Cari

cari

Sunday, February 24, 2019

Bolehkah Memelihara Satwa yang dilindungi?



Aku mengendarai sepeda motor, menuju kandang transit di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), tempat satwa-satwa dipelihara untuk sementara. Kebanyakan dari mereka adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang tapi dipelihara dan hidup bersama manusia.



Seekor Siamang bergelantungan di sebuah kandang berukuran 1 x 2 meter. Empat ekor Burung Merak berada dalam satu kandang tengah memamah jagung-jagung yang diberikan penjaga kandang, salah satu Merak duduk diam berada di kandang yang berbeda. Merak yang menyendiri itu terlihat lesu seperti tak memiliki keinginan untuk hidup. Setiap kandang disesuaikan dengan hewan yang tinggal di dalamnya. Seorang petugas menyirami kandang berisi dua ekor burung rangkong, sesekali ia menyiramkan air ke arah salah satu rangkong yang melebarkan sayapnya.


Jagung-jagung dan puluhan semangka di atas gerobak dorong siap untuk dikupas dan dipotong-potong. Seorang Petugas memakai celemek plastik berwarna putih, sembari memotong-motong pepaya untuk diberikan kepada satwa-satwa di kandang transit tersebut.

Selain hewan-hewan tersebut juga ada satwa lain yang menghuni kandang transit tersebut. kura-kura, elang, owa, dan dua ekor anak beruang madu. Awalnya mereka tinggal bersama manusia, baik ditangkap sendiri atau didapatkan melalui penjualan secara ilegal. Kebanyakan pemelihara tidak menyadari apakah satwa tersebut boleh dipelihara atau tidak. Ketika mereka mengetahuinya, dengan sukarela mereka menyerahkan satwa untuk diajarkan hidup di alam sebelum dilepas agar benar-benar bebas di habitatnya.

Lalu apakah boleh memelihara satwa tersebut? Jawabannya tidak kawan. Sekali lagi tidak boleh. Apa pun alasannya. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Oleh karena itu terdapat sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap UU tersebut dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan dendan paling banyak Rp. 100 juta.

Kendati demikian, BBKSDA hanya memberikan sanksi kepada para pemburu. Kebanyakan kasus pemeliharaan satwa dilindungi berakhir damai, jika pemelihara memberikannya secara suka rela kepada pemerintah.

Lalu siapa yang boleh memelihara satwa yang dilindungi. Yang boleh hanyalah badan hukum yang telah mendapatkan izin dari kementerian LHK seperti taman satwa, kebun binatang atau lembaga konservasi.

Terkadang juga menjadi permasalahan jika satwa telah terbiasa hidup bersama manusia. Ketika di kandang transit, tak jarang satwa-satwa tersebut stres, lebih banyak diam dan tidak nafsu makan. Seperti merak yang kuceritakan sebelumnya kawan, mungkin ia stres terpisah dari tuannya. Hanya ayam-ayam di sana yang terlihat berbahagia mematuki biji jagung yang berserakan di sekitar kandang merak.

Burung elang berukuran besar, menatapku lesu dari dalam kandang. Ia tak tertarik pada apa pun di sekitarnya. Bahkan ia juga enggan menatap kura-kura yang tinggal bersebelahan kandang dengannya. Mungkin dia juga stres.

Di kandang transit ini, satwa juga mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter hewan. Diberi makan sesuai dengan makanan mereka di habitatnya. Mungkin mereka terbiasa makan makanan manusia, jadi ketika diberi makanan asli mereka, maka sedikit terkejut. Untung tak terheran-heran.

Sunarko, Petugas Kandang menyebutkan, hewan-hewan tersebut akan dilepaskan jika dirasa telah layak untuk bisa hidup di habitatnya. “Waktu pelepasannya tidak bisa ditentukan, kadang butuh waktu yang lama juga,” ungkapnya.

Penting bagi kita untuk mengetahui satwa-satwa apa saja yang tidak boleh dipelihara. Semenggemaskan apa pun mereka. Tetap saja, mereka lebih baik tinggal di habitatnya. Jangan karena keegoisan kita, makhluk lain menjadi korban.



30 comments:

  1. Benar, aku jg lebih setuju semenggemaskan apapun satwa memang bagusnya hidup di alam, bkn di kandang. Apalagi bt pajangan sendiri di rumah, jangan deh. Kasian. Minimal kebun binatang yg memang punya standart perawatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Jangankan kita org biasa. Kbun binatang aja kdg ad yg tak terurus

      Delete
  2. Aku lebih suka melihat binatang2 di alam bebas daripada di kandang. Kasihan, ruang gerak mereka jadi terbatas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dia bisa terbang bebas. Malah kram syap2nya, kram juga tulang2nya

      Delete
  3. Iya nih. Aku aja suka nggak tega lihat satwa jenis apa pun yang dikandangin. Aku malah bayangin, seandainya aku yang dikekang di satu tempat aja pasti berasa nggak bebas banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bner bgt. Mngurung diri di kamar aja bosan nya mnta ampun. Apallagi di kandang yg ukurannya g sbrapa

      Delete
  4. Setuju. Sebaiknya hewan memang hidup di habitatnya. Di kebun binatang yang dikelola resmi aja kadang-kadang ada yang kondisinya mengenaskan. Apalagi kalau dipelihara perorangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Dia ikut makan apa yg kita makan. Mungkin mreka juga udah lupa mkanan yg sharusnya mreka makan

      Delete
  5. Tapi masih banyak juga ya yang pelihara satwa yang dilindungi.. pdhl mending mereka bebas di alam meskipun jadi terancam dimangsa predator. .

    ReplyDelete
  6. Saya sebenarnya juga gak terlalu setuju dengan konsep kebun binatang. Buat saya itu semacam penjara, habya saja ukurannya sesikit lebih besar. Memang lebih baik hewan-hewan yang ada itu dilepas ke habitatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Kadang suka sedih klo liat satwa yg lemes aja bwaannya klo di kbun binatang

      Delete
  7. Udah ada patung hukumnya tapi tetep masih ada aja yang melihara satwa yang dilindungi ya mba.. Semogaa pelaku cepat sadar.. Aku pun lebih suka satwa di alamnya.. Kadang manusia juga yang bikin alam jadi gak nyaman lagi untuk satwa-satwa itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Kesian mereka. Semua dijarah sma mnusia

      Delete
  8. Setiap lihat hewan peliharaan yang dikandangi seperti burung, kelinci, anjing, dan lain-lain itu kok ya saya jadi mikir, seandainya kita manusia yang dibatasi ruang geraknya seperti itu gimana???? huuhuuhuuu sedih liatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu gak ngebayangin deh mbak. Ngurung diri aja bosan apalagi dikurungin

      Delete
  9. Iya memang seru punya peliharaan hewan langka tapi kasihan ya kalau kita kerangkeng, dikembalikan saja ke habitatnya
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Biarkan dia bebas dan berkembang biak

      Delete
  10. mudah2an satwa2 langka bisa dikembalikan ke alam liar supaya tetap lestari ..
    ini di BKSDA mana mbak?

    ReplyDelete
  11. Setuju Mba.
    Kadang yang kandangin hewan-hewan seperti itu bukan karena menganggap hewannya gemes deh. Lebih ke koleksi sepertinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi koleksi semata. Sungguh jahat manusia

      Delete
  12. Sedih melihat hewan dikandangi sampai semanngat hidupnya terenggut. Mau dilepas pun butuh waktu Dan penyesuaian lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kadang satwa juga lupa gimana cranya hidup di hutan lagi

      Delete
  13. "Semenggemaskan apa pun mereka, tetap saja, mereka lebih baik tinggal di habitatnya" Couldn't agree more with this mbak.. Biarkan satwa langka itu tinggal di habitatnya. Sedih banget sik melihat mereka dikandangi begitu hanya karena alasan suka, cuteness, or something. Kadang manusia ini kejam.. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak kadang lagi mbak. Memang nyatanya demikian. Meskipun aku juga manusia tapi aku sedih melihat tingkah manusia

      Delete
  14. Iyaaa sedih deh kalau ada satwa yang seharusnya habitatnya di alam liar dikandangin gtu. Emang gk boleh ya mbak. Ini jg harus diajarkan ke anak2 kita bahwa hal kyk gtu jdnya merusak ekosistem fauna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Kita hrus ksih tau org trdekat kita dulu dan ngajarin ke mereka agar gak mlakukan hal yh menyakiti satwa

      Delete
  15. sedih ya kalau melihat hewan-hewan ini gabisa lagi hidup di alam bebas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Kita aja klo dikekang rasanya pngen berontak

      Delete

Adbox