Thursday, September 29, 2022

Wisata Jawa Timur: Jelajah Telaga Sarangan

 

Telaga Sarangan

Aku tidak tahu, takdir apa yang membawaku ke tanah Jawa. Dulu mungkin sekadar angan-angan, datang berkunjung untuk waktu yang sebentar. Tapi kini, aku sudah menginjakkan kaki dari Sumatra ke Jawa.

Jawa Timur, salah satu provinsi yang berada di Pulau Jawa. Kali pertama aku datang ke sini mungkin sudah bertahun-tahun yang lalu, mengunjungi keluarga bapakku.

Teman-temanku yang berkuliah di Jawa, khususnya di Ponorogo, kerap mengunggah cerita terkait Sarangan. Nama ini selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Seperti apa Telaga Sarangan sangat membuatku penasaran.

Wisata Telaga Sarangan menjadi destinasi wisata Jawa Timur pertama yang kukunjungi. Meskipun sudah beberapa kali ke Jawa Timur, aku belum sempat berwisata menikmati pesona alam yang katanya luar biasa.

Awalnya aku datang ke Jawa Timur untuk hadir di pesta pernikahan saudara sepupuku, serta merampok barang-barang punya bu lek di Ponorogo untuk keperluan selama aku tinggal di Solo, Jawa tengah.

Wisata Telaga Sarangan berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tidak jauh dari kampung nenekku yang berada di Kecamatan Kendal. Telaga ini juga dikenal sebagai Telaga Pasir dan berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, di lereng Gunung Lawu.

Jalan menuju ke Wisata Telaga Sarangan sangat mulus tetapi menanjak dan berkelok. Di sisi-sisi jalan akan terlihat pemandangan yang indah dari ketinggian. Mulai dari sawah-sawah, rumah-rumah warga, dan pemandangan lainnya.

Melewati jalan menuju Wisata Telaga Sarangan, sedikit mengingatkanku pada jalan di Sumatera Barat yang menuju Puncak Lawang, di mana jalan tersebut juga berkelok dan menanjak. Dinginnya udara sepanjang perjalanan juga mengingatkanku pada kampung nenek Laras yang berada di Kamang, Sumatera Barat.

Baca Juga: Wisata Kamang

Namun, tetap saja itu adalah Magetan, Jawa Timur. Jika ingin ke sini sepertinya harus memastikan jika kendaraan apalagi yang sepeda motor harus dalam kondisi prima serta kuat untuk menanjak.

Masuk ke area Wisata Telaga Sarangan, akan dikenakan biaya Rp20 ribu per orang. Rp19 ribu untuk biaya tiket dan Rp1.000 untuk biaya asuransi.

Tiket masuk Telaga Sarangan

Di lokasi sekitar Wisata Telaga Sarangan,  sangat banyak dijumpai penginapan. Beberapa kali kami ditawari untuk menginap saat melintas di jalan.

Telaga Sarangan memiliki luas sekitar 30 hektar dengan kedalaman hingga 28 meter. Jalanan di buat berkeliling sepanjang telaga. Angka tersebut menurutku sangat luas dan akan sangat capek jika berjalan kaki. Sepanjang yang aku  lihat, pengunjung ada yang berjalan kaki, naik  sepeda motor, atau naik kuda. Kalau datang dengan membawa mobil, sepertinya memang harus berjalan kaki untuk berkeliling.

Ada banyak kuda yang disewakan kepada pengunjung, jadi jika tidak ingin capek bisa memilih untuk naik kuda dan tentu saja dipandu oleh pemiliknya.

Aku datang bersama kakakku. Sesampai di Telaga Sarangan, kami memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu, hingga menemukan lokasi yang nyaman di bawah pohon rindang yang menghadap langsung ke Telaga Sarangan.

Menikmati view Telaga Sarangan

with my sistur di tepi telaga

Di sepanjang tepi telaga dibuat fasilitas berupa kursi-kursi memanjang dan meja yang bisa dinikmati oleh pengunjung yang ingin bersantai menikmati semilir angin sejuk dan pemandangan telaga. Selain itu juga banyak pedagang makanan dan minuman, sehingga pengunjung tidak perlu membawa makanan jika tidak ingin repot.

Kami hanya membeli kopi dingin serta sate kelinci. Ya namanya tempat wisata, harganya agak sedikit lebih mahal di bandingkan di luar tempat wisata, tapi masih cukup terjangkau menurutku.

Jika ingin berkeliling naik kuda juga  bisa lo, hanya dengan membayar Rp60 ribu sudah bisa berkeliling di Telaga Sarangan. Meskipun ada banyak kuda bersileweran di tempat wisata ini, kuda-kuda tersebut sudah memakai alat khusus untuk menampung kotorannya, jadi Telaga Sarangan tetap bersih dan tidak bau.

Selain menikmati suasana dan pemandangan, pengunjung di sini juga bisa mencoba speedboat di Telaga Sarangan. Para pengunjung yang naik speedboat akan diajak berkeleling, aku melihat papan dengan biaya Rp80 ribu per speedboat yang bisa diisi sekitar 4 – 5 orang per satu kali putaran. Jika ingin tiga kali putaran cukup membayar Rp200 ribu saja. Kalau lagi gabut, galau, dan tidak punya teman untuk diajak sepertinya sendiri juga bukan masalah.

Speedboat di Telaga Sarangan

Menariknya lagi, juga ada toilet umum dan tempat salat di sekitar telaga, jadi pengunjung yang kebelet tidak perlu repot serta tidak ada alasan untuk meninggalkan salat  meskipun sedang berwisata.

Di dekat pintu masuk Telaga Sarangan juga banyak pedagang yang menjajakan berbagai produk oleh-oleh khas daerah setempat, pakaian-pakaian dengan tulisan ‘Telaga Sarangan’, dan lain-lain, sehingga kalau datang ke sini, tidak perlu bingung mau bawa oleh oleh apa.

Koleksi pakaian untuk oleh-oleh di Telaga Sarangan

Usai puas menikmati pemandangan, kami pun pulang kembali ke Ponorogo.

 

Previous Post
Next Post

0 komentar: