Cari

cari

Tuesday, March 26, 2019

Belajar Cara Mendongeng dari Pendongen Perpustakaan Soeman HS



Tau apa itu mendongeng kawan? Barangkali ibu mu pernah menceritakan suatu kisah menjelang tidur ketika kecil, tapi tidak dengan ibuku. Rasanya ibuku lebih suka menyanyikan lagu salawat ketika menidurkanku.

Tapi tak apa lah kawan, yang jelas mendongeng itu bercerita. Menceritakan kembali isi sebuah buku. Jika buku bercerita dengan diamnya, maka mendongeng adalah bercerita dengan menggunakan mulut, suara, bahkan gestur tubuh.

Suatu hari aku mengunjungi perpustakaan nan megah di tanah melayu. Perpustakaan Soeman HS. kulihat, seorang pria berusia 30 tahun tahun, memakai baju putih celana hitam, tengah memperagakan tokoh binatang di sebuah panggung kecil di lantai satu pustaka. Boneka kecil di tangan kanannya, dengan suara berat ia memperagakan suara harimau yang kemudian disambut gelak tawa anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) yang duduk bersila di hadapannya.

Pria itu adalah Afrizon Effendi, seorang pendongeng di Perpustakaan Soeman HS. Pria alumni Universitas Lancang Kuning ini mengaku sudah menjadi makanan sehari-harinya dalam mendongeng. Dalam satu hari ia bisa mendongeng dua hingga tiga kali.

Rasaku itu bukan hal yang mudah, jika satu kali mendongeng saja Kak Ifen butuh waktu 30 menit, bagaimana jika dua hingga tiga kali. Pasti harus punya stok suara yang banyak. Belum lagi berakting di depan, berganti-ganti dari tokoh satu ke tokoh lainnya. Kak Ifen juga berkata kadang kalau sedang ramai-ramainya, dalam satu hari bisa sampai tujuh atau delapan kali. Apa nggak mabuk itu?

Untuk menarik perhatian anak-anak sebagai audiensnya, Kak Ifen mengatakan padaku jika harus menguasai berbagai trik-trik dalam mendongeng. Salah satu caranya adalah menggunakan media, mengubah-ubah suara di setiap karakter yang berbeda, gestur tubuh yang sesuai dengan tokoh, serta penghayatan.

“Yang paling penting itu penghayatan ya, kadang kita harus bertingkah seperti monyet, harimau. Suara kita juga harus berbeda untuk tokoh yang berbeda, biar anak-anak mudah memahami tokoh-tokoh yang sedang diceritakan,” tutur Kak Ifen.

Jika ingin belajar mendongeng, Kak Ifen mengatakan bahwa seorang pendongeng harus lebih aktif dari pada anak-anak yang sedang didongengkan. Menurutnya, jika pendongeng harus membuat audiens fokus menonton pendongeng, bukan sebaliknya.

Selain itu, menjadi seorang pendongeng juga harus berani dan mengesampingkan rasa malu. Bertingkah seperti binatang adalah hal yang biasa. Memakai media juga jalan yang bagus untuk mendapatkan respons anak-anak. Ia juga tidak menampik jika pada mulanya ia sempat merasa malu ketika memulai. Sepertinya jadi pendongeng sama sulitnya jadi artis. Tapi keren juga, jadi artis idola anak-anak.

“Ketika kita kuasai panggung, anak-anak mengikuti kita, setiap pendongeng punya cara tersendiri, kalau saya tadi pakai boneka tangan yang bisa mencuri perhatian anak-anak. Suara itu sangat berpengaruh. Bergaya kaya  monyet itu adalah hal biasa, pendongeng gak boleh malu, kalau  malu bukan pendongeng namanya. Kalau masih belajar dulu, ada rasa malu-malu kalau sudah terbiasa ya biasa aja.

Program mendongeng adalah program dari Perpustakaan Soeman HS yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak melalui story telling. Menurut Kak Ifen, dengan mendongeng maka menghipnotis anak-anak untuk diarahkan agar gemar dalam membaca. Kalau bisa menghipnotis kamu, mau dong aku belajar mendongeng dengan serius. hahahaha

Kegiatan mendongeng di perpustakaan sendiri selalu berlangsung setiap harinya, pada hari Kamis menjadi Hari Mendongeng, karena saat hari itu kunjungan ke perpustakaan ini mengalami peningkatan yang signifikan. “Sebenarnya di sini tiap hari ada mendongeng, entah kenapa paling ramai itu hari Kamis, makanya dibuatlah hari Kamis itu Hari Mendongeng,” kata Kak Ifen lagi.

Kak Ifen berharap dengan adanya program mendongeng, dapat meningkatkan kunjungan ke perpustakaan dan meningkatkan minat baca bagi anak usia dini. “semoga anak-anak ini menjadi generasi harapan bangsa,” katanya.

Di Perpustakaan Soeman HS sendiri ada dua orang pendongeng termasuk Kak Ifen. Cerita-cerita yang didongengkan kebanyakan cerita tentang binatang atau fabel. Kak Ifen sendiri menganggap pekerjaannya sebagai mendongeng adalah tugas yang menjadi kebiasaan sekaligus hobi. Kalau aku mendongeng lewat tulisan aja.


No comments:

Post a Comment

Adbox