Tuesday, September 13, 2022

Capacity Building bersama Bank Indonesia: Berkenalan dengan Pulau Rupat yang Eksotis

 

Capacity Building ke Pulau Rupat bersama Bank Indonesia Riau

Akhir Juli lalu tepatnya Rabu - Jumat, 27 - 28 Juli, menjadi perjalanan yang menyenangkan dan tak terlupakan. Setelah sekian lama berjibaku dengan kerja, kerja, dan kerja, Bank Indonesia Riau mengajak awak media dalam capacity building yang mengenalkan eksotisme Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Hari Pertama Capacity Building bersama Bank Indonesia

Kami berangkat ke Pulau Rupat dengan titik point di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Tidak perlu waktu lama untuk sampai ke Pulau Rupat.

Perjalanan naik bus menuju Pulau Rupat

Perjalanan menggunakan bus memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Pekanbaru menuju Dumai melewati jalan tol yang mulus dan lurus. Sampai di Kota Dumai, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan Dumai menuju Pulau Rupat yaitu ke Pelabuhan Ro-Ro Tanjung Kapal.

Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan Dumai

Perlu waktu beberapa lama untuk menunggu roro datang, bahkan hampir satu jam lamanya. Karena bosan menunggu di dalam bus, kami pun memilih untuk turun dan menikmati semilir angin sejuk di pelabuhan, sembari menikmati air es yang dijajakan oleh pedagang.

Saat itu adalah kali pertama aku menyeberang dari pelabuhan ke Pulau Rupat dan pertama kalinya naik roro. Kapal Ro-Ro singkatan dari Roll-on/Roll-off termasuk jenis kapal yang populer digunakan di dunia, termasuk di Indonesia.

Kami masuk bersamaan dengan bus, kemudian naik ke lantai atas dan duduk di kursi-kursi panjang yang sudah disediakan. Beberapa pedagang menjajakan makanannya, ada juga penampilan live music sepanjang menyeberang hingga ke Pulau Rupat.

Semilir angin sejuk menerpa saat aku berdiri di samping dinding terbuka yang menyerupai jendela. Dari sini terlihat laut yang berwarna kecoklatan. Sauh diangkat, dan kami berlayar menuju pelabuhan yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

Sesampainya di seberang, kami kembali masuk ke dalam bus untuk keluar dari kapal. Ada juga yang memilih berjalan kaki, sebelum akhirnya turut masuk ke dalam bus, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Rupat Utara.

Jalan menuju Rupat Utara cukup beragam mulai dari tanah kuning berlubang-lubang, semen, hingga beton. Jalan cukup lebar, sehingga dua bus bisa bersisian. Sekitar 2,5 jam lamanya kami menempuh perjalanan dari pelabuhan Pulau Rupat hingga ke Rupat Utara dengan menggunakan bus.

Villa Anting Putri

Bank Indonesia dalam gathering ini membawa awak media dengan tujuan pertama adalah Vila Anting Putri yang berada di Tanjung Medang. Vila Anting Putri sangat luas, baru saja datang kami sudah disuguhkan dengan kelapa muda siap santap. Lelahnya perjalanan langsung dihapus dengan  tegukan air kelapa muda.

Vila Anting Putri

Deburan ombak terdengar ketika kami melangkah lebih dekat ke Vila Anting Putri. Sebuah gazebo tinggi dibangun menghadap ke laut. Yap, Vila Anting Putri memang sangat dekat dengan pantai.

Menelusuri Vila Anting Putri, ada banyak vila yang disediakan dengan fasilitas yang sangat nyaman. Di vila yang kutempati misalnya, ada dua kursi dari rotan di terasnya serta sebuah meja dengan asbak rokok di atasnya.

Vila Anting Putri

Aku juga sempat berkunjung ke vila temanku yang berbeda rumah. Berbeda dengan ruanganku, di tempat temanku ini, ada dua kamar yang disediakan, saat membuka pintu terdapat sebuah ruang tamu.

Sementara di tempatku, ketika membuka pintu vila, langsung dihadapkan pada sebuah televisi, kasur king size lengkap dengan bench. Sebuah lemari diletakkan tepat di depan kamar mandi. Isi di dalam vila seperti hotel-hotel pada umumnya.

Untuk kamar mandi di Vila Anting Putri, terdapat sebuah cermin, westafel, dan shower. Hanya saja, air shower akan keluar cukup kecil ketika ada orang lain yang memakai air di vila lain. Barangkali pengelola harus memperbaiki hal yang satu ini  kan nggak asik jika saat keramas tiba-tiba aliran air jadi lebih kecil.

Lalu, kualitas air cukup jernih, hanya saja aroma airnya menyeruak cukup tajam seperti aroma obat. Aku sulit mendeskripsikannya seperti apa, tapi aku lebih memilih berkumur dengan air mineral ketimbang dari air tersebut. Namun, katanya, kualitas air di sini sudah yang terbaik yang bisa ditemukan di Pulau Rupat. Selain itu, fasilitas sangat nyaman dan tidak menjadi masalah berarti. Aku masih bisa mandi dengan air hangat dan beristirahat dengan nyaman hingga subuh.

Berhadapan dengan laut, katanya bisa menikmati sunrise atau matahari terbit yang indah di pagi hari. Sengaja aku bangun pukul 05.00 WIB dan menenteng kamera menelusuri tepi pantai. Saat itu pagi sedang pasang, pasir pantai tertutup, dan aku hanya bisa berjalan di dermaga semen.

Suasana masih gelap, aku duduk di tepi dermaga berharap sunrise muncul dengan indahnya. Namun apa daya, pagi itu sedang sendu hanya awan hitam muncul memyembunyikan sang jingga. Mengecewakan tapi aku berjanji akan datang keesokan paginya lagi untuk mendapatkan sunrise yang indah.
Menanti sunrise di Vila Anting Putri



Penampilan Zapin Api

Di Vila Anting Putri, malamnya kami disuguhkan dengan penampilan tari zapin api.

Tari zapin api merupakan atraksi asli dari masyarakat Pulau Rupat. Selain kami sebagai tamu yang menyaksikan tari zapin api ini, juga ada masyarakat sekitar yang turut menonton.

Ada dua gundukan sabut kelapa yang disediakan, sekumpulan penari laki-laki bertelanjang dada memakai celana putih panjang, para pemusik penabuh gendang, seorang penyair, dan beberapa pawang.

Tari zapin api Pulau Rupat

Alunan musik dimainkan, para penari bertepuk tangan sesuai irama, lama-lama mereka seperti kesurupan. Lari-lari menerjang gundakan sabut yang sudah disiram minyak tanah dan bekobar menyala-nyala.

Gundukan diterjang, ditendang, dilempar dengan kaki telanjang dan tantan kosong. Lalu sebuah bola menyala-nyala dilempar dan membuat para penari semakin bersemangat mengejar apapun yang menyala. Syair-syair berbahasa melayu didendangkan yang tidak kutahu artinya, belakangan kuketahui syair itu berkisah tentang rasul dan sahabat.

Para pawang berjaga agar penari yang mengejar bola api tidak sampai keluar dari garisnya dan membahayakan penonton. Begitu terus sampai api padam, musik berakhir, dan penyair tak bersuara lagi, meninggalkan para penari dengan erangan tak puas dengan durasi.

Cukup ekstrem memang, aku sibuk melihat sambil menyantap kacang kulit di meja yang disediakan, kemudian bertepuk tangan dengan aksi dan tradisi luar biasa yang dimiliki oleh masyarakat Pulau Rupat.

Hari Kedua

Pulau Beting Aceh

Bersama Bank Indonesia Riau, dalam gathering ini Pulau Beting Aceh merupakan destinasi utama. Walaupun keindahan sunrise tertutup mendung, rupanya matahari pagi itu cukup terik seolah-olah mengusir mendung agar pergi jauh-jauh.

Hari itu usai sarapan, kami bersiap-siap untuk menuju ke Pulau Beting Aceh. Dari Vila Anting Putri, kami menaiki bus menuju Pelabuhan Tanjung Medang. Lalu dilanjutkan dengan naik speed boat hingga sampai ke Pulau Beting Aceh sekitar 15 menit kemudian.

Meskipun warna cokelat mendominasi warna air di pantai-pantai Pulau Rupat, di Pulau Beting Aceh ini justri warna biru sangat mendominasi. Pasirnya berwarna putih, seolah-oleh suci tanpa dosa. Ketika kaki-kaki manusia menyentuh pasirnya, suara berbisik seakan sedang berghibah terdengar.

Hamparan pasir putih dan lautan tenang seluas mata memandang, ditambah dengan cemara laut yang menghiasi Pulau Beting Aceh. Ada dua buah gazebo menyambut para tamu yang datang, selainnya tidak ada apapun. Tidak ada orang selain rombongan dari Bank Indonesia, tidak ada fasilitas lain menghiasi pulau yang indah ini.

Foto bersama di Pulau Beting Aceh

Berharap ada perosotan yang langsung ke laut, atau ayunan di tepi laut, atau banana boat yang bisa mencempelungkan pengunjung, sepertinya terlalu berlebihan untuk dijadikan ekspektasi mengunjungi Pantai Beting Aceh.

Namun jangan salah, justru dengan tampilan ini semakin membuat Pulau Beting Aceh terlihat sangat eksotis dan terlihat masih perawan dan seperti belum dijamah manusia. Yah, sayangnya ada beberapa sampah botol air mineral dan wadah mi instan yang sedikit mencoreng keindahan Pulau Beting Aceh ini.

Pulau Beting Aceh

Sebenarnya, aku sangat ingin berenang di Pulau Beting Aceh, tapi jika mengingat durasi, rasanya tidak akan cukup untuk bersenang-senang. Jadi agenda yang bisa kulakukan saat itu adalah foto-foto, buat video jamet dan alay, serta menikmati suasana pantai. Aku belum sempat melamun di Pulau Beting Aceh.

Pulau Beting Aceh

Saat capek, kami kembali ke gazebo dan menyeruput segarnya air kelapa. Memang sebelum menyeberang ke Pulau Beting Aceh, kami dibekali dengan sebuah kelapa muda per orang. Tak lupa sebungkus Pop Mie diseduh untuk mengenyangkan perut yang keroncongan sebelum akhirnya kembali ke Vila Anting Putri.

Sesampainya di vila, kami beristirahat sejenak, lalu wawancara dengan Kepala Bank Indonesia Riau Bapak Muhamad Nur. Setelah Zuhur, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait potensi wisata Pulau Rupat yang disampaikan langsung oleh Ekonom Senior Kpw BI Riau Bapak Ignatius Adhi Nugroho dan Akademisi Pariwisata Universitas Riau Bapak Achmad Nawawi.

Pemaparan materi terkait potensi Pulau Rupat

Malam Terakhir

Kata teman-teman awak media sangat seru, ada banyak lomba berhadiah uang tunai. Tapi malam itu aku meringkuk di kasur karena sakit perut akibat tamu bulanan yang datang lebih awal.

Hari Terakhir

Di awal tulisan ini aku mengatakan berjanji akan melihat sunrise di hari berikutnya. Namun sayang, pagi itu hujan rintik-rintik turun, dan aku yakin sunrise yang indah lagi-lagi tidak akan menunjukkan diri kepadaku. Ya sudah, aku kembali meringkuk menuntaskan subuh terakhir di Vila Anting Putri.

Aku menghabisakan sarapan terakhir di Vila Anting Putri, mengenyangkan diri agar nantinya tidak mual sepanjang perjalanan pulang. Sebelum benar-benar pulang, di hari terakhir gathering bersama Bank Indonesia, kami menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Tanjung Lapin dan Pantai Pesona.

Pantai Pesona memiliki bibir pantai yang lebih indah ketimbang di Pantai Vila Anting Putri. Kami masih bisa berjalan-jalan di pasir meskipun air pasang. Sapi-sapi milik warga melihat kami tanpa berkedip seolah-olah mengejek makhluk yang jarang melihat pantai.

Pantai Pesona di Pulau Rupat

Aku juga yakin, sapi-sapi itu tertawa di dalam hati saat panitia menyuruh kami untuk segera bergegas agar dapat mengunjungi Pantai Tanjung Lapin serta dapat pulang tepat waktu.

Dari Pantai Pesona, kami ke Pantai Tanjung Lapin. Kulihat-lihat, pantai ini memiliki fasilitas yang paling lengkap, tapi kalau pemandangan Pantai Beting Aceh masih juaranya. Di Pantai Tanjung Lapin, ada gazebo, toilet, pedagang, dan lain-lain.

meng-jamet di Pantai Tanjung Lapin

Selain menyusuri pantai, juga ada dermaga, sehingga pengunjung bisa berjalan-jalan tanpa takut kotor atau terkena air. Di ujung dermaga bisa berfoto dengan tulisan Pantai Tanjung Lapin.

Gerimis kembali turun saat kami di Pantai Tanjung Lapin, berlari-lari kami menuju bus setelah puas berfoto. Kemudian tidur sepanjang perjalanan dan kembali pulang ke Kota Pekanbaru.


Monday, September 12, 2022

Review Orange O'cica Acnederm Lotion: Ampuh Atasi Jerawat Meradang

Orange O'cica Acnederm Lotion 

Jerawat selalu menjadi momok mengerikan bagi siapapun. Keberadaannya kerap mengurangi rasa percaya diri, bahkan saat sudah pergi pun, jerawat masih meninggalkan bekas kehitaman hingga bopeng di wajah yang sulit untuk dihilangkan. Di tulisan kali ini, aku ingin me-review produk dari eBright Skin yaitu Orange O'cica Acnederm Lotion yang digadang-gadang ampuh atasi masalah jerawat yang meradang. 

Biasanya jerawat mulai muncul pada usia remaja hingga dewasa. Kemunculan ini bisa berawal dari hanya satu, kemudian timbul jerawat-jerawat lain seolah-olah beranak pinak. 

Apalagi ketika datang bulan tiba, jerawat lebih mudah muncul lagi, dan semakin mengesalkan karena muncul di lokasi yang sama di mana bekas jerawat lama belum menghilang, kemerahan, dan meradang. Seperti kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti. 

Ada beragam cara ampuh mengatasi masalah jerawat yang baru muncul dan meradang. Orange O'cica Acnederm Lotion dari eBright hadir mengatasi masalah jerawat tersebut.  Kombinasi bahan-bahan yang dikandung seperti Tea Tree Oil, Lactic Acid, dan Niacinamide bisa menjaga agar jerawat tidak datang kembali dan mencerahkan bekas jerawat. 

Selain itu, formulasi triple action dari Orange Oil, Centella Asiatica, dan Salicyclic Acid mampu membantu perawatan intensif pada kulit berjerawat. 

Hero Ingredients 

eBright Skin Orange O'cica Acnederm Lotion ini dibekali dengan hero ingredients yang selain meredakan jerawat meradang, juga membunuh bakteri serta meredakan inflamasi. 

Orange Oil: Berperan untuk membunuh bakteri, meredakan inflamasi, memudarkan bekas jerawat, mengontrol produksi sebum, merangsang produksi kolagen, dan mengurangi nyeri yang disebabkan oleh jerawat yang meradang. 

Centella Asiatica: Menenangkan dan menghilangkan jerawat, serta meregenerasi sel kulit. 

Salicylic Acid: Mengendalikan penumpukan sel kulit mati dan produksi minyak berlebih yang menjadi penyebab utama jerawat. 

Tea Tree: Meredakan jerawat dan komedo 

Lactif Acid: Mengatasi hiperpegmentasi dan dark spot. 

Niacinamide: Memperkuat skin barrier dan mencerahkan bekas jerawat. 

Secara keseluruhan komposisi Orange O'cica Acnederm Lotion terdiri dari Aqua, Cyclopentasiloxane, Cetyl Alcohol, Niacinamide, Stearic Acid, Glycerin, Acrylamide/Sodium Acryloyldimethyltaurate Copolymer Phenoxyethanol, Butylene Glycol, C13-14 Isoparaffin, Salicylic Acid, Citrus Aurantium Peel Oil, Galactomyces Ferment Filtrate, Lactic Acid, Saccharomyces Lysate Extract, Amylopectin, Farnesol, Dextrin, Laureth-7, Propylene Glycol, Allantoin, Bisabolol, Disodium EDTA, Melaleuca Alternifolia Leaf Oil, Panthenol, Tocopheryl Acetate, Xanthan Gum, Centella Asiatica Leaf Extract, Benzotriazolyl Dodecyl P-Cresol, Ethylhexylglycerin, Quaternium-73, Epilobium Angustifolium Flower/Leaf/Stem Extract, Linalool, Sodium Benzoate, Sodium Metabisulfite, Citric Acid, Potassium sorbate, May Contain: CI 19140, CI 42090, dan C128440.

Kemasan 

Orange O'cica Acnederm Lotion 

Kemasan Orange O'cica Acnederm Lotion berwarna hijau dengan gambar jeruk di salah satu sisinya. Menariknya lagi,  kemasan produk ini sangat nyaman untuk dibawa kemana-mana. 

Tinggal menekan bagian atas dari kemasan maka lotion akan langsung keluar. Aplikator pump ini membuat isi di dalam kemasan tetap higienis. Selain itu, juga diberikan penutup untuk pump-nya. Dengan demikian, risiko tumpah atau tidak higienis amat sangat kecil sekali. 

Untuk teksturnya berupa cream lotion berwarna hijau pastel dan sangat mudah menyerap, serta tidak meninggalkan stain warna.

Tekstur Orange O'cica Acnederm Lotion 

eBright Skin juga mengklaim jika Orange O'cica Acnederm Lotion cocok untuk semua jenis kulit yang berjerawat. 

Produk ini juga tanpa tambahan alkohol, tanpa tambahan paraben, dan tanpa tambahan pewangi, serta bisa digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, juga bagi remaja usia 13 tahun ke atas. 

Orange O'cica Acnederm Lotion sudah teregistrasi BPOM dengan nomor NA18210111383, serta sudah berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Cara Penggunaan Orange O'cica Acnederm Lotion 

Cara penggunaannya juga cukup mudah. Tinggal totol-totolkan Orange O'cica Acnederm Lotion ke spot yang ada jerawatnya. Apabila jerawat menyebar di hampir seluruh wajah, oleskan secara tipis dan merata ke bagian wajah yang sedang berjerawat. Pemakaian bisa dilakukan saat malam hari.

Review eBright Skin Orange O'cica Acnederm Lotion 

Wajahku adalah jenis kulit yang agak berminyak dengan beberapa jerawat dan bekas jerawat. Jerawat kerap muncul dan meradang khususnya setiap kali menstruasi atau datang bulan, serta kerap muncul di area bekas jerawat atau timbul di lokasi yang sama dengan jerawat sebelumnya. Cukup sulit menghilangkan bekas jerawat. Baru mulai memudar, belum hilang, sudah ditimpa dengan jerawat baru. 

Tak hanya di jerawat yang baru muncul, aku juga mencoba mengaplikasikan Orange O'cica Acnederm Lotion untuk beberapa bekas jerawatku. 

Aku sangat menyukai aroma segar jeruk dari Orange O'cica Acnederm Lotion ini. Saat diaplikasikan ke kulit wajah juga menyerap dengan cepat. Kemasannya juga sangat memudahkan untuk dibawa kemana-mana, apalagi aku suka bepergian ke tempat-tempat baru, tinggal masukkan ke tempat yang mudah diingat serta tidak memakan banyak ruang. 

Pemakaian memang hanya kupakai saat jerawat meradang, lumayan lah setelah penggunaan jerawat perlahan-lahan mulai mengempis, dan rasa nyeri akibat peradangan berkurang. Beberapa hari setelah pemakaian dengan pengaplikasian yang rutin juga membuat bekas jerawat perlahan-lahan memudar. 

Orange O'cica Acnederm Lotion sangat cocok untuk kita-kita yang sering bermasalah dengan jerawat khususnya jerawat-jerawat yang meradang dan menyebalkan. Selain itu juga cukup ampuh untuk mencerahkan bekas jerawat membandel. 

Harga Orange O'cica Acnederm Lotion yaitu Rp105.000/15ml. Pembelian produk bisa di Shopee dan Tokopedia ya, jangan lupa follow Instagram eBright Skin untuk terus mendapatkan informasi terbaru. Selain itu juga dapat mengunjungi langsung ke website eBright Skin.

Wednesday, September 7, 2022

Review Produk Baru eBright Skin: Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum

eBright Skin Vegan  Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum

Siapa di sini yang menyadari, wajah adalah bagian yang  paling banyak dapat perawatan, tapi paling sering juga mengalami masalah. Mulai dari kulit sensitif, jerawat, alergi, iritasi, hingga bekas jerawat yang sangat sulit untuk dihilangkan.

Sebelum membahas tentang review eBright Skin Vegan  Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum, pasti teman-teman yang sudah terjun di dunia per-skincare-an juga sangat berhati-hati dalam memilih jenis skincare yang bakal digunakan untuk kulit wajah.

Apalagi, tidak semua orang cocok dengan produk yang sama. Setiap wajah memiliki tipe yang berbeda-beda. Penggunaan skincare bisa saja tidak cocok karena tidak sesuai dengan jenis kulitu atau memiliki kandungan yang tidak alami.

Kembali lagi ke Review eBright Skin Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum. Ini sebenarnya produk apa sih. eBright Skin Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum adalah pre serum yang menutrisi kulit dan digunakan sebagai langkah awal penggunaan produk skincare sebelum produk lainnya.

Nah, bagi teman-teman yang punya masalah kulit seperti alergi, kemerahan/iritasi akibat jerawat, dan ingin memperbaiki tekstur kulit akibat bekar jerawat, eBriht Skin Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre-Serum bisa menjadi pilihan terbaik.

Pre-Serum ini memiliki formulasi unik dan tentu sesuai namanya vegan friendly. Selain mengatasi maslah-masalah tersebut, Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum juga dapat membuat kulit tampak lebih sehat, lembab, dan bercahaya.

Gabungan Kale yang mengandung Beta Karoten dan 7 vitamin alami serta Kombucha 8% yang mengandung antioksidan dan probiotik sangat berguna dalam mengatasi masalah-masalah kulit, seperti alergi, kemerahan/iritasi akibat jerawat, serta memperbaiki tekstur kulit akibat jerawat.

eBriht Skin Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum juga  diperuntukkan bagi semua jenis kulit, terutama untuk kulit sensitif dan kulit kering. Produk ini juga aman bagi bagi ibu hamil dan  menyusui, serta dapat digunakan untuk remaja mulai 13 tahun ke atas.

Kelebihan lainnya, eBright Skin juga mengklaim produk ini tanpa tambahan  alkohol, tanpa paraben, dan tanpa parfum, cocok untuk kulit sensitif, serta vegan friendly.

Tak hanya itu, pre serum ini juga sudah teregistrasi BPOM dengan nomor NA18220100129 dan berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Komposisi eBright Skin Vegan Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre-Serum

Dalam memilih skincare, komposisi juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena bisa saja ada beberapa kandungan yang harus dihindari untuk kulit tertentu. Produk ini memiliki kandungan yaitu Aqua, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Saccharomyces/Xylinum/Black Tea Ferement, Trehalose, Glycerine, PEG-40 Hydrogenated Castrol Oil, Ammonium Polyacryloyldimethyl Taurate, Niacinamide, Chlorphenesin, Moringa Oleifera Leaf Extract, Artemisia vulgaris extract, Cymbopogon Citratus (leaf) extract, Disodium EDTA, 1,2 Hexanediol, Alphaglucan Oligosaccaride, Brassica Oleracea Acephala Leaf Extract Calendula Officinalis, Sonchifolia Root Juice, Potassium Sorbate, Citric acid, Rosa Centifolia Flower Extract, dan Maltodextrin, serta Lactobacillus.

Hero Ingredients

Kale: tumbuhan kale dikenal memiliki khasiat yang luar biasa untuk kesehatan kulit. Kale juga mampu menguatkan struktur kulit (karotenoid), serta meningkatkan produksi kolagen (lutein), dan mempercepat penyembuhan maslah kulit.

Kombucha 8%: mencegah penuaan (anti aging) kombucha dikenal  sangat kaya akan antioksidan dan probiotik. Kandungan antioksidannya yang kuat, disebut juga EGCG diketahui 20 kali lebih baik dalam menyerang radikal bebas daripada vitamin C, serta bekerja lebih baik dalam menyamarkan kerutan kulit dan tanda-tanda penuaan dini lainnya.

Kombucha juga dapat merawat kulit jerawat dan  kemerahan (redness) dengan kandungan probiotik serta dapat membantu melawan peradangan, kemerahan, dan jerawat. Jika dioleskan secara topikal, probiotik dapat memantu mencegah bakteri berahaya mengiritasi kulit.

Mugwort: kandungan ini dapat menenangkan peradangan, mencerahkan kulit. Hal ini dikarenakan mugwort memiliki sifat melembabkan dan memiliki  kemampuan meredakan kemerahan, dan dipercaya sebagai bahan yang  baik dan sangan ampuh untuk  memberikan kilau cantik pada  kulit.

Moringa: Kandungan ini dapat melembangkan dan menghaluskan kulit. Ekstrak moringa kaya akan vitamin E yang dapat membantu mengurangi keriput dan membuat kulit menjadi lebih halus. Vitamin E merupakan salah satu nutrisi penting untuk kulit. Moringa juga dapat membantu regenerasi sel kulit dan merangsang kolagen, serta melindungi dan mencerahkan kulit.

Yacon Ext: berperan sebagai antioksidan dan bersifat anti-inflamasi.

Lemongrass: bermanfaat untuk mengecilkan pori-pori, mengatasi penuaan kulit, dan memberikan efek rekalsasi.

Pale Rose: kandungan ini bermanfaat untuk melembabkan kulit wajah karena air mawar mengandung  pelembab alami serta antioksidan yang dapat mencegah kulit kering. Juga memiliki manfaat lain seperti menghambat penuaan dini, dan meredakan peradangan pada kulit.

Calendula: kandungan ini dapat menghidrasi dan menutrisi kulit kering, memperlambat perkembangan keriput (antioksidan dan senyawa) anti-inflasmasi dalam Calendula telah terbukti secara signifikan  melindungi terhadap stres oksidatif pada sel kulit manusia. Calendula memungkinkan menjaga kulit etetap terhidrasi dan sehat.

Cara Pakai eBright Skin: Vegan Recipe wiht Kale + Kombucha 8% Pre-Serum

eBright Skin Vegan  Recipe with Kale + Kombucha 8% Pre Serum

Caranya juga seperti biasa, teteskan  3 - 4 tetes pre serum ke semua bagian wajah secara merata. Biarkan hingga meresap. Lalu, bisa dilanjutkan dengan pemakaian serum lain atau daily cream lainnya.

Review eBright Skin Vegan Recipe wiht Kale + Kombucha 8% Pre-Serum

Pre Serum ini dikemas dengan kotak kecil berwarna hijau pastel dipadu dengan warna putih. Berbeda dengan kotak skincare yang biasanya di buka dari atas, pre serum ini didesain dengan garis yang membagi dua sisi satu dengan sisi yang di seberangnya, yang  ketika dibuka akan membentuk segitiga.

Botol kemasan juga berwarna hijau, dilengkapi dengan pipet yang memudahkan pengaplikasian di wajah. Meskipun botolnya berwarna hijau, pre serum ini berwarna bening, cair, dan ringan.

Saat dioleskan ke wajah, daya serap juga sangat baik. Terlebih dengan komposisi-komposisi serta tekstur pre serum ini, tidak akan membuat wajah  iritiasi dan cocok untuk semua jenis kulit.

Penggunaan pre serum ini juga bisa dipakai dengan produk lainnya, selama semua produk yang digunakan aman dan dengan komposisi yang baik dan aman juga.

Selama pemakaian dua minggu, tidak ada hal negatif yang ku rasakan. Aku merasa wajah lebih cerah dan merasa lebih sehat, serta terawat. Sebagai informasi, wajahku sedikit berminyak dan memiliki beberapa bekas jerawat hitam-hitam, yang sulit hilang. Penggunaan dua minggu, lumayan memudar. Jika dipakai lebih lama dan teratur, hasilnya mungkin akan lebih baik lagi.

Sebagai tambahan, penggunaan skincare itu yang penting rutin dan perhatikan komposisinya. Pakai yang sesuai jenis kulit, serta pastikan juga jika aman teregistrasi BPOM dan halal.

Pembelian produk bisa di Shopee dan Tokopedia ya, jangan lupa follow Instagram eBright Skin untuk terus mendapatkan informasi terbaru. Selain itu juga dapat mengunjungi langsung ke website eBright Skin.

Friday, August 26, 2022

Atasi Deforestasi dan Dampak Lingkungan, Cara APRIL Wujudkan Green Economy

 

Sumber: Instagram.com/discoverapril

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada hari tanpa produk dari pulp yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, mulai dari menulis catatan harian, mengelap  keringat, mengeringkan tangan, minum, berbelanja, dan lain-lain. Mulai dari rumah, bekerja di kantor, hingga kembali ke rumah, rasanya tak mungkin tidak bersentuhan dengan produk seperti kertas, tisu, tas belanja, hingga wadah makanan.

Semua produk tersebut berasal dari pohon. Meskipun memiliki banyak manfaat, tetap saja produk itu sering dicap sebagai produk yang tidak ramah lingkungan. Lalu apakah kita bisa hidup tanpa kertas, bahkan kertas saja saat ini menjadi alternatif pengganti plastik. Namun, kenapa dalam setiap kampanye lingkungan, tak jarang orang memandang negatif terkait penggunaan  kertas.

Deforestasi menjadi masalah yang kerap digaungkan terkait industri pulp dan kertas, karena kayu yang merupakan bahan baku untuk pembuatan produk-produk seperti kertas kantor, katalog, glossy, dan lain-lain.

Dampaknya tehadap lingkungan, mulai dari nitrogendioksida, sulfurdioksida, dan karbondioksida yang dilepaskan ke udara. Lalu, industri kertas juga dianggap masih menggunakan bahan bakar fosil untuk produksi bahan baku dan transportasi, sehingga lebih banyak menghasilkan rumah kaca.

Salah satu perusahaan pulp dan kertas di Riau yaitu Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group yang merupakan produsen terkemuka serat, pulp dan kertas. Lalu apa yang dilakukan perusahaan ini, agar dalam perkembangan bisnisnya tetap  dapat melestarikan lingkungan.

Ternyata, tak hanya bergerak di sisi bisnis dan keuntungan saja, APRIL Group juga memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, dalam kemajuan Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembagunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Dengan APRIL 2030, APRIL Group berkomitmen memberikan dampak positif pada iklim, alam, dan manusia.  Tentu ini selaras dengan gagasan Green Economy (ekonomi hijau) yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi hijau, diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang kuat namun harus selaras dengan keramahan lingkungan yang ada.

Green economy adalah bagaimanan menjalankan perekonomian berskala makro, tetapi memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan sekitar, terutama hutan yang dikenal sebagai paru-paru bumi.

Pada tahun 2020, APRIL meninjau topik materialnya untuk meluncurkan komitmen dan target keberlanjutan  jangka panjang. APRIL 2030 berfokus pada peluang nyata untuk menciptakan dampak positif paling signifikan terhadap iklim, alam, dan manusia, sambil mengembangkan bisnis secara berkelanjutan (sustainability).

Deforestasi

APRIL memastikan lahan yang dikelolanya telah tersertifikasi baik nasional hingga internasional. Terkait deforestasi, APRIL berkomitmen melindungi hutan tanaman dari kebakaran atau risiko kehilangan kayu atau kerusakan lainnya. Berbagai tindakan  dilakukan untuk melindungi kawasan hutan, termasuk kawasan produksi, konservasi dan restorasi, serta kegiatan ilegal, yang selalu dipantau.

APRIL berkomitmen kuat untuk nol deforestasi, dan nol konversi hutan alam dan ekosistem lainnya dengan melindungi wilayah operasi, serta bekomitmen untuk tidak melakukan pembalakan liar dengan mendukung praktik terbaik dalam pengelolaan hutan yang diambil kayunya

Kebijakan Tanpa Bakar sudah  diambil oleh APRIl sejak tahun 1993 dan dilakukan secara ketat dan mematuhi persyaratah hukum pemerintah Indonesia. Berbagai hal juga dilakukan untuk mengurangi  risiko kebakaran mulai dari pencegahan hingga pemulihan kebakaran dilakukan dengan  manajemen yang terstruktur.

Sumber: Instagram.com/discoverapril

Tak hanya itu, APRIL juga berkomitemen mendapatkan kayu dengan  cara yang bertanggung jawab baik secara lingkungan maupun sosial sebagai bagian dari  pengelolaan hutan berkelanjutan.

Sumber kayu yang dimaksud yaitu hutan tanaman APRIL termasuk mitra pemasok dan pemasok pasar terbuka, yang dikelolah secara bertanggung jawab, serta memasok kayu legal dari sumber yang tidak kontroversial, juga memastikan pemasok kayu berasal dari sumber yang bekelanjutan dan tidak berkontribusi terhadap deforestasi.

Atasi Dampak Lingkungan

Untuk mengatasi dampak lingkungan tersebut APRILmengimplemetnasikan beberapa inisiatif untuk mengurangi emisi Gas Rumah  Kaca (GRK), yaitu dengan  optimasi pemanfaatan energi terbarukaan. Saat ini, APRIL memproduksi lebih dari 87 persen kebutuhan energi dari sumber terbarukan untuk mencapai 90 persen pada tahun 2030, atau lebih cepat.

Sumber: Instagram.com/discoverapril

APRIL juga sudah merencanakan pemasangan panel surya 20 megawatt di Kerinci pada tahun 2025  mendatanng.

Peningkatan penyerapan karbon juga dilakukan. Dalam memenuhi target APRIL 2030, dilakukan  seperti restorasi dan konservasi hutan alam, dan pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab dan praktik pertanian yang lebih baik di lahan gambut. Hal ini membantu menghindari GRK dan dampaknya.

APRIL juga terus berinvestasi dalam penelitaian dan peralatan untuk medorong inovasi di bidang dekarbonisasi dan juga mendorong efisiensi energi dan uap, yang selanjutnya mengurangi emisi GRK.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, upaya APRIL membantu Pemerintah Indonesia mewujudkan green economy sangatlah besar. Selain membantu pemerintah, dalam mencapai APRIL 2030, APRIL juga membantu kelestarian lingkungan, iklim, dan masyarakat sekitar.

Tuesday, August 23, 2022

Cara Perpanjang SIM Online di Kota Pekanbaru

SIM yang baru diperpanjang

Duh, tinggal beberapa hari lagi Surat Izin Mengemudi (SIM) punyaku habis masa berlaku. Cari-cari deh cara perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) Online di Kota Pekanbaru. Awalnya aku juga bingung gimana caranya perpanjang SIM online, apalagi aku tinggal tidak di daerah di mana aku membuat SIM dulu.

Sebelumnya, aku membuat SIM di Kota Tembilahan pada 2017 lalu, 2022 ini genap lima tahun, jadi mau nggak mau harus diperpanjang. Kemarin sempat minta bantuan teman untuk mengurus ini itu nya, tapi kata dia lebih mudah jika memperpanjang SIM secara online.

Persiapan Perpanjang SIM Online

Aplikasi Digital Korlantas

Aplikasi Digital Korlantas

Aplikasi yang harus dan wajib diunduh adalah aplikasi Digital Korlantas. Dari aplikasi  ini nanti kita bisa mengunduh dua aplikasi lainnya untuk keperluan tes psikologi (ePPsi) dan tes kesehatan (e-Rikkes).

Aplikasi Digital Korlantas digunakan untuk melakukan perpanjang SIM online. Di sini tinggal memasukkan NIK, foto KTP, SIM, dan data-data lainnya. Nanti, kita akan diminta hasil psikotes yang bisa didapatkan melalui aplikasi ePPsi, serta hasil cek kesehatan dari aplikasi e-Rikkes.

Perpanjangan SIM online ini tidak dapat diwakili oleh siapapun, karena di beberapa situasi kita diminta untuk menunjukkan wajah dan sistem akan mengidentifikasi apakah itu benar-benar pemilik NIK atau tidak.

Aplikasi ePPsi

Aplikasi ePPsi dapat diakses melalui Aplikasi Digital Korlantas. Caranya, klik menu SIM, lalu pilih thumbnail ePPsi. Aplikasi ini digunakan untuk psikotes. Sebelum tes harus membeli voucher seharga Rp37.500. Pembelian juga dilakukan menggunakan aplikasi ePPsi, yang kemudian dibayar dengan virtual account BNI.

Soal psikotes ePPsi ada 100 butir tentang tes kepribadian. Ada pilihan STS (sangat tidak setuju), TS (tidak setuju), ATS (ragu-ragu), dan S (setuju) serta SS (sangat setuju), kita diberi waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikan. Selanjutnya yaitu soal tes kecermatan terdiri dari 10 tabel dengan 45 soal per tabel. Diberikan kunci dan angka-angka, kita tinggal mencari angka yang tidak ada pada tabel di setiap nomor. Jika pengen belajar dulu bisa dilihat di Youtube ya. Ini tidak dapat diwakilkan karena meskipun online, sebelum masuk ada identifikasi wajah terlebih dahulu.

Setelah semua soal selesai, dan dinyatakan Memenuhi Syarat, silahkan kembali ke aplikasi Digital Korlantas, klik menu transaksi, maka secara otomatis data di aplikasi Digital Korlantas akan langsung berubah, atau tinggal di-refresh saja.

Aplikasi e-Rikkes

Aplikasi e-Rikkes untuk mengecek riwayat kesehatan. Sama dengan ePPsi, aplikasi e-Rikkes juga diakses melalui aplikasi Digital Korlantas. Pilih SIM, klik thumbnail e-Rikkes. Setelah itu, masukkan semua data-data yang diperlukan, lalu ajukan booking untuk bertemu dengan dokter. Kita bisa memilih faskes yang diinginkan sesuai dengan list yang tersedia di aplikasi tersebut. Lalu, datang ke faskes untuk cek kesehatan secara langsung.

Baris ke-3 e-Rikkes dan e-PPsi

Aku membuat SIM online di Kota Pekanbaru, dan di aplikasi e-Rikkes aku memilih Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Jalan Sudirman. Jika sudah mem-booking di e-Rikkes, tidak perlu lagi mengambil antrean di MPP, tinggal datang langsung faskes pelayanan.

Sesampai di sana, dokter yang bertugas akan menanyakan terkait riwayat kesehatan kita dan tes buta warna. Biaya cek kesehatan yaitu Rp35 ribu.

Jika sudah selesai mengecek kesehatan, silahkan kembali ke aplikasi Digital Korlantas, klik transaksi, secara otomatis data di Digital Korlantas juga akan langsung terisi. Tinggal klik langkah-langkah selanjutnya, hingga di tahap akhir melakukan pembayaran sebesar Rp100 ribu dan ditransfer ke virtual account BNI yang tertera.

Setelah itu, tinggal menunggu SIM jadi. Nanti akan diberi notifikasi melalui email. Kita juga bisa memilih apakah ingin diambil sendiri, diantar ke alamat, atau diwakilkan.

Kalau aku, lebih memilih untuk mengambil sendiri di Satpas Polresta Pekanbaru yang berada di Rumbai.

Menurutku, proses perpanjang SIM online ini cukup mudah. Namun, ada beberapa hal yang sangat menyebalkan saat mengakses tiga aplikasi tersebut. Perpanjang SIM Online di aplikasi Digital Korlantas misalnya, saat hendak mengunggah data-data (KTP, SIM, pas foto) berulang kali aplikasi tidak merespons dan mengulang lagi. Tapi ini bisa diakali dengan memotret data secara langsung dari aplikasi Digital Korlantas, atau pastikan data yang akan diunggah berada di beranda file.

Aplikasi ePPsi untuk membuat SIM online. Ini yang paling menyebalkan, saat tes berlangsung berulang kali halaman error, sehingga harus buka tutup aplikasi. Untung saja bisa kembali dibuka tanpa harus membeli voucher lagi, sehingga tes bisa dilanjutkan. Ini kejadiannya sampai berkali-kali.

Perpanjang SIM Online dengan e-Rikkes, tidak ada kendala berarti. Semoga saja di masa depan perpanjangan bisa lebih ringkas dengan hanya satu aplikasi yang mencakup semua. Bagaimanapun juga, meski sudah menggunakan aplikasi Digital Korlantas, dan mengakses ePPsi dan e-Rikkes melalui aplikasi tersebut, tetap saja itu adalah aplikasi yang berbeda dan harus mengunduh aplikasi lagi. Bengek juga kalau harus tiga aplikasi, untung saja ketiga aplikasi ini sudah terintegrasi jadi tidak perlu upload hasil psikotes dan hasil tes  kesehatan.

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan untuk Perpanjang SIM Online.

Berdasarkan pengalamanku,

1. Daftar di Aplikasi Digital Korlantas,16 Agustus 2022.
2. Beli Voucher (Rp37.500) dan tes di aplikasi ePPsi, 17 Agustus 2022.
3. Ajukan tes kesehatan di aplikasi e-Rikkes (17 Agustus 2022). Di sini bisa memilih pada hari apa dan tanggal berapa untuk tes, aku milihnya di tanggal 18 Agustus 2022.
4. Tes kesehatan 18 Agustus 2022, bayar tunai (Rp35 ribu).
5. Pembayaran administrasi pembuatan SIM (Rp100 ribu) melalui virtual account 18 Agustus 2022.
6. Dapat notifikasi di email bahwa SIM sudah bisa diambil (20 Agustus 2022).

Biaya Perpanjang SIM Online di Pekanbaru

1. Voucher ePPsi = Rp37.500
2. Tes Kesehatan = Rp35.000
3. Adm Pembayaran SIM = Rp100.000
    Total = Rp172.500

Semua bisa dilakukan lewat smartphone, di mana saja, kapan saja, asal ada sinyal, kecuali tes kesehatan dan pengambilan SIM.

Amplop SIM baru

Catatan: di notifikasi email lokasi Satpasnya di Polresta Pekanbaru Jalan Jenderal Ahmad Yani No11, Sago, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru. Namun, saat sampai di lokasi, dikasih tahu jika ternyata Satpas yang dimaksud yaitu Satpas yang berada di dekat Jembatan Siak III, tepatnya di Jalan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Kamu yang ingin perpanjang SIM. Jangan sampai telat memperlanjangnya ya, karena jika itu terjadi maka harus membuat ulang dari awal.

Wednesday, August 10, 2022

Gathering Bersama Pegadaian ke Sumatera Barat

 

Media gathering bersama Pegadaian

Halo semuanya, setelah sekian lama tidak ke mana-mana, akhirnya untuk pertama kali PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru mengajak para jurnalis Pekanbaru untuk mengikuti gathering di Sumatera Barat, dengan tema Ngegas (Ngumpul Eksklusif Gapai Silaturahmi) Bareng Media.

Pengalama gathering bersama Pegadaian ke Sumatera Barat tentu saja menjadi memori yang tak terlupakan, selain jalan-jalan, juga banyak pengalaman baru, ilmu baru yang didapat selama gathering.

Gathering bersama Pegadaian ini selama tiga hari yaitu Jumat, Sabtu, dan Ahad, 15-17 Juli 2022 alias akhir pekan. Sebenarnya, dijadwal 16 - 17 Juli, tapi berangkatnya pada Jumat sore tanggal 15.

Kami berangkat dari Kota Pekanbaru menuju Sumatera Barat dengan mobil van. Ada 6 jurnalis dari Pekanbaru, yaitu Kak Unik, Kak Ratna, Kak Ani, Bang Arif, dan Bang Alex. Sementara tim dari Pegadaian terpisah dengan menggunakan mobil lainnya.

Dari Pekanbaru sore itu, kami menuju Kampar, di mana perjalanan menuju Sumatera Barat memang harus melewati Kabupaten Kampar. Tepatnya, di Rantau Berangin, kami singgah sebentar untuk menikmati soto dan teh manis guna mengganjal perut selama perjalanan.

Perjalanan berkelok dan berliku, nyamannya mobil van yang kami naiki tidak dapat kunikmati dengan baik. Meskipun sudah makan beragam menu sebelumnya, perutku tetap tidak bisa menahan mual. Untung saja aku sudah menyiapkan kantong asoy (keresek) agar tidak mengotori mobil dan tidak merepotkan yang lain.

Aku sangat lega, kala tengah malam sudah sampai di Payakumbuh, Sumatera Barat. Ku kira perjalanan gathering bersama Pegadaian akan langsung menuju Kota Padang. Ternyata, kami singgah di penginapan yang berada di Harau. Senang sekali dong aku, udah mabuk selama perjalanan, tiba-tiba disodori kasur empuk dan nikmat untuk mengistirahatkan badan.

Penginapan Rumah Segitiga Katrina Syariah 

Baru tiba di penginapan ini rasanya langsung ingin meraih gawai untuk berfoto-foto, saking instagramable-nya lokasi. Bagaimana tidak,  ada empat bangunan yang dibentuk menyerupai segitiga. Bagian depan penginapan ini didesain dengan kayu yang dipernis sehingga terlihat kinclong dan menambah nilai otentik dari penginapan. Ada dua jendela yang berada di samping kiri dan kanan pintu.

Penginapan Katrina Syariah

Saat mendorong pintu, pintunya tidak mau bergerak sama sekali, karena pintunya menggunakan sistem pintu geser wkwkwk. Ketika masuk, waaah, mak jreng. penginapan segitiga ini sangat cocok untuk menginap beramai-ramai.

Ada dua kasur king size dan empuk yang siap memanjakan badan yang letih akibat perjalanan. Juga ada satu buah lemari, meja, dan toilet, seperti di hotel-hotel. Tapi karena sudah sangat lelah dan penat akibat mabuk perjalanan, aku langsung menggeleparkan badan di kasur tanpa berniat membersihkan badan terlebih dahulu, dan mengabaikan Kak Ani dan Bu Mutia yang bersikeras agar aku pakai minyak kayu putih dan minum pil entah apa untuk meredakan mabuk perjalanan yang aku alami.

Saat bangun di pagi hari aku langsung segar bugar, menggeser pintu dan menikmati udara pagi yang masih segar. Ketika matahari mulai beranjak malu-malu, kulihat Penginapan Katrina Syariah ini tak hanya rumah segitiganya saja yang unik, tapi juga ada gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk ngopi santai sembari bercengkerama bersama teman-teman jika mau.

Usai mandi dan bersiap, tak lupa kami dan geng dari Pegadaian yaitu Bu Mutia, Bu Tita, Kak Dina, dan Kak Afi berfoto-foto dan mengambil gambar atau video sepuasnya. Dari Pegadaian juga membawa langsung Kang Foto untuk mengabadikan kegiatan gathering bersama Pegadaian ini.

Berfoto di depan Penginapan Katrina Syariah

Setelah itu, kami sarapan nasi goreng atau lontong, ngeteh, dan menikmati semangkuk bubur kacang hijau yang masih hangat.

Istana Basa Pagaruyung Sumatera Barat

Berfoto di depan Istana Basa Pagaruyung

Destinasi selanjutnya yaitu Istana Basa Pagaruyung Sumatera Barat, yang berada di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Istana ini berjarak lebih kurang 5 kilometer dari Batusangkar. Beruntunglah di zaman sekarang ini  rakyat jelata sepertiku bisa menginjakkan kaki di tempat raja dan para bangsawan tinggal.

Kendati demikian, rupanya Istana Basa Pagaruyung ini adalah replika dari istana asli. Istana Basa yang asli terletak di atas bukit Batu Patah dan dibakar habis pada tahun 1804 saat terjadi Perang Padri. Istana baru didirikan kembali tetapi terbakar lagi pada tahun 1966.

Untuk masuk ke Istana Basa Pagaruyung dikenakan biaya. Untuk dewasa domestik Rp15 ribu, anak-anak domestik Rp7.500, dewasa dan anak-anak mancanegara Rp25 ribu.

Istana Basa Pagaruyung sangat lah luas, untuk dapat mengelilinganya kami naik odong-odong. Ada banyak yang bisa dilihat, selain istana juga ada rumah-rumah adat suku-suku minangkabau. Di sini pengunjung juga bisa berkuda, atau mendaki Bukit Bungsu yang berada di belakang Istana Basa Pagaruyung, tenang saja, sudah ada anak tangga untuk bisa sampai ke sana. Dari atas bukit bisa melihat pemandangan istana dari ketinggian.

Selain itu, di sini juga bisa ada camping ground, jadi pengunjung juga bisa berkemah tentu saja dengan izin dari pengelola.

Istana ini tak sekadar istana, tapi juga museum. Istana Pagaruyung ternyata terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berupa ruangan luas yang memajang berbagai benda dalam etalase, kamar-kamar, dan sebuah singgasana di bagian tengah.

Istana Basa Pagaruyung

Lantai dua disebut sebagai anjuang Paranginan yaitu kamar anak perempuan raja yang belum menikah.

Adapun lantai tiga adalah ruang penyimpanan harta pusaka raja sekaligus tempat rapat khusus raja 3 selo. Raja 3 selo adalah institusi tertinggi dalam hirarki kerajaan Pagaruyung.

Saat kami ke sana ada banyak pengunjung yang menyewa baju adat minangkabau, yang biasanya dipakai oleh para pengantin. Ada yang berpasangan ada juga yang sendirian. Tidak masalah, saat kutanya ternyata harga sewa sekitar Rp30 ribu - Rp35 ribu. Menariknya lagi, juga ada perias yang siap mendandani dengan bayaran Rp10 ribu, Rp15 ribu, dan seikhlasnya.

Sayang sekali waktu berkunjung dalam gathering bersama Pegadaian cukup singkat, sehungga tidak bisa mencoba pakai adat minangkabau untuk simulasi jika nanti dapat jodohnya orang minang.

O ya, saat masuk ke Istana Basa Pagaruyung kita harus melepaskan alas kaki alias sandal atau sepatu, nanti alas kaki akan dimasukkan ke dalam kantong asoy oleh petugas, sebelum akhirnya dibawa ke tempat di mana nanti kita keluar. Karena pintu masuk dan pintu keluar berbeda. Ingat-ingat saja nomor kantong asoy tempat kita menaruh alas kaki.

Saat keluar, melalui pintu belakang yang menghubungkan ruang utama dengan dapur istana. Turun dari tangga petugas pembawa asoy sandal sedang menunggu. Di tempat ini banyak penjual aksesoris khas Sumatera Barat atau souvenir untuk oleh-oleh.

Mengunjungi Agen Pegadaian di Batusangkar

Dari Istana Basa Pagaruyung kami bertolak ke Kantor Pegadaian Batusangkar, menjemput salah satu karyawannya dan mengunjungi salah satu agen Pegadaian yang berlokasi di Desa Sitakuak, Sungai Tarab, Sumatera Barat, yaitu  Ibu Yeni Yunas.
Agen Pegadaian Ibu Yeni Yunas

Setelah itu, kami pun makan siang di Restoran Danau Tangah Sawah (DTS) Chanta. Sambil makan, kami menikmati pemandangan sawah dan bukit-bukit serta pegunungan, ditambah angin semilir. Sirine kapal menggaung dan mengejutkan kami yang memang baru pertama kali di sini.

Menikmati makan siang di DTS Chanta

Belum lagi menunya yang sangat banyak, mulai dari ayam hingga seafood, serta beragam minuman dari yang digin sampai yang panas. Harganya menurutku juga masih sangat terjangkau, bukan yang mahal-mahal amat, bagiku yang sekarang masih ngekos.

Danau Singkarak

Menuju Kota Padang kami melalui jalan yang sangat terkenal dan banyak lewat di Tiktok, Youtube, dan lain-lain. Kami lewat Sitinjau Lauik, tanjakan atau turunan curam tempat Farel berada. Farel saha? cari sendiri lah.

I Love Singkarak

Kami singgah sebentar ke Danau Singkarak, menikmati semilir angin yang menghembus air di danau membawa kesejukan bagi yang terkena angin. Tak lupa jajan sedikit sambil makan pensi langkitang, serta berfoto-foto di spot bertuliskan Danau Singkarak. Yaa pertanda kalau kami sudah sampai di sini.

Sunset di Tapi Lauik (Taplau) Padang

Hanya senja yang tahu cara berpamitan dengan indah

Aduh siapa sih yang membuat kata-kata melankolis tapi enak dibaca ini. Suka benar deh. Siapa coba yang tidak suka senja? Ini juga yang kami nanti-nanti saat berkunjung ke Padang, terlebih Pegadaian mengajak kami menginap di Hotel Ocean Beach dengan pemandangan laut, yang jika senja sunset-nya terlihat sangat indah.

Meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin, kami tetap telat sampai di hotel untuk menikmati senja. Senja yang kami dapat hanya senja di perjalanan, di sepanjang jalan tepi laut.

Hanya sisa-sisa senja yang kami dapatkan di Hotel Ocean Beach. Tapi tak apa, sisa senja juga sangat berarti, meninggalkan siluet merah yang sungkan untuk dilupakan.

Senja di Taplau

Hotel Ocean Beach Padang, sesuai namanya memang sangat dekat dengan tapi lauik (taplau). Dari lantai 7 akan terlihat pemandangan laut, dan pemandangan matahari tenggelam di kala sore.

Hanya menyeberang dari Hotel Ocean Beach sudah sampai ke taplau. Ada banyak pedagang yang berjualan di sekitar taplau. Bagi yang suka jogging sore atau pagi, nongkrong, dan menggalau di tepi laut, pasti tidak menyesal menginap di sini, khususnya yang dari luar Padang ya.

Gathering bersama Pegadaian, Jurnalis Padang, dan Jurnalis Pekanbaru

Usai jogging dan sarapan, kami langsung ke acara gathering. Kegiatan dengan tema Ngumpul Eksklusif Gapai Silaturahmi (Ngegas) bareng media ini diikuti oleh media dari dua wilayah yakni Kota Pekanbaru dan juga Kota Padang.

Hadir juga, Deputi Bidang Operasional Pegadaian Kanwil Pekanbaru Tita Agustini, Kabag Humas PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Muthia Dharma, Andra Junaidi selaku Kepala Departemen Produk Gadai area Padang PT Pegadaian dan juga Ngadiman selaku Kepala Departemen Logistik Kanwil II Pekanbaru.

Usai agenda perkenalan dan tanya jawab, dilanjutkan dengan games seru dari Pegadaian bertabur hadiah-hadiah menarik. Lomba-lomba yang dihadirkan selama gathering yaitu lomba joget Tiktok, hingga tebak kata-kata melalui gambar. Sangat seru, sampai waktu tak terasa sudah siang.
Foto bareng gathering bersama Pegadaian

Joget Tiktok sampai bawah

idem

Tebak gambar

Serius amat

Selesai makan siang, kami pulang kembali ke Pekanbaru. Terimakasih kepada Pegadaian untuk jalan-jalan dan pengalaman berharga selama gathering ini.

Biar nggak hilang, link foto-foto kegiatan kuletak di sini aja.