Wednesday, July 8, 2020

Budidaya Anggur di Kota Pekanbaru

Budidaya anggur Pung Grape Pekanbaru

Siapa sih yang nggak suka sama anggur, buah elit ini bisa jadi menjadi makanan favorit meskipun harganya lumayan mahal menurut kantong aku tentunya. Pernah mikir nggak sih buat menanam sendiri, budidaya anggur di pekarangan rumah? Terus kalau pengen tinggal metik. Mikir aja pernah, ngebayangin apalagi, tapi tetap aja realisasinya belum.

Beberapa waktu lalu, aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu tempat budidaya anggur di Kota Pekanbaru milik Pak Yusuf. Nama tempatnya Pung Grape di Jalan Tuah Karya Ujung, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.


Nggak ada yang nggak setuju kalau Kota Pekanbaru ini adalah kota yang panas, tiap hari baik AC atau pun kipas angin selalu bekerja rodi tiada henti. Tapi sebenanrnya, cuaca yang panas ini cukup bagus lo buat budidaya anggur. Terlebih, tanaman ini juga bisa ditanam di lahan terbatas, atau di pekarangan rumah, juga bisa disesuaikan sama keinginan kita sang pemilik. Itu bukan kataku ya, yang jelas itu dibilang sama Pak Yusuf.


Pak Yusuf sendiri sudah menanam anggur manis berkualitas impor sejak satu tahun lalu. Ia memulai menanam karena hobinya pada buah anggur. Menurut Pak Yusuf menganggap anggur termasuk salah satu buah relatif mahal untuk di jangkau. Hingga akhirnya, ia menyulap halaman rumahnya menjadi tempat budidaya anggur bernama Pung Grape.

Pak Yusuf tak sendirian menanam anggur, ia bersama anaknya Agusta membudidayakan anggur-anggur ini. Meskipun masih untuk konsumsi pribadi. Kalau kata Agusta, nama Pung Grape ini diambil dari julukan ayahnya yang kerap dipanggul Opung.

Saat berkunjung ke rumah Pak Yusuf, di sisi kiri rumahnya, ia menyediakan tempat berukuran 3 x 9 meter dan menggunakan media para-para untuk angur-anggurnya. Beberapa jenis anggur unggul import di antaranya menggantung dan menunggu waktu untuk masak beberapa minggu lagi.

Tak jauh dari tempat tersebut, Pak Yusuf juga menanam anggur di 10 pot berdiameter kira-kira 50 cm, dilengkapi dengan penyangga terbuat dari pipa juga ditanami buah anggur. Pipa-pipa tersebut menjadi media rambat bagi tanaman anggur agar dapat tumbuh merambat ke atas.

yang di pot. Budidaya anggur Pung Grape Pekanbaru

 Selain itu, Pak juga menanam anggur di lahan seluas 1.000 m di belakang rumahnya yang nanti akan dibuat Agrowista mini yg bertujuan untuk sarana edukasi buat masyarakat pekanbaru sekaligus bisa memetik buah anggur unggul import yang segar.
 
Di tempat budidaya anggur  ini, Pak Yusuf memanfaatkan atap UV di atas para-para miliknya untuk menghindari curah hujan yang tinggi. Karena jika terlalu banyak curah hujan yang didapat akan berakibat pada munculnya serangan jamur yang tidak bagus untuk tanaman anggur.

Untuk dapat memulai menanam anggur, hal pertama yang harus dilakukan menurut adalah dengan memilih tempat menanam, bisa menggunakan pot, para-para, atau teralis. Hal tersebut disesuaikan dengan bentuk yang diinginkan dan kondisi lahan. Para-para dibuat seperti naungan setinggi sekitar 2 meter, kalau sistem teralis berbentuk pagar dan nanti anggurnya akan merambat ke atas. Jika ingin menanam anggur dapat memilih berbagai pilihan yang dirasa cocok dengan hati.

Tempat yang baik untuk menanam adalah tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup, minimal tanaman anggur mendapatkan cahaya matahari pagi  hingga pukul 12.00 WIB.

Masih kecil. Budidaya anggur Pung Grape Pekanbaru

Setelah memiliki tempat untuk menanam, selanjutnya adalah mempersiapkan bibit. Bibit yang sudah ada dimasukkan ke dalam media tanah hitam atau sekam bakar yang telah diberikan pupuk organik seperti kotorang  kambing yang sudah difermentasi. Kalau sudah itu semua, tinggal menjaga pertumbuhannya, seperti pemberian pupuk dan lain-lain.


Untuk mendapatkan buah dengan rasa yang manis dan berukuran besar, Pak Yusuf menggabungkan dua varietas yaitu varietas lokal dengan varietas impor, dengan teknik sambung. Menurutnya, dengan menggunakan varietas lokal akan membuat tanaman anggur lebih tangguh, sedangkan dengan menyambung varietas lokal dengan impor, akan membuat buah yang dihasilkan memiliki rasa yang manis. Varietas lokal itu biasanya lebih masam, sehingga perlu disambung dengan varietas impor untuk mendapatkan rasa yang manis.

Dalam budidaya anggur, pemangkasan menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pak Yusuf menjelaskan terdapat dua jenis pemangkasan yaitu pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan pembuahan. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan saat tanaman anggur sejak berusia dua bulan, hal ini dilakukan untuk membuang tunas-tunas liar yang tidak diinginkan. Sedangkan pemangkasan pembuahan dilakukan saat tanaman anggur berusia enam bulan ke atas. Pemangkasan pemeliharaan terus diakukan saat ada tunas-tunas yang tak diinginkan muncul. Kemudian pangkas pembuahan dilakukan setelah tanaman anggur berusia enam bulan.  Pemangkasan pembuahan  dilakukan setelah satu bulan  dan diberi nutrisi pembuahan sebelum dipangkas lagi.

Untuk pemupukan, tanaman anggur yang sudah berusia satu  hingga tiga bulan diberikan pupuk pertumbuhan  NPK 1616 setiap satu minggu sekali sebanyak setengah sendok makan, setelah berusia empat bulan ke atas dosis ditambah menjadi 1 sendok makan. Setiap tiga bulan, Pak Yusuf menambah pupuk kandang, akan bagus jika pupuk berasal dari kotoran kambing atau kompos, dan ditabur di atas tanahnya.

Agar tanaman anggur tumbuh dengan baik, juga harus dilakukan penyiraman yang cukup. Jika menanam dengan memanfaatkan atap UV penyiraman dilakukan satu  kali dalam dua hari. Sedangkan saat musim panas, penyiraman dilakukan setiap hari.

Jika tidak menggunakan atap UV, untuk menghindari jamur saat musim hujan, Pak Yusuf mengatakan satu kali dalam seminggu harus diberikan fungisida. Selain jamur, permasalahan dalam budidaya anggur adalah hama seperti kumbang, ngengat, dan serangga lainnya.

Jika jamur diatasi dengan fungisida, maka serangga diberi insektisida. Perawatan tanaman anggur sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanaman lain. Merawat bisa dikatakan cukup mudah bagi yang memang memiliki minat di bidang ini.

Selain itu, Pak Yusuf juga akan mengembangkan Agrowisata Kampung Anggur,  sehingga diharapkan nantinya tanaman ini bisa menjadi salah satu daya tarik di Pekanbaru. Agrowisata ini rencananya akan menggabungkan antara edukasi, estetika, dan produksi,  program Kampung Anggur akan dilakukan bersama Komunitas Masyarakat Inovatif Pekanbaru (KMIP) bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru.

Dalam mewujudkan pengembangan Tanaman buah buahan ini Pak Yusuf juga menyediakan berbagai macam jenis bibit anggur unggul impor, durian, dan lengkeng. 

Bagi kawan-kawan yang berminat berkunjung atau ingin mencoba membudidayakan anggur, bisa datang dan  berkunjung ke lokasi kebun amggur mini Pung Grape di alamat jl Tuah karya Ujung kel Tuah Madani kec tampan Pekanbaru Atau bisa menghubungi no wa Agusta 0813-7255-8556 atau Yusuf 0823-8898-9933.
Previous Post
Next Post

12 comments:

  1. Wah, sangat menginspirasi..
    Makasih kaka buat ulasannya

    ReplyDelete
  2. Wah mau juga lah nanam depaan rumah. Semoga tidak mager

    ReplyDelete
  3. ga nyangka di Pekanbaru bisa budidaya anggur
    pengen nyoba juga jadinya

    ReplyDelete
  4. Bisa bebas metik anggur nya gk tu?

    ReplyDelete
  5. Panas2 riau ni bisa budidaya anggur ya. Emg canggih teknologi

    ReplyDelete
  6. Kalo jadi wisata kebun anggurnya seru tuh 😂

    ReplyDelete