Tuesday, May 10, 2022

Review Film KKN di Desa Penari: Mengabdi Berujung Petaka

KKN di Desa Penari

Di tulisan kali ini, aku akan me-review film KKN di Desa Penari. Film ini diangkat dari kisah nyata yang ditulis ulang dalam utas Twitter akun Simpleman pada 2019 lalu. Aku pada tahun itu, sedang asik berbaring di atas ranjang kamar kos, menikmati siang yang sepi.

Kemudian, lewatlah utas KKN di Desa Penari yang sedang trending di Twitter pada saat itu. Aku yang aslinya penakut, tapi sedang gabut akhirnya memutuskan untuk membaca tulisan horror story tersebut.

Sudah menjadi kebiasaanku, saat membaca sesuatu yang menarik maka akan sangat sulit menghentikannya. Utas demi utas KKN di Desa Penari kubaca, tanpa tersadar jarum pendek jam dinding telah berpindah angka. Bukan seram, tapi bikin merinding.

Viralnya KKN di Desa Penari menurutku dilatarbelakangi oleh skill penulis yang handal dalam menulis cerita, sehingga bisa dinikmati, dirasakan, dan dibayangkan oleh pembaca. Belum lagi teka-teki yang ditinggalkan dalam setiap utas semakin membuat pembaca bertanya-tanya.

Simpleman menuliskan nama-nama lokasi dengan inisial, memberikan deskripsi lengkap tetapi tidak secara gamblang menyebutkan, lokasi secara pasti. Hal ini membuat para pembaca penasaran dan menjadi detektif yang mengaitkan kecocokan setting lokasi yang diceritakan dengan lokasi di dunia nyata.

Namun, Simpleman mengatakan dalam utasnya, bahwa sudah berjanji kepada narasumber untuk tidak memberitahukan dimana lokasi sesungguhnya desa yang dimaksud dalam utas KKN di Desa Penari.

Aku tidak bermaksud untuk memberikan spoiler tentang film ini, la wong, ceritanya aja masih ada di akun Simpleman dan semua orang bisa membacanya tanpa harus membayar terlebih dahulu.

Utas KKN di Desa Penari berkisah tentang kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sebuah kampus di desa yang berada di tengah hutan. Singkat cerita, mereka diterima di desa yang penuh misteri tersebut. Warga desa masih percaya hal-hal berbau mistis dan percaya ada lelembut penguasa daerah itu yang yang bergelar Badarawuhi.

Badarawuhi diceritakan sebagai sosok penari yang cantik jelita yang terkadang berwujud ular. Memahami cerita Simpleman, Badarawuhi sedang mengincar seseorang untuk menggantikannya sebagai The Next Badarawuhi, di mana ia mengincar anggota KKN bernama Widya yang cantik dan berdarah manis, serta sangat disukai bangsa jin.

Badarawuhi mendekati Widya melalui anggota KKN yaitu Bima yang menaruh hati pada Widya. Badarawuhi menyuruh Bima memberikan mustika gelang kepada Widya. Bima meminta bantuan Ayu untuk meletakkan gelang tersebut di antara barang-barang milik Widya. Namun, Ayu yang jatuh cinta kepada Bima enggan memberikannya. Badarawuhi pun, mempengaruhi Ayu dengan memberikan selendang pemikat kepada Ayu dengan perjanjian Ayu harus meletakkan mustika gelang tersebut kepada Widya.

Dibutakan oleh cinta, Ayu menyetujui hal tersebut. Berbekal selendang pemikat dari Badarawuhi, Ayu mempengaruhi Bima hingga melakukan hal tabu di desa. Belum lagi tentang si Nur yang punya khodam dan kerap merasakan hal-hal gaib.

Ya begitulah ceritanya, apakah Widya yang akan menjadi Badarawuhi selanjutnya, lalu bagaimana dengan Ayu dan Bima? Bagaimana dengan nasib KKN mereka di Desa Penari ini. Semua bisa terjawab lengkap di utas Simpleman atau di film KKN di Desa Penari itu sendiri.

Membahas tentang film, karena aku bacanya 2019 lalu dan sangat menyukai alur ceritanya, otomatis hadirnya film ini membuatku sangat bersemangat menonton.

The Gengs KKN Desa Penari

Film ini benar-benar memberikan visual yang 90 persen mirip dengan yang dideskripsikan di utas Simpleman. Mulai dari setting, jalan cerita, dan lain-lain, amat sangat mirip. Imajinasiku dengan film tidak jauh berbeda, meski ada beberapa bagian yang tidak sama tapi justru itu menjadi pemanis cerita.

Jika belum pernah membaca utasnya, menonton film KKN di Desa Penari mungkin akan berpikir jika film ini tidak ada seram-seramnya sedikit pun. Yap, memang tidak seram, tapi bisa membuat merinding, sedih, dan merasakan penyesalan, serta kesedihan yang dirasakan setiap anggota setelah pulang dari KKN. Berandai-andai, bagaiamana nasib rekan-rekannya yang tinggal raga hidup tanpa jiwa.

Akting pemain-pemain film ini juga patut diacungi jempol. Komedi yang dihadirkan juga tidak terkesan dipaksakan. Semua mendapatkan porsi yang pas. Ini menurutku lo ya.

Film KKN di Desa Penari sangat kurekomendasikan jika ingin menonton, tapi tidak ada salahnya untuk membaca utas Simpleman terkait cerita ini. Film tersebut juga sangat laris, pas aku nonton aja studio hampir penuh sama penonton, mungkin karena di momen libur lebaran. Untung pesannya online, jadi tidak ngantre.

Begitu saja, review-ku tentang KKN di Desa Penari. Jangan sering buka TikTok, banyak spoilernya, jadi nggak seru. Ok...

Banyak juga yang bilang, ini bukan film horor, tapi lebih ke film azab. Ya nggak salah juga sih. Intinya di mana pun berada jangan melanggar hal-hal tabu, perkuat diri dengan keimanan, jangan sampai percaya kepada jin hingga membuat perjanjian dengan jin. Musrik itu mah.

No comments:

Post a Comment