Thursday, September 16, 2021

Cara Praktis Manfaatkan Minyak Jelantah

 


Biasanya minyak jelantah alias minyak bekas pakai yang sudah tidak bisa digunakan lagi itu dibuang sia-sia. Ternyata ada cara prakris manfaatkan minyak jelantah lo, tak hanya menjadi lebih berguna, tapi juga bisa menghasilkan cuan. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah yaitu dengan menjualnya kembali. Eits, bukan jual ke sembarang orang ya, tapi ke orang yang tepat agar bisa digunakan dengan baik, bukan untuk hal yang bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup. 

Kita harus tahu, membuang sembarangan minyak jelantah memiliki dampak buruk untuk lingkungan. Sebagai informasi limbah minyak goreng alias minyak jelantah ini termasuk limbah non B3, yang juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat menyumbat drainase. Saluran air akan menjadi kotor dan tersumbat, sehingga dapat menjadi tempat bagi bakteri berkembang biak, dan tentu saja menimbulkan penyakit. 

Membuang di tanah, juga bukan solusi yang baik. Bagaimana tidak, minyak jelantah yang terserap ke tanah akan menggumpalkan dan menutup pori-pori tanah. Kalau sudah menggumpal tanah akan menjadi lebih keras, dan bsisa menyebabkan banjir. 

Cara praktis manfaakan minyak jelantah, tak hanya memberikan keuntungan di sisi ekonomi, tapi juga akan berdampak baik untuk lingkungan. 

Beberapa waktu yang lalu, aku berjumpa dengan pengusaha yang bergerak di bidang minyak jelantah ini, yaitu Pimpinan CV Arah Baru Sejahtera M Rizky Ramadhan. 

Ia bercerita banyak hal tentang pemanfaatan minyak jelantah, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah, karena minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Bang Rizky saat menunjukkan proses filtrasi minyak jelantah

Selain melihat minyak jelantah dari sisi ekonomi, sisi lingkungan juga menjadi perhatin khusus. Selama ini, banyak pelaku usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menggunakan minyak sebagai bahan utama dalam membuat makanan, terlebih yang goreng-menggoreng. 

Pihaknya bersedia membeli minyak jelantah dari masyarakat atau pun UMKM. Untuk apa sih minyak jelantah tersebut? Tentu saja bukan untuk dikonsumsi tubuh ya... 

Rizky menuturkan, minyak jelantah, khususnya jelantah sawit memang sengaja dikumpulkan untuk diekspor ke luar negeri, nantinya minyak jelantah ini akan menjadi bahan baku dalam pembuatan biodiesel. 

Biodiesel adalah bahan bakar untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan biosolar. Namun, biodiesel ini lebih banyak dipakai untuk kendaraan di luar negeri seperti dari negara-negara di Eropa sana. 

CV Arah Baru Sejahtera memiliki program Bank Jelantah Pekanbaru, sebuah program untum masyarakat, lingkungan, kesehehatan, dan ekonomi. Inovasi ini membantu masyarakat dan pelaku usaha, baik itu UMKM, kafe, hingga restoran. Program ini juga bekerja sama dengan Yayasan Cinta Umat, dalam program sedekah jelantah. 

Dari minyak jelantah ini, bisa membantu hanyak pihak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. 

Caranya menjualnya bagaimana, gampang kok. Bisa melalui Bank Jelantah yang ada di berbagai kabupaten atau kota di Riau. Bank Jelantah Bengkalis, Bank Jelantah Duri, Bank Jelantah Tembilahan, dan lain-lain. Bagi masyarakat Pekanbaru juga bisa langsung datang ke Pergudangan Golden City Nomor B10, Jalan Air Hitam Pekanbaru. 

Berapa Harganya?

Nah ngomongin masalah duit, harga yang ditawarkan adalah Rp7 ribu per kilogram minyam jelantah. Harga ini harga standar, terkadang bisa lebih dari itu. Jadi daripada dibuang sia-sia lebih baik dijual bukan? 

Setiap bulannya, Rizky mengekspor sekitar tiga kontainer, dk mana setiap kontainer menampung sekitar 21 ton minyak jelantah. 

Proses sebelum diekspor, minyak jelantah terlebih dahulu harus disaring atau di-filter. Selain itu, juga dilaksanakan uji lab untuk menentukan spesifikasi sesuai dengan yang diminta oleh negara tujuan ekspor minyak jelantah ini. 

menurunkan minyak jelantah dari pick up untuk ditimbang dan di-filter

Tentu saja, diharapkan dengan hadirnya Bank Jelantah, dapat menjadi cara praktis manfaatkan minyak jelantah, sehingga alih-alih minyak jelantah menjadi limbah tak berguna, namun menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Tertarik?

No comments:

Post a Comment