Cari

cari

Thursday, January 17, 2019

Ada Apa di Museum Angkut Malang


Bercerita tentang wisata Malang memang tidak ada habisnya. Setelah mengeksplor alam dan menjelajahi Kampung Warna-Warni, kali ini aku akan bercerita tentang wisata sejarah angkutan di Indonesia. Tidak lain tidak bukan, Museum Angkut.

Baca juga: Kampun Warna-Warni dan Kampung Tridi

Museum yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur ini memiliki luas 3,8 hektar. Buka hanya tujuh hari dalam satu minggu. Biaya masuknya sebanyak Rp. 75 ribu saat weekday. Bagaimana menurutmu? Jangan menyimpulkan dulu sebelum tahu ada apa di Museum Angkut.

1. Pasar Apung Nusantara



Di Museum Angkut, ada kedai-kedai yang menjual makanan atau minuman. Menariknya kedai tersebut berbentuk rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Pengunjung juga bisa menaiki sampan kecil berkeliling untuk melihat kedai-kedai tersebut. Jika malas mendayung, bisa jalan kaki kok. Aman.

2. Kendaraan dari Masa ke Masa



Ada banyak model kendaraan dari seluruh dunia seperti sepeda, sepeda motor, mobil, kapal hingga pesawat. Koleksi Museum Angkut mungkin mencapai ratusan bahkan ribuan. Untuk menjelajahi semua tempat rasanya dengkul ini seperti mau copot. Apalagi baru turun dari bromo sebelumnya.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo

Pencinta otomotif wajib datang ke sini. Sepeda onthel, motor harley, motor vespa, becak dan berbagai kendaraan yang pernah berkuasa pada zamannya terlihat gagah menampilkan kejayaannya di masa lalu.

Angkutan zaman old seperti becak dan dokar juga tidak ketinggalan. Tapi jangan bayangkan kuda penarik dokar berjalan-jalan di dalam museum. Kudanya tentu saja patung yang sangat mirip dengan kuda sesungguhnya.

Selain angkutan darat ada juga angkutan udara. Helikopter dan pesawat, bahkan ada juga simulasi untuk mengemudikan pesawat. Aku tidak mencobanya karena enggan membayar lebih.

Angkutan laut juga tidak mau kalah, perahu layar bermacam-macam model dipamerkan. Ada juga miniatur Kapal Titanic yang tenggelam puluhan tahun silam.

Informasi yang disajikan juga cukup lengkap. Setiap angkutan yang dipajang pasti ada keterangannya. Jadi tidak perlu bertanya-tanya ke petugas ya.

3. Sunda Kelapa dan Batavia



Berada di tempat ini seolah-olah membawa diri kembali ke masa lalu. Kota Jakarta tempo dulu.

3. Keliling Dunia dalam Satu Hari



Aku bahkan tidak menyangka jika Museum Angkut sangat luas. Berada di sini seolah-olah berada di Eropa. Dari negara satu ke negara lain hanya dibatasi oleh dinding. Belanda, Las Vegas, Italia, Perancis, Jerman, Inggris serta negara-negara di Eropa lainnyana.

Tak hanya itu, replika kota ditata sedemikian rupa hampir sama seperti aslinya. Jadi ketika di sana hati ini mengatakan sedang berada di suatu tempat tertentu, sementara otak mengatakan bahwa kau sedang berada di Museum Angkut.

Aku suka taman di samping Istana Buckingham di London, ada banyak bunga indah menghiasi sekeliling taman. Masuk ke dalam istana, ada patung Ratu Elizabeth duduk sendirian, di sampingnya ada kursi kosong. Tentu aku langsung berfoto mengisi kekosongon kursi tersebut.

4. Gangster Town and Brodway Street


Ada objek ini Al Capone sebagai gangster tersohor di tahun 1970-an beraksi dan siap membawa anda terlibat di dunia gangster.

Ini satu kota yang paling kusukai di antara yang lain. Kotanya para gangster. Diletakkan di area terbuka. Saat sore ada pertunjukan Kendaraan-kendaraan antik yang dikendarai oleh cosplayer.

Mereka bergaya bak superhero. Seperti, Batman, Wonder Woman, dan berbagai superhero lainnya. Juga ada cosplayer badut, Charlie Chaplin, Robot dan lain-lain. Mereka muncul mengendarai kendaraan antik, kemudian menari diiringi musik DJ.

5. Ratusan Spot Foto Instagramable


Bagaimana tidak, ada banyak spot foto yang bisa membuat memori kamera auto penuh. Angkutan yang kece, pemandangan yang unik hingga cosplayer yang tidak kalah keren. Pastikan sedia baterai gawai yang cukup bila perlu bawa powerbank serta space memori yang memadai.

6. Penampilan Petugas yang Kece Badai


Petugas di Museum Angkut, sepertinya memiliki dress code berbeda setiap bulannya. Saat aku di sana, October Fest. Mereka mengenakan pakaian unik. Baju putih lengan panjang dan celana/rok pendek lengkap dengan bretel suspender (tali pinggang jojon).

Itulah kilas balik saat aku mengunjungi Museum Angkut Malang, Oktober 2018 bersama saudariku Asna.

Untuk video lengkapnya...

26 comments:

  1. Waaaaah, seru sekali mbak jalan-jalannya. Museum angkut masih jadi primadona ya, untuk wisatanya. Tiket masuk saat weekend berapa mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Bisa buat edukasi juga. Klo weekend 80an mbk

      Delete
  2. Saya kalo pas mudik ke Pare, sering banget ke Batu. Tapi belum pernah ke sini.. huhu.. Masih rame banget gak, Mbak? Dulu awal-awal buka, sampe desak-desakan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak selalu ramai museum angkut. Sya bru sekali ke sna mbak. Pas weak day. Banyak anak sekolah study tour. Tapi gak smpai desak2 an

      Delete
  3. katanya mahal ya, tapi kalau demi konten instagram sih kayaknya worth it banget lah hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebanding sama isinya mas. Bisa buat edukasi juga. Hehe

      Delete
  4. Penggagas Museum Angkut Malang ini kreatif banget. Selain belajar tentang transportasi dari masa ke masa, cara penyajiannya sungguh fun ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Pngunjung bisa mrasa seolah2 kya di mana gtu

      Delete
  5. Musium dengan beragam tematik ya? Kelihatannya cocok untuk anak-anak, informatif jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Jdi selain main2 anak2 jga bsa bljar sejarah

      Delete
  6. Kereeeennnn, jadi makin semangat masukin Malang ke daftar wajib kunjung nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Malang emg punya bnyak tmpat wisata

      Delete
  7. Moga2 bisa ke Malang tahun ini dan ke Museum Angkut. Iya ya di sana banyak spot kece buat berfoto gtu :D
    Selain itu buat anak2 juga bagus krn mereka bisa belajar ttg sejarah kendaraan, jg belajar ttg moda transportasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Sambil nyenengin anak. Apa slaahnya. Hehe

      Delete
  8. Jujur saya kurang suka museum karena memang kurang suka sejarah. Tapi museum angkut Malang ini menarik banget. Saya rasa orang yang kurang tertarik sejarah kayak sayapun berkeinginan kesana. 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak penyajiannya keren. Kyak lgi brada di luar negeri gtu

      Delete
  9. Berkunjung ke Museum Angkut selalu seru ya. Aku masuk ke sana butuh waktu berjam-jam. Kirain kecil ternyata gede banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya sya mikir gtu juga mbak. Kirain kecil nyatanya butuh seharian biar tuntas

      Delete
  10. Udah denger banyak review bagus soal Museum Angkut Malang dan aku baru baca ulasan lengkapnya di sini. Ternyata banyak banget ya kegiatan yang bisa dilakukan di sana, aku kira selama ini hanya ada model-model kendaraan aja. Semoga suatu saat bisa ke sana 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak. Awalnya sya gak trtarik ke museum. Pas dh nyampe trnyataa amazinh

      Delete
  11. Yang saya kaget waktu datang ke Museum Angkut ini ternyata Harley Davidson dulu mengeluarkan sepeda juga :)

    ReplyDelete
  12. Ini temanku kl bercerita tentang museum angkut semangat sekali, katanya anak2nya ga bosan2 datang ke sini..

    ReplyDelete
  13. Main ke Museum Angkut Malang ini macam beli tiket paket komplit, banyak hal baru yang bisa nambah ilmu, banyak hal seru yang bikin kenangan tambah banyak. Suka.

    ReplyDelete
  14. Sudah lama dengar cerita teman kalau destinasi wisata di Malang tuh cocok banget buat anak-anak. Semoga kapan-kapan ada kesempatan ke sana deh. Amiiin...

    ReplyDelete
  15. Aku juga pernah ke Museum Angkut Malang. Rasanya belum puas padahal kelar nyaris jam tutup hahaha. Kepengen deh masuk ke dalam ruangannya pagi tapi ga bisa ya soalnya buka jam 12 siang hiks :)

    ReplyDelete

Adbox