Thursday, September 16, 2021

Cara Praktis Manfaatkan Minyak Jelantah

 


Biasanya minyak jelantah alias minyak bekas pakai yang sudah tidak bisa digunakan lagi itu dibuang sia-sia. Ternyata ada cara prakris manfaatkan minyak jelantah lo, tak hanya menjadi lebih berguna, tapi juga bisa menghasilkan cuan. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah yaitu dengan menjualnya kembali. Eits, bukan jual ke sembarang orang ya, tapi ke orang yang tepat agar bisa digunakan dengan baik, bukan untuk hal yang bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup. 

Kita harus tahu, membuang sembarangan minyak jelantah memiliki dampak buruk untuk lingkungan. Sebagai informasi limbah minyak goreng alias minyak jelantah ini termasuk limbah non B3, yang juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat menyumbat drainase. Saluran air akan menjadi kotor dan tersumbat, sehingga dapat menjadi tempat bagi bakteri berkembang biak, dan tentu saja menimbulkan penyakit. 

Membuang di tanah, juga bukan solusi yang baik. Bagaimana tidak, minyak jelantah yang terserap ke tanah akan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Kalau sudah menggumpal tanah akan menjadi lebih keras, dan bsisa menyebabkan banjir. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah, tak hanya memberikan keuntungan di sisi ekonomi, tapi juga akan berdampak baik untuk lingkungan. 

Beberapa waktu yang lalu, aku berjumpa dengan pengusaha yang bergerak di bidang minyak jelantah ini, yaitu Pimpinan CV Arah Baru Sejahtera M Rizky Ramadhan. 

Ia bercerita banyak hal tentang pemanfaatan minyak jelantah, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah, karena minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Bang Rizky saat menunjukkan proses filtrasi minyak jelantah

Selain melihat minyak jelantah dari sisi ekonomi, sisi lingkungan juga menjadi perhatin khusus. Selama ini, banyak pelaku usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menggunakan minyak sebagai bahan utama dalam membuat makanan, terlebih yang goreng-menggoreng. 

Pihaknya bersedia membeli minyak jelantah dari masyarakat atau pun UMKM. Untuk apa sih minyak jelantah tersebut? Tentu saja bukan untuk dikonsumsi tubuh ya... 

Rizky menuturkan, minyak jelantah, khususnya jelantah sawit memang sengaja dikumpulkan untuk diekspor ke luar negeri, nantinya minyak jelantah ini akan menjadi bahan baku dalam pembuatan biodiesel. 

Biodiesel adalah bahan bakar untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan biosolar. Namun, biodiesel ini lebih banyak dipakai untuk kendaraan di luar negeri seperti dari negara-negara di Eropa sana. 

CV Arah Baru Sejahtera memiliki program Bank Jelantah Pekanbaru, sebuah program untum masyarakat, lingkungan, kesehehatan, dan ekonomi. Inovasi ini membantu masyarakat dan pelaku usaha, baik itu UMKM, kafe, hingga restoran. Program ini juga bekerja sama dengan Yayasan Cinta Umat, dalam program sedekah jelantah. 

Dari minyak jelantah ini, bisa membantu hanyak pihak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. 

Caranya menjualnya bagaimana, gampang kok. Bisa melalui Bank Jelantah yang ada di berbagai kabupaten atau kota di Riau. Bank Jelantah Bengkalis, Bank Jelantah Duri, Bank Jelantah Tembilahan, dan lain-lain. Bagi masyarakat Pekanbaru juga bisa langsung datang ke Pergudangan Golden City Nomor B10, Jalan Air Hitam Pekanbaru. 

Berapa Harganya?

Nah ngomongin masalah duit, harga yang ditawarkan adalah Rp7 ribu per kilogram minyam jelantah. Harga ini harga standar, terkadang bisa lebih dari itu. Jadi daripada dibuang sia-sia lebih baik dijual bukan? 

Setiap bulannya, Rizky mengekspor sekitar tiga kontainer, dk mana setiap kontainer menampung sekitar 21 ton minyak jelantah. 

Proses sebelum diekspor, minyak jelantah terlebih dahulu harus disaring atau di-filter. Selain itu, juga dilaksanakan uji lab untuk menentukan spesifikasi sesuai dengan yang diminta oleh negara tujuan ekspor minyak jelantah ini. 

menurunkan minyak jelantah dari pick up untuk ditimbang dan di-filter

Tentu saja, diharapkan dengan hadirnya Bank Jelantah, dapat menjadi cara praktis manfaatkan minyak jelantah, sehingga alih-alih minyak jelantah menjadi limbah tak berguna, namun menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Tertarik?

Sunday, September 12, 2021

Liburan Dadakan dan Low Budget ke Sumatera Barat (Sumbar)

Pantai Puruih

Setelah sekian lama terkungkung di Pekanbaru dan hampir tidak pernah liburan akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 lalu, akhirnya aku diberikan kesempatan untuk menjejakkan kaki ke Ranah Minag lagi. Hingga akhirnya bisa menulis Liburan Dadakan dan Low Budget ke Sumatera Barat (Sumbar).

Di suatu hari yang cerah, masuk sebuah pesan di Group Teknokra Jejama, grup pelatihan jurnalis mahasiswa yang dibentuk sekitar tahun 2016 lalu. Pesan tersebut adalah undangan resepsi pernikahan salah satu anggota grup, yang berasal dari Padang, Sumbar.

Kemudian masuk pesan pribadi dari Ade, anggota dari Riau, sedikit nostalgia ya, peserta dari Riau dalam pelatihan itu ada Aku, Ade, Sofi, Azizah, dan Marta. Ade mengajak untuk datang ke pesta Uda Revo di Padang sekalian melepas letih dari pekerjaan. Aku hanya membalas akan mengabari jika waktu sudah dekat, pasalnya jam kerja yang tidak menentu sedikit menyulitkanku untuk menjanjikan hari.

Awalnya kami berencana untuk naik bus atau travel ke Sumbar, memerlukan waktu sekitar 6-8 jam perjalanan. Karena resepsi pernikahan hari Sabtu, kami merencanakan berangkat pada Jumat malam, dan pulang Ahad malam. Aku sempat ingin membatalkan rencana berangkat, terlebih sudah beberapa kali izin dari kantor, segan pula jika mengajukan izin lagi.

Namun, iseng-iseng aku meminta izin ke atasan, dan ternyata ia memberikan izin asal tugas dan kewajiban terselesaikan dengan baik.

Sebelumnya, teman-teman satu grup main, pernah mengajak untuk berlibur, namun tak kunjung terlaksana dan masih menjadi wacana. Aku pun berencana mengajak mereka, siapa tahu mereka ingin ikut. Akan sangat menyenangkan jika berbagi momen liburan bersama.

Gayung bersambut, anggota grup menyetujui, bahkan Bang Ridho siap menyediakan mobil dan tempat menginap selama di Sumbar, kata dia sekalian jumpa istri. Akmal juga menyambut baik, dan bersemangat dengan usulan pergi ke Sumbar. Kak Kiki meskipun ragu-ragu, akhirnya ia mendapatkan izin dari orang tua untuk pergi bersama kami. Hanya Laras dan Sofi yang berhalangan untuk menyertai.

Pergi ke Sumbar

Jumat malam kami berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB lewat sedikit. Aku sudah makan malam dengan kenyang plus minum antimo agar tidak mabuk. Karena perjalanan ke Sumbar cukup jauh, aku harus mempersiapkan diri dengan baik.

Benar saja dugaanku, baru sampai Bangkinang, Kampar, aku sudah muntah-muntah mengeluarkan semua isi perut. Untung saja aku sudah menyediakan 15 kantong muntah untuk berjaga-jaga. Dari jumlah tersebut, aku menghabiskan 5 kantong saat mencapai Kelok Sembilan.

Di sana kami istirahat sejenak, menikmati dinginnya malam, dan semilir angin sejuk di Kelok Sembilan. Tak lupa memesan teh ditemani semangkuk mi rebus untuk menghangatkan diri. Aku yang sudah puyeng dan lemas hanya bisa makan sekadarnya. Untung saja aku pemabuk profesional, di mana selain menyiapkan kantong aku juga mengusahakan untuk makan setiap kali muntah, agar muntah ke depannya tidak terasa sakit.

Perjalanan dilanjutkan lagi, dan aku mengeluarkan kembali mi rebus bercampur teh dari lambungku. Untung saja, muntah ini menjadi muntah terakhirku hingga perjalanan pulang.

Kami menghabiskan malam yang hening dengan tidur, kecuali Bang Ridho yang fokus menyetir. Kemudian kami berhenti di Padang Panjang, dan beristirahat sejenak di musala sembari menunggu subuh tiba. Mungkin Bang Ridho sudah lelah menyetir tanpa ada yang menggantikan.

Perjalanan dilanjutkan setelah salat subuh, fajar belum lagi menyingsing, Bang Ridho sudah menginjak kembali pedal gasnya. Aku yang cukup tidur menikmati perjalanan pagi hari itu menuju rumah keluarga Bang Ridho, sebelum akhirnya berangkat ke Kota Padang untuk menghadiri resepsi.

Di tempat keluarga Bang Ridho kami beristirahat sejenak, mandi, berbincang-bincang, dan sarapan lontong yang disuguhkan empunya rumah.

Kota Padang

Sebelum ke resepsi pernikahan, kami diajak keliling-keliling kota oleh Bang Ridho, selain supir handal, ia juga berasal dari Sumbar. Kami menikmati pemandangan yang tidak ada di Kota Pekanbaru, seperti bukit-bukit yang menghiasi pemandangan kota, kereta api yang melintasi jalan raya, hingga pantai di tepi jalan raya, sangat indah bukan.

Awalnya aku mengira, akan terlebih dahulu ke resepsi pernikahan, tapi ternyata kita malah diajak mampir dulu ke Pantai Puruih. Sebenarnya tidak masalah, tapi ini membuat aku terlihat seperti salah kostum, kostum kondangan untuk main ke pantai. Tapi tidak apa-apa, siapa juga yang peduli, toh mereka juga tidak kenal.
Pantai Puruih

Di Pantai Puruih, kami menikmati pemandangan laut luas sejauh mata memandang. Bediri di batu-batu pemecah karang sambil berfoto, atau bermain air. Cukup banyak masyarakat yang menikmati pagi bersama orang-orang terkasih di pantai ini.

Selfie di Pantai Puruih

Meski kurang puas, akhirnya waktu makan siang tiba dan kami bertolak menuju resepsi pernikahan Uda Revo yang menjadi tujuan kedatangan kami ke Sumbar.

Berfoto bersama Uda Revo dan istri


Pulau Pasumpahan

Pulau Pasumpahan

Berjarak sekitar dua jam lebih dari Kota Padang, usai menghadiri resepsi Uda Revo kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Pulau Pasumpahan. Kenapa baru diputuskan, karena sebenarnya kami tidak tahu harus ke mana. Yang kedua, tentu saja karena biaya ke Pasumpahan lebih murah dibandingkan pulau-pulau lainnya.

Sesampainya di Sungai Pisang, yaitu pesisir sebelum bertolak ke pulau-pulau tempat liburan di Sumbar, kami bernegosiasi terkait tarif yang harus dibayar. Awalnya, ada sesorang yang menawarkan Rp80 ribu per orang untuk menyeberang ke Pulau Pasumpahan, tapi belum termasuk tiket masuk.

Tentu saja keberatan dong, karena di hari biasa saja jika pandai menawar bisa Rp50 ribu sudab termasuk akses masuk ke pulau. Akhirnya kami mencari yang lain, dan putus di harga Rp70 ribu per orang sudah termasuk tiket masuk pulau. Ini termasuk mahal, tapi mungkin karena pamdemi ini jadi sedikit berimbas.

Kami membawa barang seperlunya untuk ke Pulau Pasumpahan, seperi air minum dan baju ganti.

Sesampainya di sana kami menyewa tikar kecil seharga Rp15 ribu untuk menumpuk barang. Jangan Kau tanya tentang keindahan Pasumpahan, tentu saja sangat indah, ada lokasi untuk berenang dengan ombak yang ramah, airnya berwarna biru jernih, dan tentu saja asin. Selain foto dan berenang, juga bisa bermain ayunan di tepi pantai. Ada juga gazebo-gazebo yang bisa disewa.

Berenang di Pasumpahan

Saat aku ke sana, cukup banyak orang yang mendirikan tenda untuk berkemah, rasanya jadi teringat masa-masa kemah di Pulau Sirandah beberapa tahun lalu.


Jangan khawatir, di Pasumpahan fasilitas umum seperti toilet dan musala juga sudah tersedia, dan ini gratis. Menyenangkan bukan?

Apa ada orang berjualan? Ada Sayang ada, mi, buah kelapa, dan lain-lain, ada. Kenapa kami tidak beli? Karena tidak punya uang.

O ya, kami tidak menginap di pulau, karena rencananya kami akan bermalam di Solok setelah dari Pasumpahan. Kami kembali menyeberang dari Pasumpahan ke Sungai Pisang saat matahari hampir tenggelam.

Solok


Setelah menyeberang, salat magrib, dan makan malam, berangkatlah kami menuju Kabupaten Solok, kampung halaman istri Bang Ridho. Ada apa di Solok? ada sawah, gunung, kebun teh, dan danau.

Ada banyak pemandangan sawah di kanan kiri jalan yang kami lewati. Setelah menikmati malam yang nyenyak karena kasur empuk, paginya kami diajak berkeliling Solok dan mengunjungi Danau Singkarak.

Di Solok, Kak Kiki tak henti-hentinya mengajak untuk camping di sawah sembari mencari belut. Tentu saja itu tidak dilakukan kawan.

Pagi itu kami duduk manis di tepi Danau Singkarak sambil menulis beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Ditemani juga dengan mi goreng, pensi langkitang, es teh, serta lagu-lagu anak dari odong-odong yang dikemas dengan menyedihkan.

Menikmati pemandangan di Danau Singkarak

Saat perjalanan pulang dari Solok, kami melewati jalan di sisi Danau Singkarak. Danau ini sangat luas sekali, bahkan aku mengira danau ini adalah laut. Jalan yang kami lalui sangat panjang, tapi Danau Singkarak seperti tak ada habisnya. Semilir angin dari danau yanh menyejukkan, tentu saja membuatku merasa harus membuka jendela mobil selebar-lebarnya, dengan leher melihat ke arah kiri jalan. Amazing.

Berfoto sebelum pulang di tepi jalan yang bersebelahan dengan Danau Singkarak

Ada banyak warung-warung di tepi danau, ada juga warung oleh-oleh di sana. Perjalanan pulang kami ditemani oleh lagu-lagu band tahun 2000 an, lagu India, hingga lagu Aceh bernuansa mistis yang telah di-remix.

Bukittinggi

Kami berpamitan dengan Solok, dan kembali ko Kota Pekanbaru. Tapi tak sah rasanya jika ke Sumbar tanpa singgah ke ikonnya Sumbar yaitu Jam Gadang di Bukittinggi.

Jam Gadang Bukittinggi

Sampai di Bukittinggi saat senja tiba, mega merah terpampang nyata ketika kami tiba di sana. Para muazin berseru melafalkan azan untuk mengajak para muslim dan muslimah menunaikan salat.

Usai salat magrib kami bermain dan menikmati malam di Jam Gadang, duduk-duduk melepas lelah, berkeliling, berbelanja makanan, dan kembali ke mobil untuk selanjutnya terlelap hingga sampai ke Pekanbaru menjelang subuh. 

Berfoto di Jam Gadang sebelum pulang

Satu lagi, kami berbelanja oleh-oleh makanan khas Sumbar di Sanjai Dunsanak setelah dari Bukittinggi.

Itulah perjalanan kami liburan dadakan ke Sumbar. Untuk rincian biaya lain-lain, adalah untuk bensin, akses wisata, ciki-ciki, dan makan.

Ini rincian biaya dari Ibu Bendum kami Kak Kiki:

SUMBAR TRIP TRAVEL RIDHO SILALAHI
Total Pengeluaran Rp. 1.473.000
Dibagi 4 Orang = Rp. 368.000

Total Iuran Awal
Rp. 200.000 x 4 = Rp. 800.000
Iuran Tambahan
Rp. 368.000 - Rp. 200.000 = Rp. 168.000

Rincian Pengeluaran
• Bensin
• Tempat Wisata
• Makan
• Makan
• ...
• Makan

Sekian Terimakasih

Wednesday, September 1, 2021

Review MS Glow Acne Pemakaian Lebih dari 4 Bulan

 

MS Glow

Perawatan wajah memang satu hal yang sangat merepotkan menurutku, selain harus konsisten, setiap kulit wajah hanya cocok pada skincare tertentu. Kali ini aku akan me-review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan, tepatnya hampir lima bulan.

Aku punya masalah jerawat di wajah, meskipun tidak terlalu parah, tapi cukup sakit dan sulit hilang. Biasanya jerawat akan muncul saat datang periode menstruasi, setelah itu hilang dan membekas, kemudian muncul lagi di lokasi yang sama.

Sempat dengar kalau MS Glow ini adalah produk yang sangat bagus, ada banyak review yang tidak hanya kudengar dari beauty influencer, tetapi juga dari orang-orang terdekat, keluarga, teman, dan lain-lain. 

Saat melihat wajah mereka, sangat mulus bahkan nyamuk kalau hinggap bisa langsung tergelincir. Jadilah aku akhirnya memutuskan untuk membeli MS Glow Acne dan sekarang aku akan review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan.

Sebelum aku review MS Glow Acne pemakaian lebih dari 4 bulan, aku cuma mau bilang. Setiap kulit wajah itu berbeda-beda, ada yang cocok dan ada yang tidak. Bisa jadi cocok di aku, tapi tidak cocok di orang lain, pun sebaliknya. Apa yang kutulisakan ini murni pengalaman pribadi.

MS Glow ini aman ya, karena sudah terdaftar di BPOM dan juga pernah diuji oleh Youtuber Kecantikan dr Richard Lee, silahkan dicek di chanel-nya ya.

Untuk paket MS Glow Acne ada beberapa produk yaitu, MS Glow Facial Wash, MS Glow Toner, MS Glow Whitening Day Cream, dan MS Glow Acne Night Cream. Semua ini harganya Rp300 ribu. Agar lebih maksimal aku juga pakai MS Glow Acne Serum seharga Rp160 ribu


MS Glow Facial Wash 

MS Glow Facial Wash

Di review MS Glow Acne pemakaian selama lebih dari 4 bulan ini, aku juga memakai MS Glow Facial Wash. Setiap paket MS Glow biasnya tidak ada perbedaan, baik untuk paket acne, luminous, dan ultimate.

MS Glow Facial Wash ini berisi 150 ml, teksturnya cair berwarna oranye. Saat ditekan dibagian atas botolnya akan langsung muncul busa berwarna kuning. Awalnya, aku kurang suka dengan wangi pepayanya, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. Tak perlu berkali-kali tekan, cukup satu kali tekan saja. Facial Wash ini juga sangat awet jika dibandingkan dengan rekan-rekannya.

Ingredients dari MS Glow Facial Wash yaitu potassium cocoate, potassium cocoyl glycinate, glycerin, sodium PCA, niacinamide, fragrances component and finished frafrances, collagen, glycyrrhiza glabra extract, alpha-arbutin, phenoxyethanol, aloe barbadensis extract, papain, palmitoyl hydroxypropyltrimonium amylopectin/glycerin crosspolymer, hydrogenated lecithin, tocopherylacetate, CI 19140, dan CI 42090

BPOM NA 18191232102


MS Glow Acne Toner

MS Glow Acne Toner

Kalau di produknya tertulis, untuk mengatasi kulit berminyak dan berjerawat. Cocok dengan aku yang jerawatan. Cara pemakaiannya bisa dituang ke kapas sebelum dioles, atau langsung disemprotkan ke wajah. Aku biasanya pakai setelah mencuci muka, pagi hari dan malam sebelum tidur.

Komposisi MS Glow Toner yaitu, aqua, butylene glycol, propylene glycol, glycerin, niacinamide, glycyrrhiza glabra extract, phenoxyethanol, fomes officinalis eztract, aloe barbadensis leaf extract, hamamelis virginiana, witch hazel bark leaf extract, morus alba extract, epilobium agustifolium flower leaf stem extract, quaternium 73, disodium EDTA, CI 77499.

POM NA18191233114.

 

MS Glow Whitening Day Cream

MS Glow Whitening Day Cream

Krim ini memiliki netto 12 gram, berwarna oranye lembut, teksturnya padat mirip dengan Kelly (bagi yang pernah pakai), harumnya juga mirip. Aku pakai ini setelah toner terserap.

Komposisi: talc, capric, caprylic triglyceride, beeswax, petrolatum, zinc oxide, titanium dioxide, Ci 77891, ascorbic acid, morus alba root (mulberry) extract, kojic acid, methylene biz-benzotriazolyl tetramethylbutylphenol, aloe barbadensis leaf extract, CI 19140, parfum, CI 15985, CI 19140, CI 15985, dan CI 77492.

BPOM NA 1819123141

Aku sebenarnya tidak masalah dengan tekstur ataupun baunya, tetapi krim siang ini membuat wajah terlihat mengkilat, mungkin ini efek glowing-nya kali ya. Hanya saja aku kurang suka, tapi tetap pakai juga, kadang kutimpa dengan bedak biasa agar mengkilatnya tidak terlihat.


MS Glow Night Acne Cream 

MS Glow Night Acne Cream

Berwarna putih dan tidak sepadat whitening day cream. Tapi sangat cepat habis dibandingkan rekan-rekannya yang lain. Aku lebih suka memakai night acne cream dibandingkan dengan day cream. Ya meskipun aku pakai dua-duanya juga sih.

Komposisi: aqua, stearyl alcohol, isononyl isononanoate, cetyl alcohol, sodium PCA, niacinamide, alpha arbutin, lemon (citrus medica limonum) extract, beeswax, sulfur, phenoxythanol, sunflower oil, fomes officinalis extract, shea butter (butyrospermum parkii), panthenol, triethanolamine, hexamidine, diisethionate, disodium edta, BHT, dan citric acid.

BPOM NA 18190122068


MS Glow Acne Serum 

MS Glow Acne Serum

Serum ini diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat dan berminyak, untuk melawan jerawat, menghilangkan komedo, mencegah jerawat datang kembali, serta mengontrol minyak di wajah. Aku memakai ini hanya saat malam sesuai denan instruksi. Teksturnya cair dan berwarna putih. Pakainya secukupnya biar hemat.

Komposisi: aqua, butylene clycol, glycerin, silica, niacinamide, dimethicone, squalane, centella asiatica extract, sodium carboymethycellulose, salix alba bark extract, dan triethanolamine.

POM NA 18190122623

 

Review MS Glow Paket Acne pemakaian lebih dari 4 bulan ini akan aku review secara keseluruhan.

Pemakaian MS Glow Acne jujur di pekan pertama sempat membuat aku sangat panik, bagaimana tidak, jerawatku semakin meradang dan menjadi matang, serta bertambah banyak. Namun, aku memutuskan untuk tetap memakainya hingga satu pekan ke depan. Sempat aku membaca review di blog dan Youtube, bisa jadi itu adalah detox.

Pekan selanjutnya, perlahan-lahan jerawat mulai menghilang. Wajah menjadi lebih cerah, beberapa teman yang kutemui mengatakan wajahku lebih cerah dibandingkan biasanya, dan terlihat banyak perubahan.

Seiring berjalannya waktu, aku merasa sangat cocok dengan MS Glow Paket Acne ini. “Gila, sebagus itu,” kataku. Namun bukan berarti jerawat tidak berhenti muncul, terutama saat periode menstruasi, tidak parah tapi tetap menyebalkan.

Kulit wajah memang menjadi lebih cerah, jerawat menghilang, namun beberapa bekas-bekas jerawat yang dulunya besar menghitam dan tidak menghilang. Aku memakai produk ini sekitar pekan terakhir bulan Maret, dan masih merasa cocok hingga Agustus.

Tapi entah mengapa, keadaan tiba-tiba berubah dengan cepat. Aku pikir munculnya jerawat karena hormon datang bulan,namun setelah berakhir pun jerawat bukannya hilang malah semakin bermunculan. Jerawat-jerawat kecul, terutama di wajah dekat telinga dan di dagu dan sekitarnya, terutama di wajah sebelah kanan. Lalu, jidat juga tidak mau ketinggalan.

Setelah itu, aku tetap mencoba bertahan, barangkali hanya berlangsung satu pekan, tapi ternyata tidak Kawan, justru semakin banyak.

Akhirnya aku terpaksa berhenti memakai whitening day cream, acne serum, dan acne night cream. Tapi, aku masih memakai facial wash MS Glow hingga saat ini.

Itulah, pengalamanku ketika menggunakan paket MS Glow Acne. Aku ingatkan kembali, setiap orang memiliki jenis kulit dan masalah yang berbeda-beda, dan tidak semua orang cocok memakai produk yang sama. Aku sedang berjuang melawan jerawat, doakan aku, ke depan bisa menemukan skincare yang cocok untuk wajahku yang tak seberapa ini.

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

Wednesday, July 14, 2021

Resensi Novel: Nibiru dan Kesatria Atlantis


Nibiru dan Kesatria Atlantis

Judul Buku      : Nibiru dan Kesatria Atlantis 

Penulis             : Tasaro GK

Penerbit           : Tiga Serangkai

Tebal Buku      : 690 halaman

Cetakan           : Pertama, 2010

ISBN                 : 978 979 084 346 2

Sudah  lama aku tidak menulis resensi. Kali ini aku akan menulis resensi novel Nibiru  dan Kesatria Atlantis. Beberapa waktu  lalu, aku mampir ke Perpustakaan Kota Pekanbaru Jalan Soetomo. Saat melihat rak-rak buku barisan novel entah mengapa aku kepincut mengambil Nibiru dan Kesatria Atlantis ini.

Akhirnya, aku menghabiskan tiga hari untuk menyelesaikan novel setebal 690 halaman tersebut. Cukup efektif untuk menghemat kuota internet.

Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang seorang anak laki-laki berusia belasan tahun bernama Dhaca Suli. Ia tinggal di sebuah pulau bernama Pulau Kedhalu.

Di pulau ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu Kedhalu Utara dan Kedhalu Selatan. Penduduk Pulau Kedhalu sebagian memiliki kekuatan super yang disebut dengan pughaba, sehingga mereka bisa menguasai kekuatan unsur alam, binatang, ruang dan waktu, ilmu menghilang, menyembuhkan luka, kekebalan, kekuasaan raksasa, dan pengendalian pikiran.

Cover Nibiru dan Kesatria Atlantis

Dhaca dikenalkan sebagai anak yang genius tapi malas luar biasa. Ia tiba-tiba menjadi bersemangat setelah mendapatkan visi tentang Nibiru, sang pembawa kiamat penguasa Atlantis yang diramalkan akan segera datang. Nibiru muncul setiap 5.013 tahun, kedatangannya mengancam kehidupan dunia. Meskipun terlihat mustahil, Dhaca bertekad untuk melawannya.

Untuk melatih pughaba-nya, Dhaca belajar di Bhepomany bersama dengan geng asal Kedhalu Selatan yang disebut Empat Keparat Kecil.

Kedhalu Utara dikenal dengan para cendekiawan, bangsawan yang penuh etika dan tata krama. Sedangkan Kedhalu Selatan sebaliknya, pekerja kasar, mengandalkan fisik dari pada pughaba. Perbandingan keduanya menjadi sangat kontras sekali dan acapkali orang-orang dari Kedhalu Selatan dipandang sebelah mata oleh orang-orang Kedhalu Utara.

Baca Juga:  Resensi Orang-Orang Biasa (Andrea Hirata)

Dalam petualangannya, Dhaca banyak berhadapan dengan orang-orang yang luar biasa dari Utara, ia belajar, berkelahi, dan berdebat, baik dengan penguasa wilayah, teman satu sekolah, hingga guru-gurunya. Banyak yang menyepelekan Dhaca Suli dan teman-temannya dari Selatan.

Kekuatan pughaba orang-orang Kedhalu sangat terkenal dan dicari-cari oleh benua-benua besar, salah satunya Atlantis yang dipimpin oleh Raja Tergog. Mereka ingin menciptakan angkatan perang berkemampuan pughaba. Namun, Kedhalu dilindungi  oleh selubung gaib yang membuat pulau ini tidak dapat di lihat dari luar.

Kendati demikian, selubung tersebut mulai melemah, dan saat itulah penjajah menemukan celah dan berhasil masuk ke Kedhalu, bagaimana rakyat Kedhalu mempertahankan wilayahnya, dan bagaimana mereka menghadapi kemunculan Nibiru. Tidak asik kalau aku menceritakannya di sini kawan.

Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah novel yang sangat bagus menurutku. Penulisnya, Tasaro GK benar-benar menggambarkan berbagai hal dengan detil, sehingga membuat pembaca tenggelam dalam imajinasi dari tulisan-tulisannya.

Tasaro GK berhasil menciptakan dunia baru bagi pembaca, dunia yang belum pernah ada sebelumnya, seolah-olah terbentuk dari rangkaian kata-kata Nibiru dan Kesatria Atlantis.

Novel ini juga cocok dibaca dari berbagai kalangan usia, tak hanya anak-anak saja. Bukan berlebihan jika aku menganggap Nibiru dan Kesatria Atlantis adalah novel fantasi yang setara novel Harry Potter.

Seperti yang selalu kukatakan, menilai bagus tidaknya sebuah buku itu mudah, coba baca bab pertama, jika itu membuatmu tak berhanti membalikkan halaman setelahnya hingga sampai pada akhir cerita, yap buku itu bagus sekali.

Baca Juga: Resensi Arah Langkah (Fiersa Besari)

Di kisah ini, Tasaro juga menyajikan banyak plot twist yang tak diduga-duga, dan membuat pembaca mengernyitkan alis.

Hanya saja, beberapa kata-kata istilah, sapaan, menggunakan bahasa yang menurutku sulit untuk dibaca, seperti sanyipmany, nyedpanyu limippu, dan lain-lain. Mungkin ini bahasa Kedhalu, tapi tenang saja Tasaro juga menyelipkan arti dari kata-kata yang sulip diucapkan ini.

Selanjutnya adalah munculnya Nibiru, munculnya Raja Saternatez yang dinanti-nanti rakyat Kedhalu juga belum diceritakan secara gamblang. Apa yang akan dilakukan Nibiru setelahnya, apa yang akan Raja Saternatez lakukan, dan dimana petunya, bagaimana nasib warga Kedhalu setelah pengusiran penjajah dari Nyathemaythibh itu masih menjadi pertanyaan.

Meskipun demikian, Tasaro GK telah menyiapkan ending yang tentu saja tidak mengecewakan pembaca. Barangkali, Tasaro GK menyiapkan seri selanjutnya dari Nibiru dan Kesatria Atlantis. Kemarin, aku iseng-iseng mengirimkan dm kepada Tasaro dan menanyakan, adakah seri selanjutnya, dan dia menjawab “Iya, namun belum terbit”. Kita tunggu saja.

Nibiru dan Kesatria Atlantis, sangat aku rekomendasikan untuk bahan bacaan, selain menambah kosa kata baru, juga akan membawa kalian lari dari dunia nyata yang sangat melelahkan ini. Selamat membaca.

Monday, July 5, 2021

Mengurangi Volume Sampah dengan Pemanfaatan Komposter

 Di mana ada manusia, di situ ada sampah. Kenyataan ini lah yang tejadi saat ini. Banyak akademisi, aktivis lingkungan dan lainnya berupaya  menanggulangi banyaknya sampah yang diproduksi oleh manusia. Salah satu caranya, adalah dengan mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter.

Mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dewasa ini. kendati demikian, jumlah orang yang belum sadar akan hal ini juga tidak sedikit.

Beberapa waktu lalu, aku berjumpa dengan salah satu  warga di Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru, Pak Sapari namanya. Kami mengobrol sedikit banyak tentang upaya mengurangi volume sampah dengan pemanfaatan komposter.

Komposter

Komposter adalah alat yang digunaikan untuk membantu dekomposter atau bakteri pengurangi, dalam mengurai material organik (sampah organik) menjadi bentuk baru dengan sifat seperti tanah.

Dengan alat ini, jumlah sampah organik dari rumah tangga bisa dikurangi hampir 100 persen. Pak Sapari sendiri bercerita, setelah memakai komposter ia hanya perlu memikirkan bagaimana membuang sampah anorganik saja. Dengan demikian, sampah yang dihasilkan oleh keluarganya menjadi jauh berkurang jika dibandingkan sebelum menggunakan komposter.

Pak Sapari juga membuat sendiri komposter miliknya, dengan memanfaatkan tong berwarna biru yang dimodifikasi sedemikian rupa, di badan tong dipasang engsel untuk membuka tutup, dan beberapa pipa.

Ia juga menjelaskan cara membuat komposter paling sederhana, yaitu dengan menggunakan dua buah ember cat yang ditumpuk. Ember yang berada di atas di lubangi jarang-jarang di bagian bawahnya. Sementara, ember yang berada di bagian bawah dipasang air keran  untuk mengalirkan air lindi. Setelah itu, komposter siap digunakan.

Sampah-sampah organik tinggal di masukkan ke dalam komposter dan ditutup rapat, sebelum dimasukkan, sampah organik sebaiknya dicacah terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi jika ditambahkan dengan cairan biovaktor setiap kali memasukkan sampah ke dalam komposter.

Sampah organik juga dimasukkan secara bertahap, sampah yang lebih lama akan berada di bawah. Lama-lama sampah tersebut akan menjadi pupuk kompos, yang dapat diambil kembali manfaatnya untuk  tanaman.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar komposter diberi pintu buka tutup untuk memudahkan dalam mengambil sampah organik yang telah menjadi kompos.

Nah, air lindi yang berada di bawah juga bisa digunakan untuk pupuk cair. Sehingga, selain mengurangi volume sampah, komposter juga bisa menekan biaya pembelian pupuk.

Kendati demikian, Pak Sapari menjelaskan jika tidak semua sampah organik bisa masuk ke dalam tong komposter. Di antaranya adalah, daging, tulang, lemak minyak, susu, dan keju, karena hal tersebut akan menghalangi reaksi penguraian di dalam komposter.

Nah, untuk sampah organik yang disarankan adalah sisa nasi, sisa sayuran, sisa roti, sisa makanan, daun tanaman, rumput-rumputan, dan lain-lain.

Keberadaa n kompester, selain mengurangi volume sampah adalah juga menjadikan lingkungan tempat kita tinggal semakin bersih, dan tidak berbau, hal ini tentu saja kan mengurangi penyebab timbulnya penyakit, meningkatakan kualitas tanah atau nutrisi makanan. Komposter juga bisa diletakkan di mana saja.

Karena tindakannya tersebut, cukup banyak masyarakat yang ingin membuat komposter seperti Pak Sapari. Ia juga bersedia membuatkan komposter dengan berbagai ukuran, mulai dari 30 liter, 60 liter, dan 120 liter. Harganya cukup beragam, yaitu Rp300 ribu untuk ukuran 30 liter, Rp400 ribu untuk ukuran 60 liter, dan Rp500 ribu untuk  ukuran 120 liter.

Komposter

Jika ingin memesan bisa cari Pak Sapari di akun Facebook miliknya yaitu Sapari Ari. Tertarik untuk membuatnya?

Mari menjadi bagian dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari  hal yang paling kecil sekalipun. Bayangkan ada banyak orang seperti Pak Sapari, berapa banyak sampah yang bakal berkurang? Bayangkan aja dulu.

Thursday, July 1, 2021

Jajan Durian di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru

 

Penjual durian di Jalan Arifin Ahmad

Sebenarnya sudah lama aku merencanakan untuk makan durian, namun hal tersebut tak kunjung kesampaian. Godaan untuk jajan durian di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru sulit untuk dihindari.

Seperti ada yang berbisik ke telinga, “Ayo jajan durian di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru”. Belum lagi aroma durian yang  menggoda setiap kali lewat jalan tersebut. Rasanya, pengen berhenti terus pesan satu untuk dibawa pulang.

Lalu apakah aku melakukannya, oh, tentu tidak. Aku orang yang cukup sabar dalam mengontrol nafsu makan. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kalau tidak pandai memilih durian yang bagus, saat dibawa pulang isinya zonk, pahit, keras, dan tidak ramah di lidah.

Karena itulah, aku lebih suka makan di tempat, terlebih jika penjualnya menyediakan tempat untuk pembeli makan di sana. Omong-omong, tulisan ini tidak diperuntukkan bagi non pencinta durian.

Di Kota Pekanbaru sendiri ada banyak penjual  durian. Bisa dikatakan, di kota berjuluk Kota Madani ini durian seperti tidak mengenal musim, setiap saat ada, kapan pun itu.

Ada banyak orang yang merekomendasi untuk jajan durian, jika ada kenalan atau teman yang datang dari luar kota ke Pekanbaru untuk pertama kalinya. Tempat-tempat pun bervariasi, cukup lewat di Jalan Sudirman, akan terlihat banyak penjual durian di sana.

Kemudian di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, aku pernah makan sekali di sana dan rasanya ya seperti makan durian. Karena memang durian yang dimakan.

Tempat yang kubicarakan ini di Jalan Arifin Ahmad, tepatnya di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau. Di tempat ini sangat ramai masyarakat yang datang bersama teman-temannya untuk menikmati empuknya buah dengan kulit berduri ini.

Ada beberapa deretan penjual durian, mereka menyedian meja dan tempat duduk untuk menyantap durian, sembari melihat pemandangan lalu lalang kendaraan saat malam hari.

Suasana makan durian di Jalan Arifin Ahmad

Tak hanya durian, penjual juga disediakan air mineral, pulut, dan tisu. Aku hanya membeli air mineral seharga Rp5 ribu. Tapi kalau beli di luar biasanya harganya hanya Rp2 ribu. Kendati demikian, akan lebih bagus jika bawa minum sendiri dari rumah. Iya, aku lupa tidak membawanya. Pulutnya aku tidak beli karena lebih suka makan yang orisinil. Sedangkan tisunya, ya gratis dong.

Saat itu, aku pergi jajan durian di Jalan Arifin Ahmad dengan temanku Kak Kiki. Kami sudah lama merencanakan untuk makan durian sejak jauh-jauh hari. Saat belum mendekati hari gajian, aku selalu bilang, kalau nanti setelah gajian harus makan durian. Namun, setelah bulan berkali-kali berganti niat itu belum tersampaikan.

Sampai di suatu hari, iseng-iseng aku ajak Kak Kiki makan durian, langsung dibalas ‘Hayuk’, tapi tidak jadi pergi karena hujan tiba-tiba mengguyur Kota Pekanbaru.

Besoknya, langsung gas deh  buat jajan durian.

Makan durian

Untuk harga sendiri berapa? harga bervariasi. Mulai dari Rp10 ribu, ini yang sebesar kepalan tangan orang dewasa, sampai ada juga yang Rp80 ribuan. Tergantung dari besar kecilnya ukuran durian.

Aku memilih dua buah durian seharga Rp50 ribu yang berukuran sebesar kepala. Tentu saja tidak memilih sendiri, dipilihakan sama penjual. Inilah alasan aku lebih suka makan di lokasi penjualnya. Kalau dibawa pulang sering dapat zonk. Sedangkan jika makan di tempat alias dine in, penjual pasti memberikan buah dengan kualitas yang baik dan manis.

Durian

Penjualnya juga menjanjikan jika rasannya tidak manis, boleh ditukar. Durian yang aku dapatkan satunya memiliki tekstur yang sangat lembut, rasanya manis, mulus, tapi memiliki biji yang besar. Satunya lagi sudah sangat matang, dengan rasa yang tak kalah manisnya.

Jangan tanya apa jenis durian, karena bagiku semua durian terlihat sama. Bagaimana? Ada niat buat jajan durian di Jalan Arifin Ahmad, atau jajan durian di Kota Pekanbaru tercinta ini, atau dimana saja yang penting durian.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, enaknya makan durian di Pekanbaru adalah tidak perlu menunggu musim durian. Harga pun relatif stabil.

Hayuk gas, bagi pencinta durian.

With Kak Kiki


Monday, June 28, 2021

Review Drama Two Cops (2017), Dua Jiwa dalam Satu Raga

Review Drama Two Cops

Saat ini drama Korea (drakor) sedang banyak digandrungi oleh masyarakat. Tak hanya terkenal karena visual pemainnya yang elok dipandang mata, tapi cerita yang disuguhkan pun cukup menarik dan membuat orang penasaran.

Di tulisan kali ini aku akan membahas review drama Two Cops, dua jiwa dalam satu raga. Drama ini menceritakan bromance yang sayang untuk dilewatkan. Kenapa aku bilang kental, dibandingkan kisah percintaan pemeran utama, bromance yang ditampilkan lebih terasa dari awal hingga akhir cerita.

Drama Two Cops bukanlah drama baru, tayang pada tahun 2017 lalu dan dibintangi oleh Jo Jung Sok sebagai Cha Dong Tak yang merupakan seorang polisi, Kim Seon Ho sebagai Gong Soo Chang yaitu seorang penipu, dan Hyeri sebagai Song Ji An seorang reporter. Aku tergerak menonton drama ini karena kemarin lewat di Tik Tok dan cuplikannya cukup menarik, dan membuatku maraton nonton drama Two Cops.

Review Drama Two Cops

Review drama Two Cops, drama ini mengisahkan tentang seorang polisi dan seorang penipu yang berbagi tubuh yang sama. Cerita bermula dari pembunahan rekan Cha Dong Tak yang juga merupakan detektif, ia  menangkap Gong Soo Chang yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan tersebut, namun dalam perjalanan menuju kantor polisi, tepatnya di sebuah jembatan, mereka dicegat dan diserang oleh segerombolan geng bermotor.

Menghadapi situasi terpojok, Cha Dong Tak dan Gong Soo Chang terjun dari jembatan. Saat terbangun di rumah sakit, Gong Soo Chang mendapati dirinya berada di dalam tubuh sang Cha Dong Tak.

Tentu saja penipu tersebut panik, ia melihat tubuhnya sedang koma di salah satu ranjang rumah sakit dan tiba-tiba harus menjalani hidup sebagai polisi.

Kendati demikian, ada suatu masa di mana jiwa polisi kembali ke tubuhnya dan membuat jiwa penipu keluar. Namun, arwah penipu tidak bisa kembali ke tubuhnya, selagi Cha Dong Tak menguasai tubuhnya sendiri, arwah Gong Soo Chang bergentayangan di dekatnya, dan hanya Cha Dong Tak yang bisa merasakan keberadaan Gong Soo Chang.

Kejadian ini membawa mereka dalam petualangan selanjutnya. Dengan informasi dari seorang cenayang, Gong Soo Chang harus mengurai benang kusut alias memecahkan berbagai masalah yang pernah melibatkannya di masa lalu untuk bisa kembali ke tubuhnya.

Cenayang itu mengatakan jika Gong Soo Chang ingin kembali, ia memiliki waktu selama 49 hari untuk menyelesaikan masalah. Jika tidak berhasil, maka ia akan mati.

Baca Juga : Review Drama Detective Zombie

Penyelidikan-penyelidikan dilakukan oleh keduanya, ternyata akar dari pembunuhan rekan Cha Dong Tak, tidak sesederhana yang dipikirkan sebelumnya. Pembunuhan ini merentet ke berbagai kasus yang melibatkan para petinggi polisi, jaksa, dan lain-lain.

Dalam Two Cops ini Reporter Song Ji An yang banyak membantu Cha Dong Tak dan Gong Soo Chang dalam menyelesaikan kasus.

Kisah polisi dan penipu berbagi tubuh ini juga menampilkan bromance yang kuat, karakter polisi yang serius, tegas, dan kuat, terkadang berubah menjadi ceria dan iseng saat dirasuki oleh penipu.

Mereka juga menyelesaikan kasus-kasus bersama dengan cara masing-masing, kompak dan terkadang menyebalkan.

Lalu bagaimana kisah kelanjutannya, apakah mereka berhasil mengurai benang kusut kasus pembunahan yang melibatkan banyak orang, lalu apakah penipu berhasil kembali ke tubuhnya sendiri.

Ya lebih baik nonton sendiri, karena aku tidak suka spoiler, aku juga tidak akan menceritakan secara keseluruhan. Tapi jika teman-teman bertanya, apakah bagus. Jawabanku, sangat bagus, dan aku merekomendasikannya

Drama ini memiliki 32 episode, dengan durasi sekitar 35 menit setiap episode. Sepanjang menonton, akan disuguhkan gelak tawa, tegang, penasaran, dan lain-lain. Terlebih akting Kim Seon Ho, pemeran penipu juga patut diacungi jempol. Akting Hyeri juga, teman-teman pencinta drama pasti tau bagaimana kocaknya dia kalau bermain drama.

Kisah-kisah dalam drama yang mustahil terjadi di dunia nyata memang sangat menarik untuk diikuti kan.