dilanjutkan lagi, dan aku mengeluarkan kembali mi rebus bercampur teh dari lambungku. Untung saja, muntah ini menjadi muntah terakhirku hingga perjalanan pulang.

Kami menghabiskan malam yang hening dengan tidur, kecuali Bang Ridho yang fokus menyetir. Kemudian kami berhenti di Padang Panjang, dan beristirahat sejenak di musala sembari menunggu subuh tiba. Mungkin Bang Ridho sudah lelah menyetir tanpa ada yang menggantikan.

Perjalanan dilanjutkan setelah salat subuh, fajar belum lagi menyingsing, Bang Ridho sudah menginjak kembali pedal gasnya. Aku yang cukup tidur menikmati perjalanan pagi hari itu menuju rumah keluarga Bang Ridho, sebelum akhirnya berangkat ke Kota Padang untuk menghadiri resepsi.

Di tempat keluarga Bang Ridho kami beristirahat sejenak, mandi, berbincang-bincang, dan sarapan lontong yang disuguhkan empunya rumah.

Kota Padang

Sebelum ke resepsi pernikahan, kami diajak keliling-keliling kota oleh Bang Ridho, selain supir handal, ia juga berasal dari Sumbar. Kami menikmati pemandangan yang tidak ada di Kota Pekanbaru, seperti bukit-bukit yang menghiasi pemandangan kota, kereta api yang melintasi jalan raya, hingga pantai di tepi jalan raya, sangat indah bukan.

Awalnya aku mengira, akan terlebih dahulu ke resepsi pernikahan, tapi ternyata kita malah diajak mampir dulu ke Pantai Puruih. Sebenarnya tidak masalah, tapi ini membuat aku terlihat seperti salah kostum, kostum kondangan untuk main ke pantai. Tapi tidak apa-apa, siapa juga yang peduli, toh mereka juga tidak kenal.
Pantai Puruih

Di Pantai Puruih, kami menikmati pemandangan laut luas sejauh mata memandang. Bediri di batu-batu pemecah karang sambil berfoto, atau bermain air. Cukup banyak masyarakat yang menikmati pagi bersama orang-orang terkasih di pantai ini.

Selfie di Pantai Puruih

Meski kurang puas, akhirnya waktu makan siang tiba dan kami bertolak menuju resepsi pernikahan Uda Revo yang menjadi tujuan kedatangan kami ke Sumbar.

Berfoto bersama Uda Revo dan istri


Pulau Pasumpahan

Pulau Pasumpahan

Berjarak sekitar dua jam lebih dari Kota Padang, usai menghadiri resepsi Uda Revo kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Pulau Pasumpahan. Kenapa baru diputuskan, karena sebenarnya kami tidak tahu harus ke mana. Yang kedua, tentu saja karena biaya ke Pasumpahan lebih murah dibandingkan pulau-pulau lainnya.

Sesampainya di Sungai Pisang, yaitu pesisir sebelum bertolak ke pulau-pulau tempat liburan di Sumbar, kami bernegosiasi terkait tarif yang harus dibayar. Awalnya, ada sesorang yang menawarkan Rp80 ribu per orang untuk menyeberang ke Pulau Pasumpahan, tapi belum termasuk tiket masuk.

Tentu saja keberatan dong, karena di hari biasa saja jika pandai menawar bisa Rp50 ribu sudab termasuk akses masuk ke pulau. Akhirnya kami mencari yang lain, dan putus di harga Rp70 ribu per orang sudah termasuk tiket masuk pulau. Ini termasuk mahal, tapi mungkin karena pamdemi ini jadi sedikit berimbas.

Kami membawa barang seperlunya untuk ke Pulau Pasumpahan, seperi air minum dan baju ganti.

Sesampainya di sana kami menyewa tikar kecil seharga Rp15 ribu untuk menumpuk barang. Jangan Kau tanya tentang keindahan Pasumpahan, tentu saja sangat indah, ada lokasi untuk berenang dengan ombak yang ramah, airnya berwarna biru jernih, dan tentu saja asin. Selain foto dan berenang, juga bisa bermain ayunan di tepi pantai. Ada juga gazebo-gazebo yang bisa disewa.

Berenang di Pasumpahan

Saat aku ke sana, cukup banyak orang yang mendirikan tenda untuk berkemah, rasanya jadi teringat masa-masa kemah di Pulau Sirandah beberapa tahun lalu.


Jangan khawatir, di Pasumpahan fasilitas umum seperti toilet dan musala juga sudah tersedia, dan ini gratis. Menyenangkan bukan?

Apa ada orang berjualan? Ada Sayang ada, mi, buah kelapa, dan lain-lain, ada. Kenapa kami tidak beli? Karena tidak punya uang.

O ya, kami tidak menginap di pulau, karena rencananya kami akan bermalam di Solok setelah dari Pasumpahan. Kami kembali menyeberang dari Pasumpahan ke Sungai Pisang saat matahari hampir tenggelam.

Solok


Setelah menyeberang, salat magrib, dan makan malam, berangkatlah kami menuju Kabupaten Solok, kampung halaman istri Bang Ridho. Ada apa di Solok? ada sawah, gunung, kebun teh, dan danau.

Ada banyak pemandangan sawah di kanan kiri jalan yang kami lewati. Setelah menikmati malam yang nyenyak karena kasur empuk, paginya kami diajak berkeliling Solok dan mengunjungi Danau Singkarak.

Di Solok, Kak Kiki tak henti-hentinya mengajak untuk camping di sawah sembari mencari belut. Tentu saja itu tidak dilakukan kawan.

Pagi itu kami duduk manis di tepi Danau Singkarak sambil menulis beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Ditemani juga dengan mi goreng, pensi langkitang, es teh, serta lagu-lagu anak dari odong-odong yang dikemas dengan menyedihkan.

Menikmati pemandangan di Danau Singkarak

Saat perjalanan pulang dari Solok, kami melewati jalan di sisi Danau Singkarak. Danau ini sangat luas sekali, bahkan aku mengira danau ini adalah laut. Jalan yang kami lalui sangat panjang, tapi Danau Singkarak seperti tak ada habisnya. Semilir angin dari danau yanh menyejukkan, tentu saja membuatku merasa harus membuka jendela mobil selebar-lebarnya, dengan leher melihat ke arah kiri jalan. Amazing.

Berfoto sebelum pulang di tepi jalan yang bersebelahan dengan Danau Singkarak

Ada banyak warung-warung di tepi danau, ada juga warung oleh-oleh di sana. Perjalanan pulang kami ditemani oleh lagu-lagu band tahun 2000 an, lagu India, hingga lagu Aceh bernuansa mistis yang telah di-remix.

Bukittinggi

Kami berpamitan dengan Solok, dan kembali ko Kota Pekanbaru. Tapi tak sah rasanya jika ke Sumbar tanpa singgah ke ikonnya Sumbar yaitu Jam Gadang di Bukittinggi.

Jam Gadang Bukittinggi

Sampai di Bukittinggi saat senja tiba, mega merah terpampang nyata ketika kami tiba di sana. Para muazin berseru melafalkan azan untuk mengajak para muslim dan muslimah menunaikan salat.

Usai salat magrib kami bermain dan menikmati malam di Jam Gadang, duduk-duduk melepas lelah, berkeliling, berbelanja makanan, dan kembali ke mobil untuk selanjutnya terlelap hingga sampai ke Pekanbaru menjelang subuh. 

Berfoto di Jam Gadang sebelum pulang

Satu lagi, kami berbelanja oleh-oleh makanan khas Sumbar di Sanjai Dunsanak setelah dari Bukittinggi.

Itulah perjalanan kami liburan dadakan ke Sumbar. Untuk rincian biaya lain-lain, adalah untuk bensin, akses wisata, ciki-ciki, dan makan.

Ini rincian biaya dari Ibu Bendum kami Kak Kiki:

SUMBAR TRIP TRAVEL RIDHO SILALAHI
Total Pengeluaran Rp. 1.473.000
Dibagi 4 Orang = Rp. 368.000

Total Iuran Awal
Rp. 200.000 x 4 = Rp. 800.000
Iuran Tambahan
Rp. 368.000 - Rp. 200.000 = Rp. 168.000

Rincian Pengeluaran
• Bensin
• Tempat Wisata
• Makan
• Makan
• ...
• Makan

Sekian Terimakasih

Wednesday, September 1, 2021

Review MS Glow Acne Pemakaian Lebih dari 4 Bulan

 

MS Glow

Perawatan wajah memang satu hal yang sangat merepotkan menurutku, selain harus konsisten, setiap kulit wajah hanya cocok pada skincare tertentu. Kali ini aku akan me-review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan, tepatnya hampir lima bulan.

Aku punya masalah jerawat di wajah, meskipun tidak terlalu parah, tapi cukup sakit dan sulit hilang. Biasanya jerawat akan muncul saat datang periode menstruasi, setelah itu hilang dan membekas, kemudian muncul lagi di lokasi yang sama.

Sempat dengar kalau MS Glow ini adalah produk yang sangat bagus, ada banyak review yang tidak hanya kudengar dari beauty influencer, tetapi juga dari orang-orang terdekat, keluarga, teman, dan lain-lain. 

Saat melihat wajah mereka, sangat mulus bahkan nyamuk kalau hinggap bisa langsung tergelincir. Jadilah aku akhirnya memutuskan untuk membeli MS Glow Acne dan sekarang aku akan review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan.

Sebelum aku review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan, aku cuma mau bilang. Setiap kulit wajah itu berbeda-beda, ada yang cocok dan ada yang tidak. Bisa jadi cocok di aku, tapi tidak cocok di orang lain, pun sebaliknya. Apa yang kutulisakan ini murni pengalaman pribadi.

MS Glow ini aman ya, karena sudah terdaftar di BPOM dan juga pernah diuji oleh Youtuber Kecantikan dr Richard Lee, silahkan dicek di chanel-nya ya.

Untuk paket MS Glow Acne ada beberapa produk yaitu, MS Glow Facial Wash, MS Glow Toner, MS Glow Whitening Day Cream, dan MS Glow Acne Night Cream. Semua ini harganya Rp300 ribu. Agar lebih maksimal aku juga pakai MS Glow Acne Serum seharga Rp160 ribu


MS Glow Facial Wash 

MS Glow Facial Wash

Di review MS Glow Acne pemakaian selama lebih dari 4 bulan ini, aku juga memakai MS Glow Facial Wash. Setiap paket MS Glow biasnya tidak ada perbedaan, baik untuk paket acne, luminous, dan ultimate.

MS Glow Facial Wash ini berisi 150 ml, teksturnya cair berwarna oranye. Saat ditekan dibagian atas botolnya akan langsung muncul busa berwarna kuning. Awalnya, aku kurang suka dengan wangi pepayanya, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. Tak perlu berkali-kali tekan, cukup satu kali tekan saja. Facial Wash ini juga sangat awet jika dibandingkan dengan rekan-rekannya.

Ingredients dari MS Glow Facial Wash yaitu potassium cocoate, potassium cocoyl glycinate, glycerin, sodium PCA, niacinamide, fragrances component and finished frafrances, collagen, glycyrrhiza glabra extract, alpha-arbutin, phenoxyethanol, aloe barbadensis extract, papain, palmitoyl hydroxypropyltrimonium amylopectin/glycerin crosspolymer, hydrogenated lecithin, tocopherylacetate, CI 19140, dan CI 42090

BPOM NA 18191232102


MS Glow Acne Toner

MS Glow Acne Toner

Kalau di produknya tertulis, untuk mengatasi kulit berminyak dan berjerawat. Cocok dengan aku yang jerawatan. Cara pemakaiannya bisa dituang ke kapas sebelum dioles, atau langsung disemprotkan ke wajah. Aku biasanya pakai setelah mencuci muka, pagi hari dan malam sebelum tidur.

Komposisi MS Glow Toner yaitu, aqua, butylene glycol, propylene glycol, glycerin, niacinamide, glycyrrhiza glabra extract, phenoxyethanol, fomes officinalis eztract, aloe barbadensis leaf extract, hamamelis virginiana, witch hazel bark leaf extract, morus alba extract, epilobium agustifolium flower leaf stem extract, quaternium 73, disodium EDTA, CI 77499.

POM NA18191233114.

 

MS Glow Whitening Day Cream

MS Glow Whitening Day Cream

Krim ini memiliki netto 12 gram, berwarna oranye lembut, teksturnya padat mirip dengan Kelly (bagi yang pernah pakai), harumnya juga mirip. Aku pakai ini setelah toner terserap.

Komposisi: talc, capric, caprylic triglyceride, beeswax, petrolatum, zinc oxide, titanium dioxide, Ci 77891, ascorbic acid, morus alba root (mulberry) extract, kojic acid, methylene biz-benzotriazolyl tetramethylbutylphenol, aloe barbadensis leaf extract, CI 19140, parfum, CI 15985, CI 19140, CI 15985, dan CI 77492.

BPOM NA 1819123141

Aku sebenarnya tidak masalah dengan tekstur ataupun baunya, tetapi krim siang ini membuat wajah terlihat mengkilat, mungkin ini efek glowing-nya kali ya. Hanya saja aku kurang suka, tapi tetap pakai juga, kadang kutimpa dengan bedak biasa agar mengkilatnya tidak terlihat.


MS Glow Night Acne Cream 

MS Glow Night Acne Cream

Berwarna putih dan tidak sepadat whitening day cream. Tapi sangat cepat habis dibandingkan rekan-rekannya yang lain. Aku lebih suka memakai night acne cream dibandingkan dengan day cream. Ya meskipun aku pakai dua-duanya juga sih.

Komposisi: aqua, stearyl alcohol, isononyl isononanoate, cetyl alcohol, sodium PCA, niacinamide, alpha arbutin, lemon (citrus medica limonum) extract, beeswax, sulfur, phenoxythanol, sunflower oil, fomes officinalis extract, shea butter (butyrospermum parkii), panthenol, triethanolamine, hexamidine, diisethionate, disodium edta, BHT, dan citric acid.

BPOM NA 18190122068


MS Glow Acne Serum 

MS Glow Acne Serum

Serum ini diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat dan berminyak, untuk melawan jerawat, menghilangkan komedo, mencegah jerawat datang kembali, serta mengontrol minyak di wajah. Aku memakai ini hanya saat malam sesuai denan instruksi. Teksturnya cair dan berwarna putih. Pakainya secukupnya biar hemat.

Komposisi: aqua, butylene clycol, glycerin, silica, niacinamide, dimethicone, squalane, centella asiatica extract, sodium carboymethycellulose, salix alba bark extract, dan triethanolamine.

POM NA 18190122623

 

Review MS Glow Paket Acne pemakaian lebih dari 4 bulan ini akan aku review secara keseluruhan.

Pemakaian MS Glow Acne jujur di pekan pertama sempat membuat aku sangat panik, bagaimana tidak, jerawatku semakin meradang dan menjadi matang, serta bertambah banyak. Namun, aku memutuskan untuk tetap memakainya hingga satu pekan ke depan. Sempat aku membaca review di blog dan Youtube, bisa jadi itu adalah detox.

Pekan selanjutnya, perlahan-lahan jerawat mulai menghilang. Wajah menjadi lebih cerah, beberapa teman yang kutemui mengatakan wajahku lebih cerah dibandingkan biasanya, dan terlihat banyak perubahan.

Seiring berjalannya waktu, aku merasa sangat cocok dengan MS Glow Paket Acne ini. “Gila, sebagus itu,” kataku. Namun bukan berarti jerawat tidak berhenti muncul, terutama saat periode menstruasi, tidak parah tapi tetap menyebalkan.

Kulit wajah memang menjadi lebih cerah, jerawat menghilang, namun beberapa bekas-bekas jerawat yang dulunya besar menghitam dan tidak menghilang. Aku memakai produk ini sekitar pekan terakhir bulan Maret, dan masih merasa cocok hingga Agustus.

Tapi entah mengapa, keadaan tiba-tiba berubah dengan cepat. Aku pikir munculnya jerawat karena hormon datang bulan,namun setelah berakhir pun jerawat bukannya hilang malah semakin bermunculan. Jerawat-jerawat kecul, terutama di wajah dekat telinga dan di dagu dan sekitarnya, terutama di wajah sebelah kanan. Lalu, jidat juga tidak mau ketinggalan.

Setelah itu, aku tetap mencoba bertahan, barangkali hanya berlangsung satu pekan, tapi ternyata tidak Kawan, justru semakin banyak.

Akhirnya aku terpaksa berhenti memakai whitening day cream, acne serum, dan acne night cream. Tapi, aku masih memakai facial wash MS Glow hingga saat ini.

Itulah, pengalamanku ketika menggunakan paket MS Glow Acne. Aku ingatkan kembali, setiap orang memiliki jenis kulit dan masalah yang berbeda-beda, dan tidak semua orang cocok memakai produk yang sama. Aku sedang berjuang melawan jerawat, doakan aku, ke depan bisa menemukan skincare yang cocok untuk wajahku yang tak seberapa ini.

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

Wednesday, July 14, 2021

Resensi Novel: Nibiru dan Kesatria Atlantis


Nibiru dan Kesatria Atlantis

Judul Buku      : Nibiru dan Kesatria Atlantis 

Penulis             : Tasaro GK

Penerbit           : Tiga Serangkai

Tebal Buku      : 690 halaman

Cetakan           : Pertama, 2010

ISBN                 : 978 979 084 346 2

Sudah  lama aku tidak menulis resensi. Kali ini aku akan menulis resensi novel Nibiru  dan Kesatria Atlantis. Beberapa waktu  lalu, aku mampir ke Perpustakaan Kota Pekanbaru Jalan Soetomo. Saat melihat rak-rak buku barisan novel entah mengapa aku kepincut mengambil Nibiru dan Kesatria Atlantis ini.

Akhirnya, aku menghabiskan tiga hari untuk menyelesaikan novel setebal 690 halaman tersebut. Cukup efektif untuk menghemat kuota internet.

Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang seorang anak laki-laki berusia belasan tahun bernama Dhaca Suli. Ia tinggal di sebuah pulau bernama Pulau Kedhalu.

Di pulau ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu Kedhalu Utara dan Kedhalu Selatan. Penduduk Pulau Kedhalu sebagian memiliki kekuatan super yang disebut dengan pughaba, sehingga mereka bisa menguasai kekuatan unsur alam, binatang, ruang dan waktu, ilmu menghilang, menyembuhkan luka, kekebalan, kekuasaan raksasa, dan pengendalian pikiran.

Cover Nibiru dan Kesatria Atlantis

Dhaca dikenalkan sebagai anak yang genius tapi malas luar biasa. Ia tiba-tiba menjadi bersemangat setelah mendapatkan visi tentang Nibiru, sang pembawa kiamat penguasa Atlantis yang diramalkan akan segera datang. Nibiru muncul setiap 5.013 tahun, kedatangannya mengancam kehidupan dunia. Meskipun terlihat mustahil, Dhaca bertekad untuk melawannya.

Untuk melatih pughaba-nya, Dhaca belajar di Bhepomany bersama dengan geng asal Kedhalu Selatan yang disebut Empat Keparat Kecil.

Kedhalu Utara dikenal dengan para cendekiawan, bangsawan yang penuh etika dan tata krama. Sedangkan Kedhalu Selatan sebaliknya, pekerja kasar, mengandalkan fisik dari pada pughaba. Perbandingan keduanya menjadi sangat kontras sekali dan acapkali orang-orang dari Kedhalu Selatan dipandang sebelah mata oleh orang-orang Kedhalu Utara.

Baca Juga:  Resensi Orang-Orang Biasa (Andrea Hirata)

Dalam petualangannya, Dhaca banyak berhadapan dengan orang-orang yang luar biasa dari Utara, ia belajar, berkelahi, dan berdebat, baik dengan penguasa wilayah, teman satu sekolah, hingga guru-gurunya. Banyak yang menyepelekan Dhaca Suli dan teman-temannya dari Selatan.

Kekuatan pughaba orang-orang Kedhalu sangat terkenal dan dicari-cari oleh benua-benua besar, salah satunya Atlantis yang dipimpin oleh Raja Tergog. Mereka ingin menciptakan angkatan perang berkemampuan pughaba. Namun, Kedhalu dilindungi  oleh selubung gaib yang membuat pulau ini tidak dapat di lihat dari luar.

Kendati demikian, selubung tersebut mulai melemah, dan saat itulah penjajah menemukan celah dan berhasil masuk ke Kedhalu, bagaimana rakyat Kedhalu mempertahankan wilayahnya, dan bagaimana mereka menghadapi kemunculan Nibiru. Tidak asik kalau aku menceritakannya di sini kawan.

Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah novel yang sangat bagus menurutku. Penulisnya, Tasaro GK benar-benar menggambarkan berbagai hal dengan detil, sehingga membuat pembaca tenggelam dalam imajinasi dari tulisan-tulisannya.

Tasaro GK berhasil menciptakan dunia baru bagi pembaca, dunia yang belum pernah ada sebelumnya, seolah-olah terbentuk dari rangkaian kata-kata Nibiru dan Kesatria Atlantis.

Novel ini juga cocok dibaca dari berbagai kalangan usia, tak hanya anak-anak saja. Bukan berlebihan jika aku menganggap Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah novel fantasi yang setara novel Harry Potter.

Seperti yang selalu kukatakan, menilai bagus tidaknya sebuah buku itu mudah, coba baca bab pertama, jika itu membuatmu tak berhanti membalikkan halaman setelahnya hingga sampai pada akhir cerita, yap buku itu bagus sekali.

Baca Juga: Resensi Arah Langkah (Fiersa Besari)

Di kisah ini, Tasaro juga menyajikan banyak plot twist yang tak diduga-duga, dan membuat pembaca mengernyitkan alis.

Hanya saja, beberapa kata-kata istilah, sapaan, menggunakan bahasa yang menurutku sulit untuk dibaca, seperti sanyipmany, nyedpanyu limippu, dan lain-lain. Mungkin ini bahasa Kedhalu, tapi tenang saja Tasaro juga menyelipkan arti dari kata-kata yang sulip diucapkan ini.

Selanjutnya adalah munculnya Nibiru, munculnya Raja Saternatez yang dinanti-nanti rakyat Kedhalu juga belum diceritakan secara gamblang. Apa yang akan dilakukan Nibiru setelahnya, apa yang akan Raja Saternatez lakukan, dan dimana petunya, bagaimana nasib warga Kedhalu setelah pengusiran penjajah dari Nyathemaythibh itu masih menjadi pertanyaan.

Meskipun demikian, Tasaro GK telah menyiapkan ending yang tentu saja tidak mengecewakan pembaca. Barangkali, Tasaro GK menyiapkan seri selanjutnya dari Nibiru dan Kesatria Atlantis. Kemarin, aku iseng-iseng mengirimkan dm kepada Tasaro dan menanyakan, adakah seri selanjutnya, dan dia menjawab “Iya, namun belum terbit”. Kita tunggu saja.

Nibiru dan Kesatria Atlantis, sangat aku rekomendasikan untuk bahan bacaan, selain menambah kosa kata baru, juga akan membawa kalian lari dari dunia nyata yang sangat melelahkan ini. Selamat membaca.

Monday, July 5, 2021

Mengurangi Volume Sampah dengan Pemanfaatan Komposter

 Di mana ada manusia, di situ ada sampah. Kenyataan ini lah yang tejadi saat ini. Banyak akademisi, aktivis lingkungan dan lainnya berupaya  menanggulangi banyaknya sampah yang diproduksi oleh manusia. Salah satu caranya, adalah dengan mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter.

Mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dewasa ini. kendati demikian, jumlah orang yang belum sadar akan hal ini juga tidak sedikit.

Beberapa waktu lalu, aku berjumpa dengan salah satu  warga di Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru, Pak Sapari namanya. Kami mengobrol sedikit banyak tentang upaya mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter.

Komposter

Komposter adalah alat yang digunaikan untuk membantu dekomposter atau bakteri pengurangi, dalam mengurai material organik (sampah organik) menjadi bentuk baru dengan sifat seperti tanah.

Dengan alat ini, jumlah sampah organik dari rumah tangga bisa dikurangi hampir 100 persen. Pak Sapari sendiri bercerita, setelah memakai komposter ia hanya perlu memikirkan bagaimana membuang sampah anorganik saja. Dengan demikian, sampah yang dihasilkan oleh keluarganya menjadi jauh berkurang jika dibandingkan sebelum menggunakan komposter.

Pak Sapari juga membuat sendiri komposter miliknya, dengan memanfaatkan tong berwarna biru yang dimodifikasi sedemikian rupa, di badan tong dipasang engsel untuk membuka tutup, dan beberapa pipa.

Ia juga menjelaskan cara membuat komposter paling sederhana, yaitu dengan menggunakan dua buah ember cat yang ditumpuk. Ember yang berada di atas di lubangi jarang-jarang di bagian bawahnya. Sementara, ember yang berada di bagian bawah dipasang air keran  untuk mengalirkan air lindi. Setelah itu, komposter siap digunakan.

Sampah-sampah organik tinggal di masukkan ke dalam komposter dan ditutup rapat, sebelum dimasukkan, sampah organik sebaiknya dicacah terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan cairan biovaktor setiap kali memasukkan sampah ke dalam komposter.

Sampah organik juga dimasukkan secara bertahap, sampah yang lebih lama akan berada di bawah. Lama-lama sampah tersebut akan menjadi pupuk kompos, yang dapat diambil kembali manfaatnya untuk  tanaman.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar komposter diberi pintu buka tutup untuk memudahkan dalam mengambil sampah organik yang telah menjadi kompos.

Nah, air lindi yang berada di bawah juga bisa digunakan untuk pupuk cair. Sehingga, selain mengurangi volume sampah, komposter juga bisa menekan biaya pembelian pupuk.

Kendati demikian, Pak Sapari menjelaskan jika tidak semua sampah organik bisa masuk ke dalam tong komposter. Di antaranya adalah, daging, tulang, lemak minyak, susu, dan keju, karena hal tersebut akan menghalangi reaksi penguraian di dalam komposter.

Nah, untuk sampah organik yang disarankan adalah sisa nasi, sisa sayuran, sisa roti, sisa makanan, daun tanaman, rumput-rumputan, dan lain-lain.

Keberadaa n kompester, selain mengurangi volume sampah adalah juga menjadikan lingkungan tempat kita tinggal semakin bersih, dan tidak berbau, hal ini tentu saja kan mengurangi penyebab timbulnya penyakit, meningkatakan kualitas tanah atau nutrisi makanan. Komposter juga bisa diletakkan di mana saja.

Karena tindakannya tersebut, cukup banyak masyarakat yang ingin membuat komposter seperti Pak Sapari. Ia juga bersedia membuatkan komposter dengan berbagai ukuran, mulai dari 30 liter, 60 liter, dan 120 liter. Harganya cukup beragam, yaitu Rp300 ribu untuk ukuran 30 liter, Rp400 ribu untuk ukuran 60 liter, dan Rp500 ribu untuk  ukuran 120 liter.

Komposter

Jika ingin memesan bisa cari Pak Sapari di akun Facebook miliknya yaitu Sapari Ari. Tertarik untuk membuatnya?

Mari menjadi bagian dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari  hal yang paling kecil sekalipun. Bayangkan ada banyak orang seperti Pak Sapari, berapa banyak sampah yang bakal berkurang? Bayangkan aja dulu.