Sunday, February 6, 2022

Review Drama Korea: 100 Days My Prince

100 Days My Prince

Sudah  lama rasanya tidak menulis tentang review drama. Kali ini aku akan me-review drama Korea 100 Days My Prince. Bagi pencinta drama kolosal, menurutku drama korea ini sangat sayang untuk dilewatkan, terlebih pemeran utamanya adalah idol Do Kyung Soo (D.O) yang merupakan member dari boygroup EXO.

Aku memang pencinta drama kolosal, itu loh, yang kisah-kisah kerajaan atau drama saegeuk. Drama Korea 100 Days My Prince ini berkisah tentang seorang pangeran yang juga putra mahkota dari Dinasti Joseon, yaitu Lee Yool (diperankan oleh D.O).

Dalam drama 16 episode yang masing-masingnya berdurasi sekitar 75 menit ini, dikisahkan, sang raja naik  takhta dengan merebut kekuasaan dengan cara yang kejam, melalui peristiwa berdarah-darah yang mengakibatkan meninggalnya permaisuri dan ayah dari wanita yang sangat dicintai pangeran.

Berhasil menjadi raja, namun ia tak lebih dari raja boneka. Di mana, setiap keputusan diatur oleh salah satu perdana menteri kerajaan yang membantu raja naik takhta. Perdana menteri berencana memiliki kuasa lebih di kerajaan, lebih dari kuasa sang raja.

Ia juga menginginkan agar anaknya menjadi putri mahkota, di mana kelak keturunanya  bisa menjadi penguasa, dan memperluas jangkauan tangannya atas pemerintahan.

Seperti drama korea saeguk lainnya, drama 100 Days My Prince ini juga penuh dengan intrik politik yang kejam. Namun, disertai dengan romansa dan komedi di dalam jalan ceritanya.

Pangeran mahkota sama sekali tidak mencintai putri mahkota. Ia hanya jatuh cinta pada cinta pertamanya Yoon Yi Suh (diperankan oleh Nam Ji Hyun).

Selamat dari tragedi berdarah dalam perebutan kekuasaan yang menewaskan ayahnya, Yoon Yi Suh dan saudaranya kabur namun akhirnya terpisah. Ia menanggalkan gelar bangsawan dan menjadi rakyat biasa bernama Hong Shim yang tinggal di desa, dan menjadi anak angkat salah satu  warga yang tidak mempunyai anak atau pun istri.

Dalam drama 100 Days My Prince, diceritakan perdana menteri berencana membunuh pangeran mahkota dalam suatu tugas resmi kerajaan. Namun, dalam misi tersebut, pangeran mahkota berhasil selamat tetapi mengalami lupa ingatan.

Kisah pun berlanjut, sebelumnya negara mengalami kekeringan, di  mana hujan tak kunjung turun dalam waktu lama. Berdasarkan kepercayaan, hujan akan turun jika pangeran mahkota dan puteri mahkota berhubungan badan. Tidak adanya hujan menurut kepercayaan tersebut, adalah akibat dari putra mahkota yang enggan menyentuh istrinya.

Sebal dirongrong oleh para menteri dan raja, pangeran menilai itu bukanlah salahnya, seharusnya semua warganya juga bertanggung jawab akan hujan yang tak kunjung turun. Ia pun memerintahkan semua lajang yang telah dewasa harus menikah secepatnya agar hujan segera turun.

Aturan ini bak pisau bermata dua, saat pangeran lupa ingatan ia terpaksa menikah dengan salah satu gadis desa, yang tak lain adalah cinta pertamanya. Pangeran tak menyadari itu, meski diawali dengan keterpaksaan, tetapi lambat laun tumbuh benih-benih cinta di antara  keduanya.

Selama 100 hari ini lah pangeran tinggal di desa, menjadi warga biasa bernama Won Deuk. Bukanlah hal mudah bagi pangeran, meskipun ia lupa ingatan, tapi tubuhnya tak mengenali kehidupan baru, ia merasa sangat asing dengan seluruh kesederhanaan dan kemiskinan yang tiba-tiba didapatkannya.

Won Deuk

Ia yang bergelimang harta, berpakaian mewah, harus hidup dengan lusuh di rumah sederhana. Beragam tingkah menggemaskan dilakukan oleh Won Deuk, terkadang menyebalkan, namun tak sedikit pula yang menggelikan, hingga menimbulkan gelak tawa.

Hong Shim dan Lee Yool

Tak hanya itu, meskipun banyak komedi romansa, 100 Days My Prince juga tak ketinggalan dengan adegan tragis nan meyayat hati. Sutradara dan author-nim drama ini menurutku sangat kejam dalam membunuh karakter-karakternya.

Lalu apakah pangeran bisa kembali ke kerajaan dan mengambil kembali takhtanya? Apakah ia akan tetap tinggal bersama orang yang dicintainya sebagai rakyat biasa? Apakah pangeran bisa bersatu  dengan cinta pertamanya? Pertanyaan terpenting, apakah drama Korea 100 Days My Prince happy ending atau sad ending?

Tidak seru  kalau aku menceritakan semuanya di sini, silahkan nonton dramanya sendiri, dan rasakan gejolak perasaan dalam menikmati drama. Meskipun banyak adegan tragis, kuberitahu, jika drama ini berakhir dengan bahagia. Aku sangat merekomendasikan 100  Days My Prince untuk ditonton di waktu senggang. Ada Kim Seon Ho juga loh.

Drama ini memang rilis pertama kali pada 10 September 2018 lalu. Sudah lama sekali ya, kadang aku kalau gabut memang suka wisata drama yang rilis beberapa tahun lalu. Rasanya seru dan menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Selamat menonton.

No comments:

Post a Comment