Sunday, January 2, 2022

Cara Ampuh Hilangkan Mata Ikan Tanpa Operasi

Plester china untuk mata ikan Ji Yan Gao

Siapa nih yang lagi cari-cari cara ampuh hilangkan mata ikan tanpa operasi? Kalau sedang baca tulisan ini, maka Kamu berada di jalur yang benar. Di tulisan ini aku ingin berbagi pengalaman menghilangkan mata ikan.

Buat menghilangkan mata ikan tanpa operasi aku pakai plester china, nama produknya adalah Ji Yan Gao, beli di Shopee atau bisa juga melalui marketplace lain. 

Aku meng-ide memakai plester china Ji Yan Gao untuk menghilangkan mata ikan tanpa operasi, tentu saja setelah searching di Youtube dan melihat review positif dari orang-orang yang sudah memakainya. Katanya sangat ampuh, dan tanpa efek samping.

Awalnya aku mengira jika mata ikan di tumit kakiku ini hanyalah kapalan, bentuknya kecil seujung kuku, keras, dan jika dipegang baru terasa. Mula-mula tidak terlalu menganggu, tapi lama-lama ketika dipakai berjalan terasa nyeri, apalagi saat kaki menginjak kabel atau kerikil tepat di mata ikan, rasanya mak serrr...

Kadang aku mencoba hilangkan bagian yang keras dengan jepit kuku, tapi lama-kelamaan, akan kembali mengeras, bahkan membesar. Sebelumnya, mata ikanku hanya terlihat samar, namun karena sering diratakan pakai jepit kuku semakin membesar dan berlubang (tidak terlalu besar).

Sebelum memutuskan untuk dioperasi, aku mencari cara dulu agar bisa menghilangkan mata ikan, dari bertanya-tanya ke teman sejawat, orang tua, hingga, searching di Google, Youtube, dan melihat review. Akhirnya memutuskan untuk membeli plester china Ji Yan Gao untuk menghilangkan mata ikan.

Harganya Ji Yan Gao bermacam-macam, tapi di toko yang aku beli Rp17 ribu per kotak. Satu kotak berisi enam plester. Aku beli tiga kotak karena khawatir tidak cukup. Kata orang-orang yang review, satu buah mata ikan bisa menghabiskan satu atau dua kotak plester.

Cara Pakai Plester Mata Ikan

Pertama, bersihkan kaki yang ada mata ikannya. Rendam dengan air hangat sekitar 10 menit. Setelah itu keringkan dengan kasa atau tisu, ini dilakukan agar plester mata ikannya bisa menempel dengan kuat.

Setelah itu baru ditempel. Plester mata ikan ada tiga bagian, yaitu bagian yang berwarna oranye yang menurutku adalah inti dari obat plester mata ikan. Lalu, bagian putih lebih mirip seperti bantalan. Terakhir, plester perekat. Tempelkan bagian oranye tepat di atas mata ikan.

Dalam pemakaian plester mata ikan ini, sama sekali tidak boleh terkena air. Jadi usahakan sebisa mungkin menghindari air di area yang ditempeli plester, kalau terkena air dan merusak plester bisa diganti dengan plester baru.

Kalau aku, pemakaian satu plester untuk 24 jam. Tapi menghindari air itu memang susah-susah senang, apalagi ketika mandi, namun kalau diniatkan insyaallah pasti bisa. Nah plester Ji Yan Gao ini kalau sedikit kena air biasanya plester ini mudah lepas, jadi untuk mengakalinya bisa ditambahkan dengan hansaplast untuk mempererat dan meminimalisir terkena air.

Pasang hansaplast-nya kalau bisa jangan yang ada bantalan tengahnya, karena hanya akan membuat area semakin menonjol dan menimbulkan rasa nyeri saat berjalan, terlebih plester mata ikannya sudah ada bantalan. Jadi aku pakai hansaplast roll, bisa belinya di apotek dengan harga Rp3 ribu. Pasang menyilang menyerupai huruf X.

Setiap mengganti plester, akan ada bekas-bekas handsaplast, debu-debu, dan kotoran di telapak kaki. Di pemakaian selanjutnya, tidak perlu direndam lagi, cukup bersihkan dengan rivanol. Rivanol bisa dibeli di apotek sekitar Rp5 ribu. Begitu terus dilakukan setiap hari.

Handsaplast Roll dan Rivanol

Pemakaian minggu pertama

Aku pakai plester mata ikan ini sekitar dua minggu. Kondisi awal sebelum pemakaian, mata ikanku sudah berlubang karena sering dicabutin pakai jepit kuku. Jadi bagian plester yang berwarna oranye itu akan membuat kulit kita mengeras, tak hanya di bagian mata ikan, tapi juga bagian yang ditempeli dan sekitarnya.

Setelah mengeras dan tebal, rasanya akan terasa sangat mengganjal dan mulai menganggu ketika berjalan. Kalau di rumah aku usahain pakai sandal yang empuk dan bersih, kalau ke luar aku juga pakai sepatu empuk agar terasa nyaman.

Salahnya aku, baru satu minggu berlalu setelah pemakaian, aku sudah tidak sabar. Karena terasa sangat mengganjal, aku lepas begitu saja plesternya. Terus karena tanganku ini 'gatal' sama kulit yang mengeras, akhirnya aku mengelupas kulit itu, di bagian bawah kulit warnanya memutih, rasanya tidak sakit. Mungkin karena belum waktunya, ketika sudah mencapai dasar, ada hitam-hitam seperti bulu kecil, katanya sih itu akar mara ikan, dicabut sakit rasanya wkwkwk.

Setelah konsultasi sama seller, dia bilang kalau aku terlalu dini mencabut plester. Ia menyarankan untuk menempel kembali. Kutempelkan plester mata ikan di lokasi yang sama.

Pemakaian plester mata ikan minggu pertama

Pemakaian Minggu Kedua

Rasanya tidak terlalu berbeda, ketika sudah mengeras dan semakin tebal dan menonjol, akan sangat mengganjal jika dipakai berjalan. Di akhir minggu kedua aku mencopot lagi plester. Kata seller, tinggal menunggu mengelupas sendiri, dan tidak perlu memakai lagi.

Besoknya, karena tidak kunjung mengelupas tanganku mulai 'gatal' buat mengeletek-nya, dan finally ketika sampai dasar, sudah tidak ada lagi akar-akar mata ikan. Masih ada sedikit warna putih, namun sesudah dipakai mandi dan beraktivitas warna putihnya perlahan menghilang.

Sumpah, tumit yang dikasih plester mata ikan dan sesudah dicabut terasa lembut banget, seperti bokong bayi.
Pemakian satu hari terakhir di minggu kedua

Perlahan-lahan, tekstur di area bekas mata ikan mulai sama dengan kulit di sekitarnya.

Jadi apakah berhasil? Jawabannya Ya. Aku sangat merekomendasikan plester mata ikan ini bagi yang takut operasi. Pemakaian plester ini harus bersabar ya, karena setiap orang itu kan bentuk mata ikannya berbeda-beda, ada yang hanya lima hari, ada yang seminggu, dua minggu, atau bahkan lebih.

Semoga tulisan ini dapat membantu ya. Nanti di toko online juga dituliskan cara-cara pemakaiannya. Kalau yang kutulis ini cara pemakaian yang dianjurkan rapi kumodifikasi sesuai situasi dan kondisiku.

Friday, December 17, 2021

Wisata Kampar: DeKotoz Villa Hidden Place

DeKotoz Villa Hidden Place

Beberapa waktu lalu, di awal Desember 2021 aku ikut dalam agenda gathering yang diadakan di salah satu destinasi Wisata Kampar: DeKotoz Villa Hidden Place, tentu saja bersama dengan Capella Dinamik Nusantara, juga teman-teman jurnalis serta vlogger Pekanbaru.

Wisata Kampar: DeKotoz Villa Hidden Place ini, untuk sampai ke sana kami memerlukan waktu sekitar 2 jam menggunakan mobil dari Kota Pekanbaru. Kami bersiap-siap mulai pukul 10.00 WIB, menghadiri acara di Capella Honda Riau, makan siang, dan benar-benar lepas landas sekitar pukul 13.30 WIB.

Untuk sampai di DeKotoz Villa yang berada di Binamang, Kampar ini, kami melewati Jalan Rimbo Panjang, hingga Jalan Bangkinang-Payakumbuh. Lebih mudahnya silahkan lihat Map. Hati-hati, seperti namanya, Dekotoz Villa memang tersembunyi, dan jika tidak hati-hati bisa kelewatan.

Saat berbelok dari Jalan Bangkinang-Payakumbuh menuju DeKotoz Villa, mobil kami tak lagi melewati jalan aspal, namun cukup mudah untuk dilewati kendaraan roda empat. Sepanjang jalan terlihat pohon-pohon rindang tanpa ada satu pun rumah penduduk.

Tak beberapa lama, ada pagar seng yang digembok. Kalau kuingat-ingat, vibes-nya hampir mirip seperti menuju rumah Ko Moon Young dalam drama It's Okay Not to Be Okay.

Kami harus menelepon pengelola terlebih dahulu agar dibukakan pintu gerbang. Tak beberapa lama deru sepeda motor terdengar, kemudian seseorang membukakan gembok pada gerbang seng tersebut.

Saat mobil masuk ke dalam, aku melihat beberapa vila menyambut kedatangan kami. Tak jauh dari sana ada papan kayu bertuliskan Selamat Datang dan informasi lokasi untuk parkir.

vila

Selain vila, juga terdapat pondok-pondok terbuka atau gazebo untuk bersantai. Halaman luas dengan rumput hijau, di serta dua papan sasaran untuk olahraga memanah. Sementara itu, di dekat gazebo terdapat kolam renang, ada dua gawang yang digunakan untuk bermain polo air.

Usai mengikuti acara singkat dari Capella Honda, yaitu beberapa game, kuis, dan pemberian penghargaan. Kami menuju vila tempat menginap untuk meletakkan barang-barang dan beristirahat. Ada juga yang memilih bersantai menikmati pemandangan dan bermain panahan.

Vila yang kutempati ada dua lantai. Kami memakai lantai atas. Akses ke lantai atas juga tidak perlu naik turun tangga. Bayangkan saja rumah diperbukitan, namun kalau mau ke lantai satu harus turun melalui tangga.

Gambar ini sama dengan vila yang di atas (tampak samping)

Di lantai atas, kalau tak salah ada dua kamar, satu ruang tamu, dan teras yang menghadap langsung ke Danau Buatan PLTA Koto Panjang. Aku dan para cewe-cewe yang jumlahnya cuma empat menempati satu kamar.

Danau PLTA Koto Panjang saat sore dilihat dari teras salah satu vila

Di dalam kamar ini ada lima kasur. Per kasurnya muat untuk satu orang. Lalu ada colokan, dan kamar mandi. Kamar mandinya lumayan bagus, ada closet duduk, wastafel, shower, dan bak besar dari plastik.

Kamar, (maafkan kami yang bikin berantakan)

Saat membuka gorden di kamar kami,  pemandangan langsung mengarah ke Danau PLTA Koto Panjang yang berwarna hijau kebiru-biruan.

Duduk di teras pun semakin menambah suasana liburan. Apalagi desai rumah kayu semakin membuat suasana seperti di pedesaan. Prabot-prabot seperti kursi, meja terbuat dari kayu dan rotan.

kursi di teras

Di ruang tamu ada alas rotan yang tidak terlalu lebar, di langit-langit vila, kipas angin berputar-putar agar membuat penghuninya kepanasan. Kalau di kamar disediakan AC sehingga pengunjung bisa merasa lebih nyaman. Tapi kalau aku sendiri kurang bisa tidur dengan AC menyala, maklum aku biasanya pakai kipas angin.

ruang tamu

O ya, di sini tidak sediakan selimut, jadi kalau tidak ingin menggigil tengah malam jangan lupa bawa selimut pribadi. Kemarin aku cuma bawa sarung karena tidak tahu jika tidak disediakan selimut. Usut punya usut rupanya Bang Reinhard lupa memberitahu peserta untuk membawa selimut masing-masing.

Sekadar mengingatkan, jangan lupa bawa peralatan mandi pribadi, seperti handuk, sabun, sampo, sikat gigi, dan teman-temannya. Karena di sini tidak disediakan ya.

Makanan di DeKotoz Villa Hidden Place

Kami menginap di sana satu malam satu hari. Seingatku, coffee break selalu ada, baik kopi, teh, air putih, dan lain-lain. Kalau makan, kami mendapatkan dinner, breakfast, dan lunch sebelum pulang.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di DeKotoz Villa Hidden Place?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di DeKotoz Villa. Panitia dari Capella Honda membawa bahan-bahan untuk barbeque alis bakar-bakar, alatnya sudah disediakan. Jadi kami bisa membakar jagung, sosis, ikan, dan lain-lain.

Saking banyaknya, aku sampai kekenyangan dan tidak kuat lagi untuk bergadang.

Bagi teman-teman yang hobi bernyanyi, juga bisa karaokean. Di sini bisa bernyanyi sepuasnya hingga subuh jika mau. Tenang saja, di DeKotoz Villa benar-benar privat, tidak ada orang lain selain pengelola dan rombongan kita sendiri.

Di sini juga disedikan panahan, dan bisa bermain sepuasnya. Kami juga membuat tim untuk berlomba memanah.

memanah

Udah merasa keren bgt.

Hal yang paling seru tentu bermain di danau. Warna air yang jernih hijau kebiru-biruan, hamparan bukit-bukit di sekeliling danau membuat suasana hampir seperti di laut.

Kami bermain kano, satu kano untuk dua orang. Jangan khawatir bagi yang tidak bisa berenang, cukup pikirkan cara mendayung sampai di spot yang bakal dituju.

Bermain Kano di DeKotoz

Sebelum mendayung, kita akan diberi arahan dari pengelola yang harus dipatuhi. Seperti wajib mengenakan jaket pelampung, sama sekali tidak boleh dilepas, dilarang untuk kencing di danau, wanita yang sedang haid juga tidak boleh. Jadi sebelum turun ke danau alangkah bagusnya untuk pipis terlebih dahulu di kamar mandi.

Pengelola juga mengingatkan untuk meninggalkan gawai dan tidak membawanya ke danau, pasalnya pengunjung kerap kehilangan gawainya saat berada di danau. Namun, jika yakin dan percaya tidak akan rusak dan kehilangan, juga tidak masalah jika ingin membawa gawai.

Kami berpacu satu sama lain, yah meskipun kalah tapi tak menghilangkan keseruang di mendayung kano. Sesampai di spot yang dituju, kami foto bersama terlebih dahulu, sebelum nyemplung.

Foto dulu sebelum nyemplung

Berenang

Karena sudah puas dan kecapekan, kami kembali ke kano masing-masing dan ditarik dengan perahu pompong kembali menuju vila.

Ditarik dengan pompong

Permainan selanjutnya yang bisa dimainkan di DeKotoz Vila adalah polo air. Pemain dipilih secara suka-suka, dan diberikan bola untuk dimasukkan ke dalam gawang yang sudah tersedia di kolam renang.

Sebelum masuk kolam renang, diimbau untuk bersihkan diri terlebih dahulu alias bilas dengan shower air yang tersedia tak jauh dari kolam renang.

Cara dan Biaya Menginap di DeKotoz Villa Hidden Place

DeKotoz Villa ini benar-benar privat. Jadi, kata pengelolanya, selain rombongan kita tak akan ada rombongan lain yang bisa datang. Sehingga untuk dapat menikmati semua fasilitas di sini harus di-booking jauh-jauh hari.

Untuk menginap, minimal harus 15 orang, tidak boleh kurang, dan hanya menerima grup. Per orangnya dibanderol seharga Rp475 ribu per orang. Untuk informasi dan reservasi bisa menghubungi pengelola via dm Instagram di @dekotozvilla, atau email d.kotozvilla@gmail.com.

Menurutku, DeKotoz Villa sangat cocok untuk liburan beramai-ramai, reuni, gathering, dan lain-lain. Jangan khawatir masalah dokumentasi, pengelola sudah menyiapkan dokumentasi yang ciamik dan tidak mengecewakan, jadi tidak perlu repot-repot grasah-grusuh bermain gawai selama berada di sini.

Terimakasih sudah membaca sampai selesai, selamat bersenang-senang.

Foti bersama CDN Riau di DeKotoz Villa



Wednesday, December 15, 2021

Review Boncabe Level 50 Max End, Pedasnya Maksimal

Boncabe MaxEnd

Siapa yang tidak kenal dengan Boncabe, bumbu pedas tabur ini memang paling asik menjadi teman bersantap ria, baik dengan nasi, mi instan, mi ayam, bakso, dan lain-lain. Di tulisan kali ini aku secara khusus akan review Boncabe Level 50 Max End, yang pedasnya maksimal Maximize to The End

Level 50 Max End, bayangin saja sudah ketar-ketir, bagaimana kalau langsung coba. Biasanya, aku makan Boncabe itu level paling tinggi level 15. Tapi aku pengen coba langsung dan me-review Boncabe Level 50 Max End secara langsung dan berbagi pengalaman bersama kalian.

Boncabe Level 50 MaxEnd

Kenapa namanya Level 50 Max End, tentu saja karena ini level tertinggi alias level pedasnya sudah tingkat nasional. Kenapa tidak tingkat internasional? bule-bule mah nggak suka pedas, sudah pasti kalah sama tingkat pedasnya orang Indonesia. Namanya saja sudah Max End, kenapa? karena merupakan tingkatan pedas Maximize to The End.

Boncabe Level 50 Max End diklaim terbuat dari bahan-bahan alami, diolah dari cabe asli pilihan terbaik, diproses dengan teknologi modern, praktis digunakan untuk makan apapun, di manapun, oleh siapapun yang ingin menikmati sensasi rasa pedas. 

Tak hanya itu, Boncabe juga diproduksi tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan, pedasnya beneran, pedasnya sesuai janji, dan pedasnya maksimal.

Boncabe ini ada versi botol dan versi sachet. Untuk menggambarkan pedas yang super duper, Boncabe Level 50 Max End ini dikemas dengan menarik. Untuk botol sendiri, kira-kira setinggi hampir 10 cm, dan berbentuk tabung.

Warna kemasan hitam dipadukan dengan warna merah cabai semakin menambah kesan pedas dari sambal tabur ini. Kemasan botol Boncabe juga didesain agar tidak mudah tumpah dan menghambur ke mana-mana. Tutupnya tinggal buka dan tutup lagi hingga bunyi klik, maka isinya tidak akan ke mana-mana serta praktis dibawa bepergian.

Boncabe  juga telah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) loh, jadi jangan khawatir untuk mencoba bumbu tabur satu ini.

Sejujurnya, aku bukan pencinta pedas, alias tidak terlalu menyukai makanan pedas. Namun, karena ini aku sering diejek-ejek oleh teman-teman. Makan makanan pedas bisa membuat seluruh indraku bereaksi, mata menangis, hidung berair, hingga lidah yang tak henti-hentinya mendesis.

Oleh karena itu, aku mengajak temanku si pencinta pedas untuk turut mencoba sambal tabur produksi  PT Kobe Boga Utama tersebut. Tak hanya itu, dalam sebuah makan malam bersama, kami menyiapkan mi instan sebagai teman untuk menikmati pedasnya Boncabe keluaran terbaru ini.

Lalu apakah aku mencoba? Tentu iya, bagaimana mau berbagi pengalaman kalau tidak mencoba secara langsung. Mi instan goreng kutaburi dengan Boncabe level 50, baru suapan ketiga sudah membuatku megap-megap pontang-panting mencari air untuk meredakan pedas.

Boncabe MaxEnd x Mi Instan

Temanku si pencinta pedas Angel menertawaiku dan menganggap lebai. Akhirnya ia juga turut mencoba mi instan yang sudah ditaburi dengan Boncabe Level 50 Max End.

Awalnya ia mencoba bertahan, tak lama mulai mendesis, setelah itu berlari ke dapur mencari air untuk diminum. Aku yang melihatnya tertawa terbahak-bahak melihat Angel si pencinta pedas merasa kepedasan.

Kendati demikian, pedasnya Boncabe Level 50 Max End tak membuat ia behenti makan. Sambil sesekali minum air putih dan mendesis huh hah huh hah dengan mata memerah. Sesekali ia mengelap air mata dan ingusnya dengan tisu. Namun ia tetap menghabiskan mi instan hingga suapan terakhir.

Angel mengatakan, biar pun sangat pedas rasa Boncabe Level 50 ini nagih untuk diulang, lagi dan lagi. Karena aku sudah angkat bendera putih, Angel yang menghabiskan mi instan bertabur Boncabe Max End.

Bagi para pencinta pedas dan menyukai tatangan Boncabe Level 50 Max End ini wajib untuk dicoba. Jangan ngaku pencinta pedas jika belum pernah merasakan Boncabe Level 50 Max End. Akankah, kapok atau justru ketagihan?

Monday, November 29, 2021

Wisata Pekanbaru: Asia Heritage, Nuansa China, Jepang, dan Korea dalam Satu Kemasan

Wisata Pekanbaru Asia Heritage

Sudah lama tidak kemana, kali ini aku akan membahas tentang wisata lokal Pekanbaru yaitu Asia Heritage. Sebuah wisata yang menghadirkan nuansa China, Jepang, dan Korea dalam satu kemasan.

Untuk lokasi sendiri, tidak cukup jauh. Dari pusat kota hanya berjarak sekitar 30 menit. Namun, jika berangkat dari Panam, maka akan memakan waktu yang cukup lama, bisa sampai 45 menit.

Aku menyarankan, jika ingin pergi ke Asia Heritage yang berada di Jalan Yos Sudarso ini, jika dari Panam lebih baik tidak memilih Jalan Lintas, ya namanya jalan lintas maka akan banyak bersisian dengan truk-truk besar. Jika tidak terbiasa maka akan memakan waktu yang lebih lama.

Sesampai di Asia Heritage Pekanbaru kita akan disuguhi dengan bangunan menyerupai tembok China atau Great Wall. Tembok ini menjadi gerbang menuju wisata-wisata bernuansa China, Jepang, Korea di dalamnya.

Sebelum masuk, harus membeli tiket terlebih dahulu, jika berdua atau berombongan, pembelian tiket hanya boleh dilakukan oleh satu orang, selainnya menunggu di tempat yang sudah disediakan. Hal ini dilakukan tentunya untuk mencegah penularan Covid-19, dengan meminimalisir kerumunan.

Untuk harga tiketnya yaitu Rp30 ribu, ini hanya akses masuk ke dalam, belum termasuk fasilitas permainan di dalamnya. Kemudian Rp50 ribu (aku sedikit lupa) sudah termasuk beberapa wahana di dalamnya. Kita juga akan mendapatkan gratis minuman lo, hanya dengan menukarkan voucher saja.

Ada apa saja di Asia Heritage? The Great Wall, Little Kyoto, Jeju Village, Floating Market, Chinatown, Rainbow Slide, serta Masjid Chengho.
Asia Heritage Pekanbaru

Selain itu, untuk menambah suasana ala-ala negeri dari tiga negara tersebut, pengunjung juga bisa menyewa kostum dengan biaya Rp30 ribu. Apalagi kalau bawa pasangan, foto-foto bisa semakin kece. Jangan lupa untuk menyiapkan konsep foto dengan baik agar sesampai di lokasi tidak mati gaya.

Saat aku ke sana, setelah turun dari Great Wall, aku langsung menyusuri jalan ke atas, melintasi jalan dengan kain warna-warni yang disusun serupa tirai berselang seling.

Asia Heritage Pekanbaru

Terus berjalan ke atas, akan sampai ke Jeju Village, bangunannya seperti rumah-rumah tradisional Korea yang ada di drama-drama dengan setting di pantai. Tak hanya itu, juga banyak patung-patung yang akan menambah menarik lokasi wisata ini.

Selanjutnya, ini yang menjadi favoritku, ada es krim cone, kita bisa memilih rasa-rasa yang diinginkan yaitu vanila, strawberry, dan cokelat. Harganya Rp15 ribu, es krimnya cukup besar dan lezat. 

Es krim di Asia Heritage

Di samping kedai es krim ini ada penyewaan kostum, aku tidak tahu juga ya, di lokasi selain Jeju Village ini apakah ada tempat penyewaan yang lain karena pada saat itu, waktu kami cukup terbatas.

Omong-omong, untuk menghindari terik matahari, aku dan teman-teman pergi sekitar pukul 15.00 WIB, dan sampai di sana sekitar 16.00 WIB, kami bawa motornya pelan-pelan dan lewat jalan lintas, makanya memakan waktu yang cukup lama.

Namun, waktu tersebut menurutku sangat ideal untuk berjalan-jalan di Asia Heritage, karena ketika sampai di sana, matahari cukup ramah untuk mengeksplore lokasi yang sangat luas ini.

Kekurangannya, kami tidak sempat mengeksplore seluruh lokasi. Mungkin bisa pergi pagi dan membawa payung untuk mengakali teriknya matahari Pekanbaru.

Berikut foto-foto kami dengan konsep idol Korea BTS, yah meskipun tidak terlalu mirip, tapi setidaknya bisa sedikit mirip ya. Gimana tanggapan kalian?












Sunday, October 10, 2021

Manfaatkan Lain dari Kulit Jengkol

Kulit jengkol kering

Kulit jengkol biasanya dibuat apa ya? Bagi orang-orang yang kreatif dan inovatif, kulit jengkol bisa dimanfaatkan untuk apa saja. Banyak artikel yang memuat pemanfaatan kulit jengkol di bidang kesehatan. Namun, ada manfaat lain lagi dari kulit jengkol. 

Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengan empat mahasiswi Universitas Islam Riau (UIR). Mereka ini adalah Cut Aida Rosa, Putri Selaras, Haliza Nurdilla, dan Ghina Salsabila Fajri. 

Berawal dari kegemaran makan jengkol, mereka berinovasi membuat kulit jengkol menjadi lebih berharga. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Melihat kandungan-kandungan yang dimiliki kulit jengkol, mereka pun mencoba membuat handsanitizer yang diberi nama Jengkizerr. 

Mereka bercerita, jika bijinya dibuat untuk masakan, maka kulitnya diambil untuk diolah. Terkadang mereka juga membeli kulit jengkol dari pasar terdekat, katanya selain mengurangi sampah kulit jengkol, juga dapat membantu perekonomian. 

Berbicara tentang jengkol, pasti yang pertama kali terpikir adalah baunya yang menyengat, apalagi jika diaplikasikan ke tangan sebagai handsanitizer. Tenang saja, mereka juga memikirkan masalah ini dan sudah menemukan solusinya. 

Kenapa kulit jengkol bisa dijadikan handsanitizer? Ternyata kulit jengkol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, steroid atau triterpenoid, saponin, protein, fosfor, vitamin A, vitamin B, dan kalsium. Selain itu kulit jengkol juga  bersifat antioksidan. 

Inovasi ini juga berhasil lolos pendanaan pada kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UIR. Tim ini berada dibawah bimbingan luar biasa dari Dosen Dr Prima Wahyu Titisari SSi MSi. Hebat banget mereka ya, aku kuliah dulu ngapain aja ya. 

Bagaimana cara pembuatannya? Wanita-wanita keren ini mengatakan, meskipun mereka membuatnya di laboratorium UIR, tapi tak menutup kemungkinan untuk membuat handsanitizer dari kulit jengkol ini di rumah. Asalkan alatnya ada. 

Hal yang harus dilakukan pertama, tentu saja mencari kulit jengkol, lalu dibersihkan. Setelah itu dipotong kecil-kecil, lalu diblender kasar, alias tidak perlu terlalu halus. 

Sesudah didapatkan hasil blenderan, letakkan di atas nampan, tutup di atasnya menggunakan kertas atau koran, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. 

Jika sudah kering, diblender lagi. Nah pemblenderan kali ini dilakukan hingga menjadi bubuk. 

Proses selanjutnya adalah maserasi. Maserasi yaitu metode ekstraksi dengan proses perendaman bahan dengan pelarut. Pelarut yang digunakan bukan etanol. Mereka menggunakan Aquades (air yang dimurnikan). Rendam bubuk dalam wadah bersama Aquades. Pastikan bubuknya benar-benar tenggelam, lalu biarkan beberapa hari.

Proses pembuatan Jengkizerr

Setelah ini, jangan direndam saja. Sesekali harus tetap diaduk. Jika dirasa sudah cukup, lakukan penyaringan menggunakan kain flanel. Penyaringan dilakukan dua kali, di penyaringan kedua gunakan kertas saring. Filtrat yang telah didapatkan kemudian dimasukkan dalam wadah dan diberi essential oil untuk menghilangkan aroma jengkol. 

Masukkan ke dalam botol spray, dan handsanitizer siap untuk digunakan. 

Memasukkan ke dalam botol spray

Berikut takaran yang digunakan untuk tiga botol (100 ml) handsanitizer.

- 3 kg kulit jengkol = 500 gr bubuk kulit jengkol

- Aquades = Selain menenggelamkan bubuk di wadah, banyaknya Aquades harus dua kali lipat dari tinggi bubuk dalam wadah.

- 30 hingga 40 tetes essential oil. 

Handsanitizer ini diklaim lebih sehat daripada handsanitizer beralkohol. Penggunaan handsanitizer beralkohol yang digunakan secara terus menerus dan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kandungan pada kulit jengkol dapat menggatikan alkohol pada handsanitizer sehingga lebih sehat untuk digunakan, dan tidak membuat kukut kering. 

Produk ini bisa dilihat dan dipesan melalui Facebook, Instagram, Shopee, dan lain-lain, dengan nama Jengkizerr.

Handsanitizer dari jengkol: Jengkizerr

Jadi bagaimana? berniat mencoba Jengkizerr karya mahasiswa UIR ini?

Monday, September 27, 2021

Review Natural Skincare: The Twin Cream dari eBright

 

The Twin Cream eBright Skin

Membahas masalah dunia per-skincare-an memang tidak ada habisnya. Di tulisan kali ini aku akan me-review tentang natural skincare dari eBright Skin yaitu The Twin Cream.

Sebelum itu, aku mau cerita terkait kondisi wajahku sebelum memakai The Twin Cream dari eBright Skin Wajahku sedikit berjerawat, dan banyak bekas-bekas jerawat, tidak terlalu berminyak, dan tidak terlalu sensitif. Jerawat kerap datang terlebih saat datang tamu bulanan.

Aku memang berencana beralih skincare, karena skincare yang pernah aku pakai sebelumnya memunculkan tanda-tanda breakout. Sebelum bertambah parah, aku menghentikan pemakaian salah satu produk skincare selama beberapa pekan, sebelum aku mencoba beralih ke natural skincare dari eBright.

Setelah aku searching dan membaca artikel-artikel terkait skincare, ternyata natural skincare memiliki banyak manfaat, seperti salah satunya mengurangi kerusakan kulit, dan turut menjaga kelestarian lingkungan, bisa digunakan di semua jenis kulit, menutrisi dan bekerja lebih optimal, dan aman digunakan jangka panjang.

eBrigh mengklaim natural skincare The Twin Cream dipastikan tanpa alkohol, tanpa parfum, tanpa paraben, tidak diujicobakan pada hewan, aman untuk ibu hamil dan menyusui, tidak mengandung bahan berbahaya, berbahan alami, dan merupakan probiotik skincare.

Berbicara tentang probiotik, probiotik adalah mikroorganisme hidup/bakteri baik yang memberikan manfaat kesehtan bagi tubuh. Penelitian menunjukkan, beberapa probiotik memberikan bakteri sehat untuk menyeimbangkan pH kulit dan melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, probiotik utnuk kulit juga bisa melawan radikal bebas, membantu peremajaan kulit, membantu mengurangi jerawat, membantu menenangkan kemerahan pada wajah, meningkatkan dan melindungi penghalang kulit, mempertahankan tingkat hidrasi dan kelembaban, mencegah penuaan dini, dan meminimalkan pori-pori dan kontrol minyak.

The Twin Cream

Akhirnya aku memutuskan untuk memakai natural skincare The Twin Cream. Krim ini memiliki bahan natural dan kaya akan kandungan probiotik. Sesuai denan namanya, The Twin Cream tentunya ada dua produk yaitu Matcha O’cica Soothing Cream dan Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advance Luminous Cream.

Matcha O’Cica Soothing Cream

Matcha O’Cica Soothing Cream

Krim ini diklaim cocok untuk kulit berjerawat, kulit berminyak, kulit kering, dan kulit peradangan. Kandungan-kandungan di dalamnya dikatakan bisa menenangkan dan mengobati jerawat, mengontrol produksi minyak, membuah wajah terlihat lebih halus karena pori-pori yang semakin  mengecil, dan menjaga hidrasi wajah, serta cocok untuk semua jenis kulit.

eBright juga memastikan natural skincare Matcha O’Cica Soothing Cream bisa digunakan oleh ibu hamil, menyusui, hingga remaja di atas 14 tahun.

Komposisi: matcha (mengecilkan proi-pori, mengurangi jerawat & mengontrol minyak berlebih, centela asiatica (menenangkan kulit, merangsang regenerasi sel kulit dan menghilangkan jerawat), niacinamide (memperkuat skin barrier dan mencerahkan kulit, aloe vera (mengurangi peradangan dan menghidrasi kulit), madu (antimikroba dan anti inflamasi).

Hydrolyzed hyaluronic acid (melindungi kadar air di setiap lapisan kulit dan mengunci kelembaban kulit, vitamin E (membantu pembentukan kolagen untuk meningkatkan elastisitas kulit), dan kefir (probiotik yang membantu meremajakan kulit dan melawan radikal bebas).

Matcha O’Cica Soothing Cream

Full Ingredients: water, disodium EDTA, allantoin, polyacrylate-13, polyisobutene, polysorbate-20, glycerine, catearyl alcohol, glyceryl stearate, PEG-40, stearate, ceteareth-20, cetyl alcohol, dimethicone, stearic acid.

Etylhexylglycerin, phenoxyethanol, centella asiatica (leaf) extract, elaeis guineensis oil, honey, camelia sinensis leaf extract, lactobacillus/ milk ferment filtrate (kefir), hydrolyzed hyaluronic acid, niacinamide, PEG-40 hydrogenated castrol oil, aloe barbadensis leaf extract, propylene glycol, potassium sorbate, sodium benzoate, citric acid, sodium metabisulfite.

Tocopheryl acetae, E102, C.I. 19140, FD&C yellow 5, acid yellow 23, food yellow 4, trisodium 1-(4-sulfonatophenyl)-4-4(4- sulfonatophenylazo)-5-pyrazonlone-3-carboxylate), brilliant blue FCF, acid blue 9, erioglaucine, black PN/black C/black VI.

Kemasan

Kemasan Matcha O’cica Sooting Cream ini travel size dengan wadah berwarna putih dipadu dengan tutup berwarna hijau, enak dipegang, dan isinya lumayan penuh. Wadah yang dipakai juga tidak terlalu besar. Biasanya, beberapa produk menggunakan wadah besar meskipun isinya sedikit.

Untuk ukuran ada dua yaitu 10 gram dan 5 gram dengan harga Rp75 ribu (10 gram) dan Rp42 ribu (5 gram).

Produk natural skincare dan produk skincare yang baik adalah yang terdaftar di BPOM. Matcha O’cica Soothing Cream sudah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18210106340, dan memiliki nomor halal 00150095890519.

Matcha O’Cica Soothing Cream

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream 

Kembarannya Matcha O’Cica. Jika kembarannya tadi cocok untuk kulit berjerawat, Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream ini mampu menangani masalah kulit, seperti kulit kusam, flek hitam, kulit kering, dan tanda-tanda penuaan dini.

Krim ini didampingi oleh lactobacillus/milk ferment filtrate debagai probiotik, yang sangat menghidrasi tanpa minyak berlebih. Produk ini bisa menjadi jawaban jika menginginkan produk hydrating, brightening, dan anti aging dalam satu krim wajah saja.

Produk ini, juga cocok untuk semua  jenis kulit, bisa dipakai oleh ibu hamil, menyusui, hingga remaja di atas usia 14 tahun.

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream

Komposisi: daily cream ini mengandung niacinamide 4% (memperkuat skin barrier dan mencerahkan kulit), turmeric (sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar UV), propolis (antimikroba dan anti-inflamasi), hyaluronic acid (melindungi kadar air di setiap lapisan kulit dan mengunci kelembapan kulit).

Vitamin E (membantu pembentukan kolagen untuk meningkatkan elastisitas  kulit), vitamin C (mengurangi keruput dan tanda-tanda penuaan), arbutin (mengatasi hiperpigmetasi dan kulit kusam), dan kefir (probiotik yang membantu meremajakan kulit dan melawan radikal bebas).

Full ingredients: water, disodum EDTA, allantoin, polyacrylate-13, polyisobutene, polysorbate-20, glycerine, cetearyl alcohol, dimethicone, stearic acid, ethylhexylglycerin, phenoxyethanol, niacinamide, propylene glycol, curucuma longa (root) extract, citric acid.

Sodium benzoate, potassium sorbate, butylene glycol, glycyrrhiza glabra root extract, 3-O-ethyl ascorbic acid, alpha arbutin, hydrolyzed  hyaluroic acid, propolis extract, polysorbate-60, lactobacillus /milk ferment filtrate (kefir), epilobium angustifolium flower/leaf/stem extract, sodium metabisulfite, tocopheryl acetate (vitamin E).

Seperti kembarannya, produk ini juga telah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18210105760, dan mengantongi label halal dengan nomor 00150095890519.

Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream 

Untuk ukuran juga tidak berbeda dengan Matcha O’Cica, ada yang 10 gram (Rp85 ribu), dan kemasan 5 gram (Rp47 ribu). Untuk warna kemasan adalah putih dipadu dengan tutup wadah berwarna peach.

Review Natural Skincare: The Twin Cream

Jujur, aku cukup puas denan krim kembar ini. Dari awal pemakaian tidak ada masalah berarti yang muncul. Karena aku berjerawat, aku memakai Matcha O’Cica Soothing Cream, terlebih saat jerawat masih merona.

Aku juga memakai Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream, agar wajahku yang berjerawat bisa kembali mulus.

By the way, aku memakainya bergantian, kadang pakai Matcha O’Cica, dan setelah merasa jerawat tidak meradang, aku memakai krim kembarannya. Tentu saja, pemakaiannya tidak bersamaan ya.

Setelah pemakaian dua minggu, memang bekas jerawat tidak serta merta hilang, namun jerawat mulai berkurang, dan sudah tidak ada yang merah merona. Bekas-bekas jerawat juga perlahan mulai menghilang.

Tentu saja, pemakaian skincare harus rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Aku cukup puas dengan hadirnya The Twin Cream ini.

O ya, aku mengingatkan, setiap kulit wajah itu berbeda-beda, ada yang cocok dengan produk tertentu dan ada yang tidak. Tapi, berdasarkan pengalaman aku sendiri, kulit wajahku tidak terlalu rewel selama pemakaian natural skincare: The Twin Cream.

Apakah ini recomended, aku jawab Ya.

Cara Penggunaan

Jangan salah-salah ya, urutan siang: facial wash + toner + serum + Matcha O’cica Soothing Cream/ Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream + sunscreen.

Urutan malam: facial wash + toner + serum + Matcha O’cica Soothing Cream/ Niacinamide 4% + Turmeric + Propolis Advanced Luminous Cream.

Penggunaannya, tinggal dioles secara merata.

Pembelian bisa dilakukan di marketplace berikut:

Shopee: @egyptianbeautyskin

Tokopedia: eBright Skin Official

Halalpedia: eBright Skin Official


 

Thursday, September 16, 2021

Cara Praktis Manfaatkan Minyak Jelantah

 


Biasanya minyak jelantah alias minyak bekas pakai yang sudah tidak bisa digunakan lagi itu dibuang sia-sia. Ternyata ada cara prakris manfaatkan minyak jelantah lo, tak hanya menjadi lebih berguna, tapi juga bisa menghasilkan cuan. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah yaitu dengan menjualnya kembali. Eits, bukan jual ke sembarang orang ya, tapi ke orang yang tepat agar bisa digunakan dengan baik, bukan untuk hal yang bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup. 

Kita harus tahu, membuang sembarangan minyak jelantah memiliki dampak buruk untuk lingkungan. Sebagai informasi limbah minyak goreng alias minyak jelantah ini termasuk limbah non B3, yang juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat menyumbat drainase. Saluran air akan menjadi kotor dan tersumbat, sehingga dapat menjadi tempat bagi bakteri berkembang biak, dan tentu saja menimbulkan penyakit. 

Membuang di tanah, juga bukan solusi yang baik. Bagaimana tidak, minyak jelantah yang terserap ke tanah akan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Kalau sudah menggumpal tanah akan menjadi lebih keras, dan bsisa menyebabkan banjir. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah, tak hanya memberikan keuntungan di sisi ekonomi, tapi juga akan berdampak baik untuk lingkungan. 

Beberapa waktu yang lalu, aku berjumpa dengan pengusaha yang bergerak di bidang minyak jelantah ini, yaitu Pimpinan CV Arah Baru Sejahtera M Rizky Ramadhan. 

Ia bercerita banyak hal tentang pemanfaatan minyak jelantah, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah, karena minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Bang Rizky saat menunjukkan proses filtrasi minyak jelantah

Selain melihat minyak jelantah dari sisi ekonomi, sisi lingkungan juga menjadi perhatin khusus. Selama ini, banyak pelaku usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menggunakan minyak sebagai bahan utama dalam membuat makanan, terlebih yang goreng-menggoreng. 

Pihaknya bersedia membeli minyak jelantah dari masyarakat atau pun UMKM. Untuk apa sih minyak jelantah tersebut? Tentu saja bukan untuk dikonsumsi tubuh ya... 

Rizky menuturkan, minyak jelantah, khususnya jelantah sawit memang sengaja dikumpulkan untuk diekspor ke luar negeri, nantinya minyak jelantah ini akan menjadi bahan baku dalam pembuatan biodiesel. 

Biodiesel adalah bahan bakar untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan biosolar. Namun, biodiesel ini lebih banyak dipakai untuk kendaraan di luar negeri seperti dari negara-negara di Eropa sana. 

CV Arah Baru Sejahtera memiliki program Bank Jelantah Pekanbaru, sebuah program untum masyarakat, lingkungan, kesehehatan, dan ekonomi. Inovasi ini membantu masyarakat dan pelaku usaha, baik itu UMKM, kafe, hingga restoran. Program ini juga bekerja sama dengan Yayasan Cinta Umat, dalam program sedekah jelantah. 

Dari minyak jelantah ini, bisa membantu hanyak pihak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. 

Caranya menjualnya bagaimana, gampang kok. Bisa melalui Bank Jelantah yang ada di berbagai kabupaten atau kota di Riau. Bank Jelantah Bengkalis, Bank Jelantah Duri, Bank Jelantah Tembilahan, dan lain-lain. Bagi masyarakat Pekanbaru juga bisa langsung datang ke Pergudangan Golden City Nomor B10, Jalan Air Hitam Pekanbaru. 

Berapa Harganya?

Nah ngomongin masalah duit, harga yang ditawarkan adalah Rp7 ribu per kilogram minyam jelantah. Harga ini harga standar, terkadang bisa lebih dari itu. Jadi daripada dibuang sia-sia lebih baik dijual bukan? 

Setiap bulannya, Rizky mengekspor sekitar tiga kontainer, dk mana setiap kontainer menampung sekitar 21 ton minyak jelantah. 

Proses sebelum diekspor, minyak jelantah terlebih dahulu harus disaring atau di-filter. Selain itu, juga dilaksanakan uji lab untuk menentukan spesifikasi sesuai dengan yang diminta oleh negara tujuan ekspor minyak jelantah ini. 

menurunkan minyak jelantah dari pick up untuk ditimbang dan di-filter

Tentu saja, diharapkan dengan hadirnya Bank Jelantah, dapat menjadi cara praktis manfaatkan minyak jelantah, sehingga alih-alih minyak jelantah menjadi limbah tak berguna, namun menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Tertarik?