Tuesday, April 16, 2019

Review Film Dokumenter Sexy Killers


Sexy Killers


“Gara-gara orang pintar, gunung dijual, laut ditanami besi,” ujar salah seorang nelayan dalam film dokumenter Sexy Killers.

Beberapa waktu yang lalu, ada begitu banyak komunitas dan organisasi membicarakan film dokumenter dari Tim Ekspedisi Indonesia biru yang diprodusi WatchdoC ini. Film ini sudah tayang serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 5 April lalu. Selain itu, film dokumenter tersebut sudah diunggah di Youtube sejak 13 April.

Konon katanya, bagi yang sudah menonton film ini akan tergerak hatinya untuk memilih menjadi bagian dari golongan putih alias golput.  Film tersebut turut diputar di Pekanbaru seperti di Universitas Riau, UIN Suska Riau juga di kedai-kedai kopi.

Saat pemutaran film banyak penonton yang terkejut ketika calon penguasa yang diributkan habis-habisan ternyata termasuk salah satu dalang penyebab rusaknya lingkungan. Ternyata masing-masing calon alias Prabowo mau pun Jokowi, Ma’ruf Amin atau pun Sandiaga punya andil dalam merusak Ibu Pertiwi. Jangankan mereka kawan, kita pun termasuk salah satu perusak, namun skalanya terlalu kecil untuk dibesar-besarkan.

Pembuat film ini benar-benar orang yang berani mengambil isu sensitif menyangkut banyak elit politik dan pemerintah. Bahkan konon katanya, sosok di balik Sexy Killer, Dandhy Dwi Laksono adalah penggerak gerakan golput, tak heran usai menonton film  banyak yang goyah keimanannya haruskah memilih atau golput. Jika sebelumnya berpikir memilih yang terbaik di antara yang terbaik, selesai menonton kalimat itu akan berubah, memilih yang buruk di antara yang terburuk.

Sexy Killers atau Pembunuh-Pembunuh Seksi  adalah sebuah film yang menceritakan geliat elit-elit politik Indonesia di balik pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Mereka terlibat secara aktif baik sebagai direksi, komisaris, atau pun pemilik saham.

Tak tanggung-tanggung film dokumenter ini turut menyentil toko-tokoh politik yang sedang berjuang memperebutkan kursi nomor 1 di Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Termasuk juga didalamnya calon-calon wakil presiden bahkan hingga tim suksesnya. Semua terlibat dalam pertambangan batu bara.

Bahkan ada salah seorang mahasiswa Ade namanya, ia mengaku terkejut ketika mengetahui jika sexy killers adalah orang-orang yang akan dan sedang duduk di atas pemerintahan Indonesia. Bahkan sebelum menonton film ini, ia mengaku sempat berpikir untuk golput. Setelah menonton semakin bertambah keinginannya untuk golput.

“Setelah nonton naik keinginan  untuk golput, tapi masih mikir-mikir lagi. Rasanya agak sayang kalau gak milih, toh golput gak golput rasaku tetap mereka yang akan memimpin negeri ini,” ujar Ade yang menonton bersama di Universitas Riau.

Bener juga pemikiranmu De, milih gak milih, salah satu dari mereka toh tetap jadi presiden.

Film tersebut mengisahkan, betapa sulitnya mencari air bersih di tanah Kalimantan Timur, setelah pertambangan batu bara menyerang. Lubang-lubang bekas pertambambangan yang berada di area pemukiman warga telah merenggut ratusan nyawa.

Joko Widodo, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dalam film dokumenter tersebut memiliki andil besar dalam bisnis batu bara di Indonesia.

Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang ternyata dibangung di kawasan konservasi peraiaran yang kaya akan ikan dan terumbu karang. Kapal-kapal tongkang saban hari melintasi perairan tersebut. Jangkar-jangkar besi merusak karang-karang dan biota laut.

Film ini menampilkan akibat dari pertambangan batu bara dan PLTU yang menyebabkan masyarakat terkena imbasnnya. Tak hanya hasil panen, kesehehatan pun terus menurun akibat kerusakan lingkungan.

No comments:

Post a Comment

Adbox