Cari

cari

Sunday, April 21, 2019

Melihat Perkebunan Labu Hannah Butternut Pumpkin di Pekanbaru


Kebun Labu Manis atau Butternut Pumpkin di Pekanbaru

Wah, dimana lagi ini. Di suatu hari yang panas aku mengunjungi sebuah perkebunan di kawasan Tenayan Raya Pekanbaru. Jauh dekat lokasi itu relatif kan, ada yang bilang Tenayan Raya itu jauh. Itu juga tidak salah, kalau dari Panam memang bisa dikatakan sangat jauh. Eitts tapi ini masih di Pekanbaru loh, tepatnya di Jalan Seroja.

Pas pertama-tama aku ke Kebun Labu Pekanbaru ini, aku tidak menyangka jika yang kukunjungi adalah kebun labu. Kenapa? Karena aku datang di waktu yang tak tepat. Karena kebun labu ini baru saja ditanam sehingga belum terlihat buahnya. Kata Mandar, sekitar tiga bulan lagi, pemandangan seperempat hektar lahannya akan dipenuhi labu dan siap untuk dipanen.

Di sana aku bertemu dengan pengusaha labu dan petani labu, Mandar Putra dan Suradi. Suradi ini sebagai petani, sedangkan Mandar di bagian pemasaran. Tak tanggung-tanggung, bisnis labu ini bahkan sampai mancanegara.

Ini penampakan labu madu atau butternut pumpkin yang ada di kebun labu Pekanbaru

Labu apa sih sebenarnya? Nama labunya aja asing di telinga, ketika melihat di rumah Suradi, ada buah yang bentuknya mirip kacang kulit dengan ukuran sebesar betis orang dewasa yang gendut. Kalau diibaratkan dengan benda, lebih seperti gitar spanyol yang aduhai.

Nah, buah itu lah yang disebut labu. Awal mula aku membayangkan labu pada umumnya. Bentuknya bulat khas labu seperti labu-labu pada kisah halloween, atau labu dalam dongeng cinderella.  Ternyata bayanganku meleset jauh. Labu ini namanya Hannah Butternut Pumpkin, seperti nama band bukan?
Pengepakan labu madu atau butternut pumpkin pekanbaru sebelum dikirim ke kota-kota lain


Hahaha, jangan salah. Labu yang dirawat di sini bukan sembarang labu. Bisa dikatakan labu mahal. Lebih dikenal dengan nama labu madu. Harga per kilogramnya saja mencapai Rp 25 ribu. Sebuah labu bisa mencapai lebih dari 2 kg.

Kata Mandar, bibit labu ini bibit impor, satu butir bibitnya saja harga Rp 2.500 per butir. Dalam satu kantongnya ada 100 butir bibit. Jadi silahkan kalikan sampai 100. Bisa dibayangkan kan berapa harganya.
Labu madu atau butternut pumpkin

Kualitas dari buttenut pumkin alias labu madu ini juga berbeda jauh dengan labu yang dijual di pasaran. Bagaimana tidak? Harganya aja beda, apa lagi rasa. Kalau labu madu ini selain dari bentuk juga teksturnya lebih halus dan rasanya lebih manis. Usai dari kebun lagu, aku dikasih oleh-oleh sebuah labu dari Pak Mandar, katanya biar ngerasain hahaha.

Mandar bercerita jika ia hanya iseng-iseng mencoba peruntungan dari buah sayur berwarna oranye ini. untuk bertani labu. Mulanya ia memulai usaha labu madu ini bersama petani melon sejak 2015 lalu.

Ia melihat peluang besar dari bisnis labu ini karena dulunya ia juga seorang petani melon. Pria beranak satu ini menyadari jika bertani melon bukan lah hal yang gampang, melihat begitu banyak persaingan yang menyebabkan pemasaran mendapati kesulitan. Belum lagi bertani melon memiliki resiko yang lebih tinggi ketimbang bertani labu.

Mandar yang merupakan lulusan SMEA ini melihat Riau memiliki potensi tak hanya sawit tetapi juga berpotensi untuk ditanami labu. Cuaca yang panas dan iklim yang stabil menjadikan labu yang di tanam di daerah Riau sebagai produk terbaik di antara kebun-kebun labu di kota lain. Jadi di balik panasnya Kota Pekanbaru, ada hikmah tersendiri untuk perkebunan labu. Selain di Riau banyak kebun-kebun labu yang juga merupakan anak usaha dari Mandar, Tetapi kualitas labu terbaik masih dimiliki oleh labu dari Riau.

kendala utama dalam bertani labu adalah perubahan iklim yang tak menentu. Selain itu tidak ada kendala yang berarti karena harga labu relatif stabil. Putra menuturkan, ia tak pernah mendapatkan pelatihan terkait pertanian. Ia hanya belajar ketika masih di SMEA dulu, hobinya membaca buku sedikit banyak membantunya untuk mengejar cita-cita. Jadi kalau mau sukses rajin-rajin baca buku yaaa...

Selain Suradi, Mandar menggandeng 20 petani labu di Riau dan ratusan petani labu dari Jabodetabek. Dalam setiap bulannya ia bisa menghasilkan 30 ton labu, sehingga mampu mengirimkan labu hingga ke luar daerah.

Suradi dan Mandar Putra di Kebun Labu manis butternut pumpkin yang belum lama ditanami

Kata Mandar, permintaan labu madu tersebut juga banyak dari luar negeri, seperti Singapura, Filipina, Brunai Darussalam dan Korea. Hanya saja untuk ekspor ia masih terkendala dengan produksi. Jumlah labu yang didapat tak mencukupi untuk ekspor ke negara-negara tersebut. Waah sayang sekali. Semoga kedepannya bisa sukes terus di bisnis labu, jadi tanah Riau tak digenjot habis-habisan untuk minyak, tetapi juga untuk bisnis lain seperti labu.
Perkebunan labu madu butternut pumpkin




2 comments:

  1. Wah, kayaknya enak banget, nih. Manis ya? Saya belum pernah makan labu yang kayak gini, nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manis mbak. Teksturnya beda dri yg labu biasa

      Delete

Adbox